Tampilkan postingan dengan label startup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label startup. Tampilkan semua postingan

18 Maret 2020

Buku Artikel Film Disarankan Untuk Startup Pemula

Pertanyaan : Buku, artikel, film, atau situs apa yang kamu sarankan untuk pemula yang hendak membangun startup?

Jawaban :

Saya orang teknik. Cara pandang saya ke banyak hal didominasi oleh pengamatan dan perhitungan, termasuk dalam menyusun rencana dan mengambil keputusan. Saya kurang suka terlalu muluk-muluk dan berpotensi bikin saya melupakan logika dalam prosesnya sebagaimana yang sering diungkapkan para motivator.



Pola pikir saya bisa dibilang old school yang memandang bisnis ala milenial ini dengan cara jadul. Bagi saya, bisnis itu tetaplah cara menjual dan mempertahankan pelanggan. Yang kekinian hanya kemasan saja agar bisa diterima oleh gen Z.

Saya tak bisa merekomendasikan buku atau tutorial apapun. Hanya bisa menyarankan baca saja semua yang anda suka, termasuk karya-karya motivator bullshit sekalipun, namun fokus di mempelajari proses bisnisnya untuk menghindari masuk jebakan betmen.

Perhatikan saja ke sekeliling. Banyak pemula di bidang startup yang terjebak, terlalu sibuk dengan kemasan sampai lupa inti dari bisnis itu sendiri, jualan. Saya bisa bilang karena pernah mengalami sendiri, berantakan…

Susun saja perencanaan yang baik dengan sumber daya yang ada. Jalani dengan hati-hati. Tak perlu mikir terlalu jauh jadi unicorn, decacorn, popcorn dst dst apalagi bikin rencana bakar-bakar duit, karena cari investor tidak semudah ngupil pakai jempol.

Bonyok di hasil akhir itu hak prerogatif tuhan, namun gagal di proses itu ambyar seambyar-ambyarnya…

Kira-kira begitu, terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora

Read More

12 Maret 2020

Jenis Bisnis Original

Pertanyaan :
Apakah jenis ide bisnis yang terbaru dan original?

Jawaban :

Tidak ada...
Satu-satunya bisnis terbaru dan original adalah meniru bisnis yang ada kemudian memodifikasi agar bisa mengikuti perkembangan jaman.

Unicorn kebanggaan NKRI Gojek misalnya. Tak bisa dianggap original, karena dia hanya meniru bisnis ojek konvensional kemudian dilengkapi dengan aplikasi mobile. 

Ojek konvensional kan penumpang harus nyamperin ke pangkalan? 

Tidak juga. Begitu hp mulai digemari masyarakat, tukang ojek pangkalan sudah berinovasi menyebar nomor hp nya agar pelanggan bisa pesan sambil duduk manis di rumah via telepon atau sms.



Meniru lebih hemat karena bisa menekan biaya riset. Tahun 2005 saya harus riset pasar cukup lama hanya untuk mendirikan warnet di kampung. Begitu berdiri saya pun perlu jatuh bangun mengedukasi karena masyarakat masih memandang internet sebagai hal yang negatif. Setelah warnet saya kelihatan ramai, tak perlu waktu setahun kampung saya kebanjiran warnet hampir tiap seratus meter satu. Mereka berani banting harga sewa per jamnya, karena komponen HPP hanya bayar tempat dan perangkat. Tidak ada biaya kasak-kusuk kesana kemari sebelum warnetnya berdiri seperti yang saya lakukan.

Yakin dengan meniru bakal sukses?

Pertanyaannya kan cuma tentang ide bisnis, bukan cara mengembangkan atau mempertahankan. 

Kira-kira begitu, terima kasih
Salam, rwn.

Repost dari Quora

Read More

05 Maret 2020

Bikin Startup Butuh Keberuntungan

Pertanyaan : Apakah dibutuhkan keberuntungan untuk membuat startup?

Jawaban :

Keberuntungan dibutuhkan di segala hal. Saya pernah kerja sangat keras tanpa berlanjut kaya, pernah usaha dengan modal lumayan ternyata hasilnya minim. Namun sebaliknya pernah lagi bengong tak tau mau ngapain tahu-tahu dikasih proyek besar.


Lanjut ke startup, saya sampai dua kali gagal karena kurang beruntung

Pertama mencoba di aplikasi untuk sekolah dengan pemanfaatan teknologi RFID. Modal sendiri dikerjain keroyokan bareng teman. Riset dan survai pasar oke, supplier perangkat dari China sudah dapat, development hampir selesai, pokoknya tidak terlihat ada masalah besar.

Kesialan terjadi menjelang launching. Bea cukai mendadak ada aturan baru dan lebih ketat, sementara saya kepedean dengan cara lama. Masukin barang secara retail tidak lewat importir.

Saya bilang sial, karena peraturan itu keluar saat pesanan saya sudah dikapalkan. Tidak diurus progres jadi mandek, diurus bikin cashflow saya berantakan dan tidak bisa operasional. Cuma ada dua pilihan yang sama-sama berdampak tidak bisa berlanjut, saya pilih bikin proyek lain dengan niat apabila nanti ada hasilnya bisa dipakai untuk urus itu.


Saya riset lagi cari yang implementasinya relatif tak butuh biaya banyak. Saya nemu kearifan lokal yang mewabah di kampung saya tiap hajatan nanggap dangdut, saweran. Desain dan bisnis plan dibikin, aplikasi mulai dikerjain dan alhamdulillah ada investor yang berminat.

Saya kerjain pakai C++ tapi keberuntungan malah main PHP. Di tengah jalan, viral yang namanya Bigo Live. Investor menarik diri dan saya gagal meyakinkan beliau untuk terus. Alasannya untuk bersaing dengan Bigo, butuh investasi lebih banyak dan waktu yang lebih panjang untuk BEP.



Sejak itu, ide-ide startup saya kubur dulu dalam-dalam. Saya pilih kerjaan kecil-kecilan dulu saja. Suatu saat juga akan besar bila keberuntungan sudah kembali berpihak.

Kira-kira begitu
Terima kasih.
Salam, rwn

Repost dari Quora
Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena