Tampilkan postingan dengan label x-file. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label x-file. Tampilkan semua postingan

07 Maret 2020

Mengapa Tuhan Menciptakan Dunia

Pertanyaan : Mengapa Tuhan menciptakan dunia ini?

Jawaban :

Agar siklusnya berjalan.

Tuhan menciptakan dunia lalu menciptakan manusia. Kemudian, manusia menciptakan tuhan lalu menghancurkan dunia.

Terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora

Read More

31 Agustus 2015

Ritual Tepuk Pohon

#Dewasa

Bukan bahas keyakinan...
Cuma pengen cerita pengalaman mengurus infrastruktur internet di pedalaman Kalimantan...

Lima tahun di sini, hal-hal aneh di luar nalar sudah jadi menu sehari-hari. Aku tak pernah mengatakan itu sebagai kerjaan setan, jin dan sejenisnya. Lebih suka aku menganggap mereka sebagai penghuni asli hutan sebelum manusia datang menjamah.

Perkenalan pertama saat bangun tower di lahan bakal PLTU. Aku lihat pekerjaan berlangsung cepat. Para pekerja begitu gesit membuka hutan, pasang tower dan perangkat radio. 

Tapi tiga hari kemudian, vendornya datang nyamperin, "minta bantu cek alat, pak. Setingan sudah benar semua tapi belum nyambung juga..."

Turun tangan periksa peralatan, hasilnya cuma ikut bingung. Sampai senja datang belum juga dapat jawaban, aku pun duduk pasrah di bawah pohon dekat tower. Menjelang pulang, entah kenapa aku menepuk-nepuk pohon sambil bilang, "numpang pasang tower ya, mbah. Maaf kalo merasa terganggu..."

Pagi besoknya...
Baru mau siapin peralatan buat cek ulang
Ada teman yang datang laporan, "internetnya kok udah jalan, pak..."
#Nah...

Berawal dari situ...
Tiap kali masuk hutan pasang jaringan baru, selalu aku sempatin ngomong sama pohon. Begitu juga kalo ada gangguan yang tidak teratasi secara teknis, segera aku bilang permisi dan alhamdulillah manjur walaupun bikin bingung waktu isi form laporan ke Jakarta.

Ga cuma itu
Kalo mau pulang cuti, ritual nepuk pohon aku lakuin juga. Mungkin cuma kebetulan. Tapi beberapa kali aku kelupaan engga pamitan, baru beberapa hari di rumah sudah harus balik lagi ke hutan gara-gara tim laporan tower roboh atau radio habis kena petir di siang bolong.
#Kepiye jal...

Namun itu dulu...
Kini sudah setahun lebih ga pernah ada lagi gangguan non teknis semacam itu
Ritual nepuk pohon pun mulai terlupakan
#Akhirnya...




Sampai minggu lalu...
Saat pengunduran diriku disetujui perusahaan, internet mendadak mati total dan aku dapat permintaan terakhir, "sebelum pulang, beresin dulu gangguannya ya..."

Prosedur standar sudah aku lakuin tak juga ketemu penyakitnya. Radio, jaringan kabel sampai serat optik diacak-acak tetap belum berhasil. Gara-gara itu, teman-teman ingetin ajian pamungkasku, "tepuk pohon, pak..."

Hasilnya luar biasa...
Biasanya kalo malem aku nepuk pohon
Paginya ga diapa-apain juga nyambung sendiri. 
Kali ini engga...

Masih bengong mikirin itu, teman yang staf lokal kasih saran, "harus ditambah dupa, kopi pahit sama rokok siong kali, pak..."

Biarpun biasanya ga pake yang kayak gitu, demi aku bisa pulang, apa salahnya aku coba. Dupa aku dapat dari karyawan yang orang Tionghoa. Tambahannya ini yang ngaco. Udah kasih saran kopi item sama rokok siong, eh bawanya kopi mix sama rokok menthol. Makanya waktu nepuk pohon aku tambahin kata-kata, "kopi sama rokoknya seadanya ya, mbah..."

Ternyata sami mawon...
#Mumet...




Mau ga mau aku nyeletuk ke temen, "elu bawa sajennya salah tuh..."

Engga mau disalahin, temen malah jawab gini, "bukan salah sajen kali, pak. Kan udah lama ga ada kejadian begini..."
"Trus kenapa dong..?"
"Jangan-jangan si mbahnya udah resign, pak..."
#Panci mana panci..?

Trus...
Kapan aku pulang..?


Read More

22 November 2013

Kembali Ke Hutan

#Bimbingan Orang Tua

Beberapa pekerjaan datang beruntun memotong cuti.

Sebagian proyek memang digarap vendor. Namun tetap saja bikin mumet karena waktunya berbarengan dan jauh dari base yang artinya harus melupakan kasur empuk di mess selama beberapa minggu.

Setiap ada pekerjaan di pedalaman, hambatan non teknis yang bersifat X-File selalu terjadi. Timku sih sudah biasa. Namun tidak demikian dengan pekerja kiriman dari Jakarta.

Salah satunya saat pasang CCTV di bengkel alat berat.

Teman yang mata batinnya rada terasah tiba-tiba bilang ada anak kecil lari-lari di lokasi pekerjaan. Aku nyengir doang lalu nanya progres pekerjaan ke vendor melalui radio. Jawabannya tak jauh dari perkiraan. Mereka yang semestinya sudah menyelesaikan tiga titik pekerjaan, masih sibuk di titik pertama.

Seting peralatan sudah benar tapi kamera tak juga berfungsi. Disambung-sambungin di bawah bisa berjalan normal. Begitu dipasang kembali ngadat. Ganti dengan alat baru pun sami mawon. 

Mereka sempat ngeyel ketika aku ajak balik dulu ke camp dan nerusin kerjaannya besok. Baru pasrah ketika hari sudah gelap.

Dalam perjalanan pulang, mereka masih bicara teknis ketika aku pura-pura nanya masalahnya. Mungkin demi reputasi mereka masih berusaha menyembunyikan kebingungannya.

Tak tega lihat sorot mata putus asa di wajah-wajah lelah sementara pasukanku cengar-cengir mulu, aku pun buka kartu. "Jangan terlalu dipikirin. Di sini sudah biasa yang kaya gitu. Dipaksain sampe elek juga ga bakalan bisa..."

"Trus kerjaan saya gimana dong, pak..?"
"Besok saja samperin lagi. Dan ga sekali dua kali pas kita datang, alat-alat sudah berfungsi normal..."

Dibilangin gitu, rasa jaim atas status teknisinya luntur seketika. Semua langsung berkicau hal-hal yang berbau irasional. 




Malemnya...
Ketua tim vendor nyamperin ke tempatku dengan tergopoh-gopoh, "Pak, di hutan depan barak banyak hantunya ya..?"
"Lihat apaan, pak..?"
"Ga ada siapa-siapa, tau-tau ada yang nyambit kepala saya. Serem bener..."

Trus dia ngambil sesuatu dari sakunya.
Aku pun nyengir lagi. "Bukan hantu, pak. Itu biji karet. Kalo sudah tua, buahnya akan pecah dan bijinya terlempar jauh kaya disambitin pake ketapel..."

Wajahnya langsung sumringah, "Ooo kirain digangguin hantu lagi. Untung ga kencing di celana barusan. Sialan..."

Ya memang begitu...
Di sini urusan masuk logika atau tidak seringkali terbolak-balik. Perlu adaptasi dulu sebelum membuat suatu asumsi.

Walau sejujurnya aku juga bingung...
Karena yang aku tahu, di seputaran barak tidak ada pohon karet...


Yang jelas...
Acara sulit ngeblog kayaknya harus diperpanjang lagi...





Read More

15 November 2013

Mitos Batu Pangcalikan

#Dewasa

Ada satu obsesi yang sampai sekarang belum keturutan tiap kali ke Pangandaran.

Saat naik perahu melewati situs Batu Mandi sebagai batas pantai dengan laut lepas, tukang perahu biasanya akan menunjuk ke arah timur. Di ujung Pananjung ada batu bertumpuk mirip orang duduk yang mereka namakan Batu Pangcalikan.

Mitosnya...
Batu itu hanya bisa dilihat dari kejauhan dan bakalan lenyap dari pandangan bila didekati. Tukang perahu carteran itu aku minta mendekat ke sana cuma bisa menggelengkan kepala. Katanya hanya beberapa orang saja yang berani ke sana karena resikonya tinggi. Pantai penuh karang dan berombak besar plus embel-embel angker pula.

Ingat fitur telephoto di kamera FinePix S2980 lumayan jauh, aku pikir di-zoom dan disamperin analoginya hampir sama. 

Aku ambil dan nyalain kamera. Eh, tampilan di lubang bidik mendadak error mirip layar tipi lagi konslet gitu. Pindah ke mode LCD hasilnya sama. Segala cara dari sekedar cabut baterai sampai digetokin ke kepala tak jua ada hasil, acara motret pun aku vonis gagal. 

Begitu balik ke pantai, kamera aku cobain lagi
Eh sial, kameranya berfungsi normal dan lancar jaya untuk motret. Tak sepenuhnya memang, karena viewfinder-nya tetap mati. Kalo motret harus pake live-view di LCD.


Ini kali kedua aku coba motret Batu Pangcalikan
Rusaknya kamera, mau ga mau bikin aku ingat kejadian pertama sekitar 5 tahun lalu. 




Waktu itu bareng si Adi bawa Canon EOS 350D. Nyarter perahu ke tengah laut dan mencoba bidik batu berbentuk orang duduk itu. Tanpa ada gejala sebelumnya, kamera macet cret. Kamera saku Samsung yang aku bawa pun kondisinya sama.

Kembalinya ke pantai...
Iseng aku nyalain kamera pocket yang ternyata sudah kembali normal. Melihat itu, si Adi ikut cek EOS 350D yang juga sudah mau nyala tapi tombol shutter-nya ngadat. Bodinya dipukul-pukul takut ada yang mengganjal, eh malah kecebur ke laut. 
Akhirnya ya wassalam dah...




Kembali ke soal mitos
Masih harus masuk folder X-File
Orang Sunda bilang nista, maja, utama...
Tak cukup kalo cuma dua kali. Harus coba sekali lagi, baru bisa disimpulkan mitos di lepas pantai Pangandaran itu benar-benar nyata.

Tapi kok nyebelin amat ya..?
Penasaran dengan mitos saja harus ngorbanin kamera...

Hmmmm...
Ilmu pengetahuan memang mahal harganya...
Ada yang pernah atau berminat nyobain..?


Read More

20 September 2013

Gombal Warming #2

#Semua Umur

Ada yang nagih kelanjutan jurnal Gombal Warming. Biar ga berdodolria mulu, kita bergombalria dulu sejenak.

Quote of the day
"Semakin banyak kau tebar, semakin banyak kau dapat, itulah dunia" - penebar ranjau paku


Saat ilmuwan dunia masih bersilang pendapat tentang kebenaran pemanasan global, muncul Al Gore mantan wakil presiden Amerika jamannya Clinton. Tahun 2006 beliau membuat film dokumenter berjudul An Inconvenient Truth yang meraih 2 piala Oscar dan 21 penghargaan lain dari acara sejenis.

Film yang membeberkan penyebab meningkatnya suhu dan berkurangnya es di kutub itu membawa Al Gore menjadi pemimpin terdepan kampanye global warming.

Gerakan yang luar biasa sampai menenggelamkan sanggahan dari beberapa ilmuwan atas kekurangakuratan data dalam film tersebut. Misalnya tentang foto-foto glasier yang berkurang, tidak diimbangi dengan menyebut glasier lain yang terus bertambah. Glasier Kilimanjaro dikatakan mulai menghilang, tapi tidak disebutkan bahwa glasier Kilimanjaro sudah berkurang sejak 1880, jauh sebelum kadar CO2 meningkat.

Al Gore mengklaim peningkatan kadar CO2 di atmosfer telah meningkatkan suhu global. Namun sebuah studi oleh Journal Science pada tahun 2005 menemukan sebaliknya. Peningkatan suhu bumilah yang jadi pemicu peningkatan kadar karbondioksida. Bahkan ABC News menemukan salah satu cuplikan dalam film dokumenter tersebut adalah potongan film "The Day after Tomorrow".

Keanehan lain terjadi saat para pemimpin dunia bertemu di Bali pada tahun 2007. Amerika Serikat enggan menyetujui hasil konfrensi tersebut walaupun Gore menngecam. Bisa jadi presiden Bush sendiri masih meragukan kebenaran isu tersebut atau memang punya agenda lain.




Masih ingat tentang kredit karbon yang aku bahas di jurnal Gombal Warming #1 kan..?

Pertama kali kenal istilah itu ketika aku masih jadi pelanggan Mandala Air dulu. Saat pesen tiket melalui website, selain pilihan bayar asuransi dll, ada tambahan biaya kredit karbon yang kalo ga salah nilainya 18 ribu perak untuk penerbangan Jogja - Jakarta.

Cari-cari info di google, biaya karbon merupakan kompensasi atas CO2 yang dihasilkan mesin jet. Dananya akan digunakan untuk proyek lingkungan hidup agar penambahan dan pengurangan kadar karbon di atmosfir selalu dalam posisi seimbang.

Maskapai dan industri lain yang menghasilkan emisi rumah kaca akan membayarkan biaya karbon melalui broker yang ditunjuk. Salah satunya adalah Generation Investment Management LLP yang berkedudukan di London dan New York.

Silakan buka websitenya dan lihat di bagian about us. Di situ tertera, perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2004 oleh Al Gore...



Sayang aku belum nemu data terbaru. Namun data penjualan kredit karbon di dunia yang tahun 2004 hanya 6 juta USD, 2 tahun berikutnya meningkat pesat menjadi 110 juta USD. Mantap kan..?


Intinya
Belajar berburuk sangka kenapa Al Gore begitu semangat..? 
Siapa tak mau hidup kaya raya, meraih nobel dan dipuja aktivis lingkungan hidup di seluruh dunia...


Sumber : Wikipedia | Blog Enigma | IMDB


Read More

14 September 2013

Gombal Warming #1

#Semua Umur

Barusan ngobrol dengan teman bagian enviro, unit kerja yang tugasnya menghijaukan kembali lahan eks tambang. Secara umum aku setuju dengan uraian beliau tentang kelestarian lingkungan. Namun aku kurang sepaham saat istilah global warming dibawa-bawa.

Awalnya aku mendukung banget saat Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mulai mengkampanyekan pemanasan global, termasuk waktu Protokol Kyoto diratifikasi. 

Namun melihat perkembangan selanjutnya, aku jadi berburuk sangka bahwa proyek ini bukan semata soal lingkungan hidup. Apalagi sampai sekarang, ilmuwan-ilmuwan ternama dunia masih berselisih paham dan belum ada kesepakatan tentang kebenaran global warming tersebut.

Carbon Credit adalah satu alasan kenapa aku anggap proyek ini sarat kepentingan ekonomi. Sebuah proyek yang membuka pasar baru berupa perdagangan karbon yang sebelumnya tak pernah ada.

Protokol Kyoto yang hanya berlaku untuk negara industri maju itu mensyaratkan batas minimal penurunan emisi sebesar 5% dari model yang disusun berdasarkan produksi karbon tahun 1990. Apabila ada negara yang bisa melebihi target, kelebihannya bisa dijual ke negara lain yang tak mampu mencapainya.

Misalkan Rusia bisa menurunkan emisi sampai 10%. Berarti Rusia punya kelebihan kredit karbon sebanyak 5%. Kemudian misalnya Belanda cuma mampu menurunkan 3%. Untuk memenuhi ketentuan 5% tadi, Belanda musti beli kredit karbon ke Rusia dalam satuan Certified Emissions Reductions (CERs).

Adil kan..?
Sepintas iya. Namun perlu diingat, di dunia tak ada yang tanpa pamrih.

Negara berkembang hanya diminta menandatangani Protokol Kyoto namun tidak ada tuntutan implementasi. Akibatnya industri di negara berkembang santai-santai saja dengan produksi gas rumah kacanya. Di saat yang sama, kampanye produk ramah lingkungan digalakkan. Jalan ceritanya sudah bisa ditebak kan..?

Gambarannya gini...
Saat industri negara maju yang wajib mematuhi Protokol Kyoto mendesain pendingin non CFC, negara berkembang masih asoy saja pakai freon. Ketika tiba-tiba dikampanyekan CFC merusak lapisan ozone, apa ga gelagepan tuh pabrikan negara berkembang..? 

Dampak paling awal adalah penurunan omset gara-gara konsumen mulai beralih ke non CFC walau harganya lebih mahal. 

Agar bisa bertahan, mereka musti transfer teknologi dari negara maju dan dibikin ketergantungan. Tak akan ada habisnya karena standarnya terus saja berubah. Kita baru saja pakai mesin berstandar EURO, mereka sudah keluarkan yang EURO2. Kita baru beralih ke EURO2, standar EURO3 sudah dikampanyekan.

Benar-benar strategi marketing yang jempolan atas nama kerusakan ozone. Padahal kalo kita mau sedikit berpikir, industrialisasi besar-besaran itu terjadi di bumi belahan utara, kenapa yang berlubang ozone di Antartika alias kutub selatan..?

Ok, tapi sudah panjang nih...
Pemikiran liar ini aku lanjutkan besok deh. 
Karena belum selesai, jangan komentar soal lingkungan dulu, ya. 

Kalo koneksi lagi kenceng, mending liat video pendek di bawah.
Syaratnya, sehabis nonton jangan bilang semprul
Oke, coy..?

Video credit : Quit Tobacco Indonesia

Bersambung...


Read More

30 April 2013

Anomali Bahasa di Cilacap

Tunggul Buta dari kejauhan
#Bimbingan Orang Tua

Jurnal ini lumayan panjang dan menyebalkan. Kalo takut kebawa mumet, silakan dilewat saja...


Sudah sejak lama aku tertarik dengan keragaman bahasa di wilayah Cilacap sampai kuanggap sebagai anomali. Fenomena ini aku rasakan setelah melihat ada perberbedaan dengan daerah lain yang perubahan bahasanya terjadi secara bertahap.

Perhatikan saja pola perubahan bahasa dari Jawa Timur sampai Cilacap dan dari ujung Jawa Barat sampai Cilacap. Tidak ada peralihan drastis dan selalu memiliki daerah antara. Seperti bahasa Jawa Jogja ke Jawa Banyumasan memiliki bahasa transisi di daerah Kedu dimana dialek masih ikut ke Jogja namun kosa kata Banyumasan semacam inyong sudah masuk.

Di Cilacap perubahan bahasa terjadi begitu ekstrem tanpa batasan geografis yang mencolok. Banyak daerah yang hanya dibatasi pesawahan bahkan jalan atau selokan kecil tapi sebelah pakai bahasa Jawa dan sebelahnya lagi berbahasa Sunda. Sepintas tak kelihatan memang. Namun bila kita membaur akan terasa keanehan itu karena seringkali ada dua orang yang satu ngomong Jawa satunya Sunda tapi nyambung.

Sekian lama aku mencari literatur kebanyakan mentok di penelitiannya W.J Van der Meulen, sejarahwan asal Belanda yang menetap di Jogja. Dimana sejarah wilayah seputaran Gunung Slamet tak lepas dari kerajaan Galuh Purba di abad ke 3 sebelum masehi yang batas kekuasaannya meliputi wilayah dari Cirebon, Ciamis, Kebumen, Purwodadi, Batang dan sekitarnya.

Kerajaan Galuh Purba menjadi cikal bakal berbagai dinasti yang berkuasa di Nusantara. Tak terlalu salah bila dikatakan bahasa Banyumasan merupakan akar budaya Jawa tertua. Namun hanya itu yang dapat ditelusuri sementara fenomena peralihan bahasa secara drastis belum aku temukan.

Jadinya aku pakai metodenya Van Der Meulen dimana penelusuran sejarah dilakukan melalui legenda, mitos atau cerita rakyat yang saling berkaitan dan bisa ditarik benang merahnya.


Wilayah Galuh Purba - image credit banjoemas.com


Salah satu nya dari Jangka Jayabaya. Di bait 164 menyebutkan kalimat nugel tanah Jawa kaping pindho. Memotong tanah Jawa untuk kedua kalinya bisa berarti pulau Jawa sebelumnya pernah dibelah. Atau dulunya terbelah lalu bersatu untuk kemudian akan dibelah untuk kedua kalinya.

Ini ada kaitannya dengan legenda masyarakat seputaran gunung Slamet, dimana gunung tersebut dipercaya sebagai penjaga keselamatan tanah Jawa. Mitos itu menyebutkan suatu saat gunung Slamet meletus, tanah diantara sungai Comal sampai Losari, antara sungai Serayu sampai Citandui akan hilang dengan bersatunya laut Jawa dan laut kidul.

Mitos lain tentang daerah bernama Cilongkrang, masih di wilayah Cilacap. Berasal dari kata ci dan longkrang yang artinya air dan celah. Melihat kontur wilayahnya, daerah tersebut berbentuk lembah sempit memanjang seperti celah namun tidak ada sungai di tengahnya. Bila kita pakai metodologi Van der Meulen yang juga menelusuri sejarah melalui nama daerah, bisa jadi di masa purba wilayah tersebut memang ada sungai atau air dalam jumlah besar.

Celah Cilongkrang itu diapit dua baris pegunungan yang dinamakan Gunung Kelir dan Tunggul Buta. Mitosnya Gunung Kelir merupakan tempat menyembunyikan perahu emas yang suatu saat akan bersatu dengan Tunggul Buta. Kelir itu sendiri artinya layar dan Tunggul Buta bisa diartikan tonggak raksasa. Bersatunya kedua gunung tersebut bisa diartikan sebagai merapatnya perahu layar ke tonggak raksasa sebagai dermaganya.



Peta Jawa abad ke 18 (tambahan dari Mang Maya) - credit to Wikipedia


Ada benang merah yang bisa ditarik dari mitos-mitos tersebut dimana pulau Jawa dahulu pernah terpisah dan suatu saat akan kembali dipisahkan dengan tenggelamnya wilayah Cilacap. Belum bisa dipastikan secara ilmiah karena cerita rakyat itu berada di daerah samar untuk diterjemahkan antara pengartian secara harfiah dan pemaknaan secara filsafat.

Kemudian...
Apakah perubahan bahasa secara ekstrem di wilayah Cilacap ini merupakan warisan selat purba yang memisahkan pulau Jawa..?

Ada yang berkenan diskusi..?



Intinya
Sekedar berwacana tentang kearifan lokal daripada mumet baca berita politik saat ini. Sekali lagi ini tentang budaya dan tak perlu dibawa ke sisi lain apalagi religi...



Read More

11 April 2013

Mitos Ular Nagaraja


#Dewasa

Lagi nongkrong di teras belakang mess ada ular nyamperin. Karena paling ogah berurusan dengan makhluk melata itu, aku minta tolong orang lokal untuk mengusirnya agar tidak masuk.

Dari obrolan dengan orang asli sini setelahnya, aku bisa mengerti bahwa pemahaman tentang ular dan mitosnya tidak berbeda jauh dengan di Jawa. Misalnya tentang ular bila disakiti bisa mengenali pelakunya. Jika terbunuh, teman-temannya akan nyamperin untuk membalaskan dendam. Makanya bila terpaksa harus membunuh ular, eksekusinya musti dilakukan secara cepat di bagian kepala. Kudu langsung mati sebelum dia memanggil ular lain.

Kental berbau mitos memang. 
Namun aku punya teman aktifis komunitas yang kerjaannya meneliti mitos-mitos di masyarakat secara iptek modern. Salah satunya penelitian di goa Nagaraja yang terletak di pantai Selok Cilacap. Mereka tertarik dengan cerita tentang berkumpulnya ular-ular dari segala penjuru dalam waktu tertentu di goa tersebut.

Secara umum, daerah Selok Srandil memang sangat lekat dengan hal-hal berbau mistis yang menyangkut sejarah panjang kekuasaan negeri ini. Dimulai sejak jaman Majapahit dimana Gajahmada dipercaya menjalani masa pensiun sebagai pertapa di situ. Dilanjut saat Danang Sutawijaya alias Panembahan Senopati mengambil sejumput tanah sebagai syarat agar bisa membabat hutan Mentaok yang menjadi cikal bakal Mataram. Sampai masuk era modern, Soekarno dan Soeharto pun menjadikan gunung Selok sebagai tempat mengasah kemampuan spiritualnya.


Pantai Selok - image credit Detik

Kembali ke soal penelitian teman...
Mereka mendapatkan data, bahwa di tempat-tempat yang dikatakan angker, pada waktu-waktu tertentu ada pancaran frekuensi elektromagnetik di kisaran gelombang 28 kHz. Anehnya gelombang itu hanya ditemukan terbatas di lokasi angker dan tidak terdeteksi di luar wilayah itu.

Secara pseudoscience, mereka membuat kesimpulan bahwa berkumpulnya ular di goa Nagaraja ada hubungannya dengan kemunculan frekuensi misterius itu. Sedangkan menurut mitos yang berkembang di masyarakat, ular-ular itu sedang dikumpulkan oleh pejabat kerajaan laut selatan yang bernama Nyi Blorong.

Jadi ada 3 hal yang bisa ditarik benang merahnya. Pertama ular bisa mengenali orang yang menyakiti dan mengirimkan data tersebut kepada ular lain. Kedua, ada frekuensi 28 kHz misterius saat ular-ular berkumpul di gua Nagaraja. Dan terakhir tentang mitos Nyi Blorong.

Aku jadi mikir bahwa ular itu tak ubahnya CCTV yang berfungsi untuk merekam dan menyimpan data kemudian mengirimkan secara wireless menggunakan sinyal 28 kHz ke server laut selatan yang dikelola Nyi Blorong. 

Membunuh ular harus mati sekali pukul di bagian kepala, bisa jadi karena DVR dan transceivernya terletak di situ. Ini sama dengan strategi militer yang selalu menyerang fasiltas radar dan komunikasi dalam kesempatan pertama sebelum menyerang unit lainnya. 


Menuju Gua Nagaraja - image credit Sara Wijaya @ Mister Tukul TV7

Bila dihubungkan dengan keyakinan ala kraton Jogja yang menganggap Nyi Roro Kidul itu nyata, bisa jadi kerajaan Laut Kidul sebenarnya sekumpulan manusia ultra modern dengan kecanggihan teknologi kamuflase sehingga tidak bisa kita deteksi. Kita menganggap itu ghaib atau khayalan, karena memang teknologi kita belum sampai kesana. Ini sama dengan manusia tahun 80an mengatakan hape di film Startrex sebagai imajinasi sutradara semata.

Mantap juga bila benar seperti itu...



Intinya
Tak perlu dipikirkan terlalu jauh. Ini hanyalah pemikiran liarku yang bermodalkan praduga tak bersalah saja. Dianggap gila pun tak masalah karena itu hanyalah sebuah wacana. Yang jelas aku selalu tertarik dengan mitos atau cerita rakyat dan ingin menuangkannya kedalam logika modern...




Read More

30 Oktober 2011

Tumbal

Suratan tangan di hari minggu tanggal tua. Orang lebih suka ngobrol di mess karena jarang yang ngeluyur ke kota. Namanya dompet lagi kempes-kempesnya, obrolannya lama kelamaan ngaco dan lebih banyak menghayal yang bukan-bukan. Namun ada satu cerita dari karyawan penduduk setempat yang lumayan menarik, yaitu tentang tumbal pesugihan.

Terlepas dari masalah agama atau tahayul, hal-hal klenik semacam itu kirain cuma ada di Jawa yang identik dengan Nyi Blorong atau Nyi Roro Kidul. Ternyata disini pun ada orang yang memuja setan demi kekayaan instan. Teman itu cerita tentang satu keluarga besar yang kaya raya. Dari delapan bersaudara itu yang hartanya berlimpah hanya satu orang. Ketujuh saudaranya hanya lontang-lantung dan semua kebutuhan hidupnya ditanggung oleh si sukses itu. Semua diberikan rumah dan mobil termasuk anak-anaknya.

Aku sempat menepis cerita, karena menurutku membantu saudara yang kurang beruntung itu sesuatu yang wajar. Tapi teman tadi tetap keukeuh dengan gosip yang beredar di masyarakat. Katanya, pada waktu masih sama-sama miskin, semua keluarganya itu sehat wal afiat. Begitu dia mulai kaya mendadak, satu persatu saudaranya mulai bertingkah seperti orang stres sampai sekarang. Katanya mereka memang dibuat setengah gila sebagai tumbal atau kompensasi atas kekayaan yang berlimpah itu.

Jadi ingat waktu aku beberapa tahun tinggal di pedalaman Jawa Barat. Mencari kekayaan dengan cara sesat semacam itu sudah menjadi rahasia umum dan bukan lagi dianggap aib. Tak heran bila sebuah kampung kecil yang terpencil kehidupannya lumayan mewah. Memang tidak semuanya begitu. Yang masih berada di jalan yang benar juga banyak. Kompensasi yang berlaku di pemujaan kampung itu adalah tidak punya keturunan. Makanya disana banyak orang kaya raya tapi tidak punya anak. Setelah orang itu meninggal, ya habislah semua harta kekayaannya itu.

Cerita yang lain aku temukan di daerah pesisir selatan masih di Jawa Barat juga. Ini agak aneh dan susah dimengerti tapi kisahnya memang begitu. Yang berlaku adalah kontrak umur. Misalkan dia teken kontrak selama 10 tahun, dalam jangka waktu segitu dia mendadak kaya raya. Setelah 10 tahun berlalu, dia akan meninggal dan seluruh hartanya juga habis dalam waktu singkat kena berbagai musibah. Mitosnya, sebenarnya dia itu belum mati. Tapi pindah ke alam ghaib jadi kacung di keraton dedemit yang dipujanya sampai batas waktu umur yang sebenarnya. Misalkan dia mati dimakan demit di umur 50 tahun, sedangkan takdirnya mati di umur 60, berarti selama 10 tahun dia berada di alam antah berantah.

Karena sudah umum, kasus-kasus semacam itu sudah tidak ada lagi tetangga yang mempergunjingkan. Toh mereka tidak merugikan orang lain sebagaimana halnya pemelihara tuyul atau babi ngepet. Malah tetangga sebelah kos-kosan pernah mengaku kalo diapun ikutan menggadaikan umur ke setan. Aku sempat tak percaya melihat kehidupannya yang biasa-biasa saja tak seperti orang lain yang wah.

Entah bagaimana awal mulanya, tetangga itu malah jadi curhat tentang prinsip hidupnya. Dia merasa orang bodoh dan miskin, tapi tak ingin anak-anaknya bernasib sama. Karena kondisi ekonominya yang tak memungkinkan, sedangkan dia merasa punya tanggung jawab atas masa depan anak, diapun nekat melakukan itu.

Alasannya kenapa hidupnya tidak dibikin mewah, katanya takut anak-anaknya jadi manja. Dia didik anak-anaknya dengan baik agar menjadi orang yang ulet dan mandiri. Bagaimanapun juga dia tau resikonya. Ketika kontraknya habis, semua kekayaannya akan kembali lenyap. Sebelum saat itu tiba, semuanya disekolahkan setinggi mungkin. Menurut pemikiran dia, hartanya memang akan hilang, tapi apa yang sudah masuk dalam otak anak-anaknya tak akan hilang. Sayang aku hanya setahun di sana dan tak tahu kelanjutan cerita setelah si bapak itu meninggal. Apakah hanya hartanya saja yang musnah atau anak-anaknya juga ikut berubah jadi bego.

Percaya atau tidak, itulah sebuah realita tentang kehidupan manusia yang kadang aneh-aneh di mata manusia lainnya. Aku tak mau menyangkutpautkan cerita ini dengan masalah religi karena pasti akan berbenturan. Mungkin memang banyak cerita lain tentang tumbal pesugihan semacam ini. Namun hanya kisah diatas yang aku lihat dan dengar dengan mata kepala sendiri di lingkunganku. Soal tumbal darah perawan, bayi, tuyul, ngepet dan semacamnya sampai sekarang aku belum pernah temukan apalagi nyobain. Amit-amit dah...

Tumbal pesugihan yang aku lakukan bukannya ngepet, tapi ngempet. Demi menafkahi anak istri, aku harus ngempet si otong karena cuma punya cuti 3 bulan sekali. Pesugihan semacam ini perlu mempersembahkan korban juga. Paling sering tuh korban perasaan. Sekian lama menanti cuti, pas pulang yang rumah palang merah.
Nasibmu sudah menjadi bubur cendol, tong...
Sabar...

#Gambar dari google



Read More

27 Januari 2011

Menyikapi Crop Circle

Copas abis dari BETA UFO (www.beta-ufo.org)

Crop Circle, UFO dan Bagaimana Menyikapinya
Oleh Nur Agustinus (BETA-UFO)
 
LAPAN dan berbagai instansi lain dengan cepat menyimpulkan bahwa crop circle di Sleman dan Bantul adalah buatan manusia. Membuat pengamat UFO yang punya pandangan berbeda seakan tidak mengakui kredibilitas ilmuwan serta dianggap keras kepala karena kesukaannya pada fenomena UFO yang masih dianggap sebagai paranormal. Peneliti crop circle di AS, Nancy Talbott dari BLT Research, saat melihat foto-foto yang ada, menyayangkan sikap LAPAN yang terburu-buru dalam membuat kesimpulan.
 

Abu Mashud, tim investigasi BETA-UFO berada di lokasi crop circle Sleman
Sebenarnya, kalau orang-orang ini ditemui secara pribadi, ngobrol bebas dan tidak direkam atau untuk kepentingan publik, mereka mungkin bisa beda pendapatnya dengan apa yang dinyatakan lewat media. LAPAN secara organisasi tentu tidak mau mendapat kesulitan dengan banjir pertanyaan kalau mereka tidak tahu apa yang menyebabkan terjadinya crop circle.
 
Hal yang sama tentu berlaku ketika mereka secara institusi memberi pernyataan tentang UFO. Thomas Djamaluddin sendiri, seorang peneliti LAPAN, ketika masa mudanya pernah tertarik dan menulis tentang UFO di majalah Scientiae. Sebagai orang yang mewakili institusi yang dianggap penting (dan strategis) saat ini, tentu tidak mudah mengatakan bahwa UFO itu ada. Boleh jadi pendapatnya tentang UFO memang seperti itu saat ini, dan itu biasa sebab fenomena UFO ini sampai saat ini masih kontroversi.
 
Sebenarnya, saya melihat untuk kasus crop circle ini agak aneh ketika LAPAN dilibatkan. Hal ini karena LAPAN seharusnya menangani masalah antariksa dan penerbangan, bukan hal-hal yang ada di tanah. Tentu ini terjadi karena crop circle dikaitkan dengan UFO, sementara begitu bicara soal UFO, orang akan menoleh kepada LAPAN. Ini tidak lepas dari pernyataan kepala LAPAN di era tahun 1980an, Bapak J. Salatun, bahwa LAPAN menerima laporan UFO dari masyarakat. Bahkan dalam buku yang ditulis oleh Salatun, "UFO, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini" (1982), beliau bersama anaknya, Adi Sadewo Salatun (kini kepala LAPAN) pernah melihat dan memotret UFO pada tahun 1982.
 
Kita tidak tahu, apa yang dilakukan pemerintah atau militer menyikapi crop circle ini di balik media. Bisa jadi ada pertemuan khusus membahas hal ini dari aspek yang lebih tinggi. Boleh jadi meski dinyatakan bahwa crop circle ini buatan manusia, penelitian lebih lanjut tetap dilakukan dan terlewatkan dari pantauan masyarakat atau media.
 
Ada kesalahpahaman soal crop circle, di mana orang mengira bahwa crop circle adalah bekas pendaratan UFO. Ini adalah persepsi yang keliru. Crop circle adalah pola unik dan misterius di ladang. Memang ada orang yang bisa membuatnya, namun fenomena ini ada lebih dahulu daripada yang dibuat oleh manusia. Banyak hal yang misterius dalam fenomena crop circle, namun jika bukan pengamat serius masalah ini, tentu tidak akan mengikuti perkembangan informasinya.
 
Saya sering ditanya, apakah dari bentuknya bisa ditentukan itu buatan manusia atau alien? Saya mengatakan bahwa akan sangat sulit untuk mengambil kesimpulan sebab cara pembuatan crop circle yang bukan oleh manusia bisa macam-macam, antara lain karena efek pemanasan semacam dengan gelombang microwave, dan bisa juga dengan frekuensi suara. Yang terakhir ini tentu hanya rebah dan tidak akan ditemukan efek pemanasan apalagi radiasi. Namun saya katakan, bahwa kita bisa menilainya dari informasi tentang terjadinya. Seperti yang ada di Sleman, hingga jam setengah dua belas malam, warga tidak melihat ada yang janggal, aneh atau mencurigakan di sawah. Mereka saat itu duduk-duduk di luar rumah. Keesokan harinya sudah muncul crop circle tersebut. Kalau itu manusia yang membuat, maka tentunya "manusia ajaib". Sulit dinalar bahwa manusia membuatnya dalam waktu beberapa jam dalam kondisi gelap dan tanah persawahan yang cenderung basah. Padi yang ada rebah dan tidak kotor kena lumpur, di mana kalau prosesnya diinjak-injak, tentu akan tampak lumpur berlepotan.
 
Penemuan crop circle kedua di Bantul sebenarnya menambah rasa penasaran. Jika memang dibuat manusia, apakah pelakunya sama? Crop circle di Bantul akan sulit diketahui jika tidak ada yang di Sleman sebab bentuknya sulit dilihat dari atas (tidak ada bukit). Hanya karena petani di sana kemudian penasaran setelah mengetahui yang ada di Sleman, mereka menemukan bahwa pola rebahan juga unik, merupakan bentuk geometris yang teratur. Oleh karenanya, crop circle di Bantul ini, kalau dibuat oleh manusia juga tanda tanya besar.
 
Lalu, jika itu dihubungkan dengan UFO, bagaimana terjadinya? Ada video yang berhasil merekam peristiwa dua buah cahaya orbs (bulatan) yang melakkukan manuver dan kemudian terbentuk lingkaran aneh di ladang. Tapi ada juga kesaksian seorang polisi di Inggris yang memergoki tiga makhluk seperti manusia berukuran tinggi yang berada di ladang, dan kemudian polisi itu mendengar suara statik yang mengganggu telinganya. Saat terdengar suara itu, dia melihat tanaman rebah dengan sendirinya. Saat ketiga mahluk itu melihat ada orang yang mengawasinya, mereka lari dan kemudian terlihat ada benda melesat ke angkasa.
 
Boleh jadi crop circle di kawasan Yogya ini dibuat oleh makhluk-makhluk misterius ini. Proses terbentuknya yang misterius, sangat cepat membuat rasa penasaran yang luar biasa. Tentu akan sangat panjang jika polemik siapa yang membuatnya ini terus dilakukan. Crop circle ini sendiri dengan berjalannya waktu akan hilang bekasnya. Petani akan memanen dan menanami kembali ladangnya. Yang tersisa hanya foto-foto, video dan kesaksian warga. Menurut saya, kasus ini akan tetap menjadi misteri dan tidak bisa dijelaskan secara sederhana. Mungkin akan muncul lagi crop circle yang lain. Semoga di kesempatan lain, penelitian lebih serius bisa dilakukan.
 
Surabaya, 27 Januari 2011

Read More

23 Februari 2010

Ikanku Mati Satu

Ketika ditawarin untuk pegang posisi personalia atau keuangan, langsung aku pilih yang kedua. Seperti ketika di Jakarta dulu, aku malah milih jadi teknisi ketimbang di Human Resources. Masalahnya bukan karena pegang uang yang jadi pertimbangan, melainkan jenis pekerjaan yang dihadapi.

Di bagian teknik atau keuangan, aku hanya berurusan dengan benda mati dan angka-angka. Resikonya memang lebih besar dibanding ngurus karyawan di HRD. Jadi teknisi resikonya paling kesetrum. Atau kalo di keuangan paling nombokin kalo tekor pas rekapan. Tapi kan kerjaannya teknis dan tidak harus berurusan dengan perasaan orang lain.

Nah, ketika kena krisis akhir tahun 2008 lalu, di kantor diadakan perampingan karyawan. Keuangan dan personalia digabung menjadi General Affair. Jadinya mau ga mau aku bersinggungan dengan karyawan juga. Menyeleksi, mengangkat dan membina karyawan. Kelihatannya tidak terlalu berat karena sistemnya sudah ada. Tapi itu beban yang lumayan berat juga buatku. Soalnya ketika ada karyawan yang tidak beres, tetap saja raportku ikut merah.

Aku bukan orang yang terbiasa banyak kata dalam pekerjaan. Misalnya ketika ada karyawan yang aku suruh menyelesaikan sesuatu sampai beberapa kali dan tidak juga dikerjakan, aku lebih suka langsung mengerjakannya daripada harus menyuruh lagi. Seperti pembantuku dulu beberapa kali aku tegur ngepelnya kurang bersih dan ndableg, besoknya aku pel lantai sendiri. Dan ternyata dengan cara seperti itu, pembantuku malah bisa lebih rajin di kemudian hari.

Hanya sayangnya, tidak setiap orang bisa seperti itu. Ada juga yang malah sepertinya sengaja memanfaatkan kelemahanku dengan kerja semaunya. Toh nanti dikerjain si Eko... Dan payahnya, itu adalah managerku sendiri. Dan ketika aku laporkan, Jakarta malah balik menyalahkanku. Yang milih orang tuh siapa..?  

Dan yang paling berat di HRD buatku adalah ketika aku harus memberhentikan karyawan. Apalagi bila karyawan itu sudah berkeluarga, punya anak masih kecil-kecil dan tidak ada penghasilan lain. Belum lagi ketika merengek minta kebijaksanaan sambil membawa anak istri. Duh, kadang setres beneran tuh...

Trus ada satu hal yang belum terpecahkan selama ini. Aku tuh punya akuarium di depan mess di bagian belakang kantor. Setiap kali ada karyawan yang keluar atau diberhentikan, ikannya pasti ada yang mati. Karyawan keluar satu, ikan mati satu. Dulu pas keluar dua orang, ikannya juga mati dua. Aku sebenarnya tak percaya mitos atau hal-hal semacam itu. Tapi mau tidak mau kadang aku mikir juga. Kenapa bisa begini..?

Dan siang tadi, si bos nanyain tentang karyawanku yang kemarin pamit mudik dan ternyata nyusul pacarnya ke Jakarta. Ketika aku jawab belum balik, bos bilang, "yowes ganti wae..." Baru saja aku menyelesaikan obrolan itu, seorang karyawan produksi masuk kantor dan laporan ikan mati satu.

Kenapa ya..?

Read More

05 Februari 2010

Mitos

Di saat hujan seperti ini, beberapa pedagang duren ikut berteduh di teras galeri. Kebetulan ada beberapa kursi panjang sebagai tempat nongkrong yang asik sambil ngopi. Dan entah bagaimana awalnya, jadinya ada dua orang yang berdebat tentang penglarisan dagangannya.

Yang satu mengatakan sowan ke kyai terkenal di daerah Magelang. Dan yang satu lagi mengaku hanya mengamalkan bacaan berbahasa jawa warisan dari leluhurnya. Yang agamis mengatakan itu dosa, karena doa yang sah harus ada dalam agama. Sedangkan yang satu bersikukuh bahwa Gusti Alloh bisa tahu permintaan manusia dalam bahasa apa saja. Walau aku kurang tertarik hal-hal semacam itu, tapi takut jadi berantem akhirnya aku ikut campur. Aku bilang semuanya benar, yang salah tuh aku yang tak mau berdoa...


Aku sendiri tak tahu kenapa orang mau berdebat tentang hal-hal yang pribadi seperti ini. Kalo sekedar diskusi, menurutku baik dan tak ada salahnya. Tapi memperdebatkan keyakinan, sampai kapanpun tak akan ada selesainya. Yang ada malah jadi musuhan dengan tetangga.

Walau tak menyalahkan, aku juga tak membenarkan ketika pedagang buah itu ngotot, bahwa yang diyakini temannya adalah mitos tradisi lama. Menurutku justru dia yang masih berpikir dengan otak tradisional. Sebagai manusia modern seharusnya kita bisa melihat, bahwa semua penemuan ilmiah berawal dari mitos. Seperti beberapa abad yang lalu Jules Verne dikecam karena pendapatnya tentang penerbangan manusia ke bulan padahal pesawat saja belum ditemukan. Pendapatnya dianggap mitos dan mimpi di siang bolong. Seperti sekarang kita bisa berceloteh dengan teman yang entah dimana hanya dengan duduk di depan monitor, dahulupun hanya mitos.

Mungkin ada yang ingat filmnya Clint Eastwood yang berjudul Firefox. Film yang mengisahkan agen rahasia Amerika yang mencuri prototipe pesawat Rusia yang paling canggih saat itu. Firefox bisa dikendalikan dengan perintah suara, tapi harus dalam bahasa Rusia. Saat film itu muncul, kemampuan teknologi Rusia dalam film itu dianggap hoax dan sekedar film hiburan semata, walaupun dikatakan diangkat dari kisah nyata.

Baru sekarang kita bisa mengatakan bahwa semua itu sangat mungkin. Semenjak Ericsson mengeluarkan hape tipe T29 yang dipromosikan dalam film James Bond, perintah suara sudah mulai digunakan masyarakat umum. Kalo dalam perkomputeran mungkin fungsi speech recognition dalam windows XP. kita tak perlu menekan tombol dan hanya cukup mengucapkan perintah saja. Hanya saja perintah tersebut harus dalam aksen tertentu oleh pengguna spesifiknya. Ketika orang lain akan menggunakan fungsi tersebut, dia harus mengkustomisasi ucapannya agar bisa berjalan sesuai maksudnya. Kalo tidak, jangan harap bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Kembali ke soal tukang buah.
Buat aku sendiri yang namanya doa, mantra dan semacamnya lebih besar unsur sugestinya. Ketika kita meyakini dengan haqul yaqin, air putih dibacain bismillah lalu ditiup bisa lebih manjur daripada obat dari dokter spesialis. Dan masalah ucapan atau doa dan tercapainya sebuah tujuan dari pembacaan doa itu berdasarkan keyakinan, hampir identik dengan radio kalo jaman sekarang. Keyakinan itu diperlukan agar muncul getaran frekuensi yang selaras. Sebagaimana radio, bisa berbunyi kan karena gelombang yang tepat dengan studio radionya.

Ketika seseorang berdoa dengan getaran hati yang tepat, interfrensi gelombangnya akan sampai kepada tujuan doanya. Itu sebabnya kenapa ada orang yang bisa berbuat sesuatu yang luarbiasa dengan membaca doa anu, sedangkan orang lain tidak walau membaca doa yang sama. Perlu kustomisasi dalam penggunaan voice command nya agar bisa dikenali sistem.

Jadi tak perlulah kita memvonis orang lain yang berkeyakinan beda dengan istilah mitos, musyrik, mantra setan atau sejenisnya. Karena doa adalah sugesti yang memerlukan keyakinan dan getaran hati secara spesifik dan tidak bisa disamaratakan untuk masing-masing orang. Yang penting usaha fisiknya. Sugesti doa diperlukan hanya untuk meyakinkan hati kita bahwa usaha fisik kita akan berhasil. Minimal kita tak akan langsung menyerah begitu menemukan kegagalan.

Jadi tidak ada doa yang mitos. Yang sekedar mitos adalah kesuksesan orang yang hanya berdoa tapi tidak mau usaha dan kerja keras. Kecuali bila kita diintervensi takdir. Halah, jadi plin plan...

Ilustrasi The Thinker
Karya Katirin
Tujuh Bintang Art Space


Read More

02 November 2007

Lokasi Taman Eden Ditemukan

Saya nemu yang rada asyik neh di Beta_UFO.
Simak ya...

Taman Eden diserap dari kata bahasa Ibrani, Gan Eden. Dalam bahasa Indonesia disebut Firdaus yang diserap dari kata Persia, "Pairidaeza" yang arti sebenarnya adalah Taman. Dalam Islam Taman Eden disebut juga Surga `Adnin atau Jannatul `Adnin.

Banyak orang ingin hidup di taman Firdaus (taman Eden), tetapi karena mereka tidak tahu letaknya dimana, jadi mereka menganggap taman Eden itu ada di surga. Kita sekarang sudah mempunyai peralatan yang serba canggih, mulai alat pemetaan dengan komputer s/d satelit, jangankan lokasi peta di dunia, peta di bulan pun telah kita ketahui dan miliki.

Oleh sebab itu kalau kita sekarang tidak bisa menemukan letaknya taman Eden di dunia ini berarti hanya ada dua kemungkinan, taman Eden itu hanya sekedar dongeng orang jaman baheula saja atau taman Eden itu letaknya benar-benar di surga, tetapi apabila letaknya di Surga, kenapa Adam & Hawa bisa keluar dari Taman Firdaus secara begitu saja tanpa menggunakan kendaraan turun dari surga ke bumi ?

Banyak orang telah berusaha untuk mengungkapkan rahasia dimana letaknya taman Eden, mulai dari Calvin sampai para ahli sejarah maupun ahli geologi jaman sekarang. Ada yang menduga letaknya di Mesir, di Mongolia, di Turki, di India, di Irak dsb-nya, tetapi tidak ada yang bisa memastikannya 100%. Bahkan menurut Wikipedia bahasa Inggris, Taman Firdaus itu bisa juga letaknya di daerah Indonesia sekarang yang mereka sebut sebagai Sundaland.

Kalau kita mencari letak lokasi taman Eden maka seharusnya kita mulai dari Alkitab, sebagai titik awalnya sebab dari situ pertama kalinya kita mengetahui keberadaannya taman Eden. Menurut Alkitab letak taman Eden itu dibagian timur, ini dilihat berdasarkan titik pandang si pencerita, karena penulisnya orang Yahudi, maka yang dimaksud otomatis bagian timur dari Israel.

Menurut Alkitab "Ada suatu sungai yang mengalir Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang." (Kej. 2:10) 
Nama ke empat sungai itu ialah Hiddekel, Perath, Pison dan Gihon





Dua sungai pertama telah bisa di identitaskan: Hiddekel = Tigris dan Perath = Efrata, maka dari itulah banyak orang beranggapan bahwa taman Eden berada di daerah Mesopotamia selatan (daerah sekitar Irak sekarang) dimana sungai Tigris dan Efrata mengalir di jaman sekarang ini.

Yang tidak atau belum bisa di identitaskan adalah kedua sungai terakhir Pison dan Gihon. Banyak yang menduga bahwa Gihon berada di Etiopia, karena tercantum dalam Alkitab bahwa sungai Gihon mengelilingi tanah Kusy (Kej. 2:13). 

Kusy dalam Alkitab biasanya diartikan sebagai Etiopia. Sedangkan sungai Pison berada di bagian tanah Arab, seperti yang tercantum di Kej 2:11 sungai Pison mengelilingi tanah Hawila = tanah dibagian Arab.

Menurut Alkitab ribuan tahun setelah Adam diusir dari taman Eden terjadi air bah yang menghancurkan dunia ini. Air bah tersebut telah memporak porandakan dan mengubur sebagian besar hutan-hutan maupun taman-taman sebelumnya. Lapisan dari endapan tanah yang bermil-mil tebalnya, menjadi saksi bisu dari terjadinya kerusakan tersebut. Bahkan sebagian besar dari permukaan bumi ini telah tenggelam dan berada dibawah permukaan laut.

Dr. Juris Zarins dari Southwest Missouri State University di Springfield, telah mengadakan penilitian lebih dari 10 th untuk mengungkapkan rahasia dimana letaknya taman Eden. Ia tidak hanya sekedar membaca dan menghafal seluruh ayat-ayat di Alkitab yang ada kaitannya dengan Taman Eden, bahkan ia menyelidiki foto-foto dari satelit, dan berdasarkan hasil penelitiannya ternyata taman Eden itu telah tenggelam dan sekarang berada dibawah permukaan laut di teluk Persia. 

Bagi mereka yang tertarik dan ingin membaca hasil riset nya yang dilakukan secara ilmiah, silahkan baca kutipan dari Smithsonian Magazine lengkap dengan foto-foto dari satelit (LANDSAT), di sini
------------------





Ini agak OOT, tapi perlu disimak para pecinta UFO. 
Apakah Adam itu aliens atau bukan?

Aham bhumim adadam aryaya.
aham vrsthim dasuse martyaya,

aham apo anayam vavasana
mama devaso anu ketam ayam. (Rgveda IV.26.2).


Artinya:
Aku anugerahkan bumi ini kepada orang yang mulia.
Aku turunkan hujan yang bermanfaat bagi semua makhluk.
Aku alirkan terus gemuruhnya air dan
hukum alam yang patut pada kehendak-Ku.


Ada beberapa artikel yang menarik untuk dibaca:
1. Did Extraterrestrials Visit Earth Before the Flood?
2. Was Adam a Alien Half-Breed? by James Donahue
3. ebook FLYING SERPENTS AND DRAGONS by R.A. Boulay
4. Humanity's Extraterrestrial Origins: The Lizzies

Berikut adalah tulisan di majalah INFO-UFO edisi 1 tahun 2001.

Proyek Adam di Lab Eden

Apa Yang Terjadi di Eden 6000 Tahun Lalu?
Sering menjadi pertanyaan, apakah Adam merupakan manusia pertama di bumi ini? Benarkah dia dibuat di Eden? Apakah sebenarnya yang terjadi di sana? Apakah yang ada di kitab kejadian (Genesis), khususnya penciptaan dalam enam hari itu, di mana manusia diciptakan (atau dibikin) pada hari keenam, itu merujuk kepada penciptaan Adam dan Hawa? Bagaimana dengan petunjuk yang ada dalam kitab-kitab lain? Bagaimana pula jika dikaitkan dengan mitologi bangsa Sumeria kuno?

Apakah Adam Manusia Pertama?
Kebanyakan orang mempercayai bahwa Adam adalah nenek moyang dari semua manusia. Dengan demikian, sebelum Adam tidaklah ada manusia sama sekali. Tapi, banyak orang tentunya meragukan hal ini. Apalagi menurut temuan arkeologi, sudah ada peradaban manusia yang jauh lebih tua dari perkiraan masa kehidupan Adam. 

Yang jadi pertanyaan, benarkah kisah yang dikemukakan dalam berbagai manuskrip bahwa Adam itu dibuat dari tanah?

Ada pendapat yang mengkaitkan proses pembuatan Adam ini dengan makhluk luar angkasa. Hal ini dikaitkan dengan adanya fenomena makhluk dari dimensi lain yang dikisahkan bersamaan dengan proses pembuatan Adam. Dan ada anggapan bahwa yang dimaksud "dari tanah" itu bukan berarti bahan materi dari Adam adalah tanah, melainkan diciptakan dari sisa-sisa yang ada di dalam tanah.

Proses penciptaan Adam dari sisa-sisa makhluk hidup yang ada sebelumnya, mungkin bisa ditunjang dengan adanya pandangan bahwa dalam proses menciptakan langit dan bumi, sang pencipta berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu.

Ada kepercayaan bahwa penciptaan bumi dan langit ini terjadi berulang-ulang, sehingga ada proses penciptaan pertama dan penciptaan yang berikutnya. Hal itu dikatakan supaya manusia yang hidup saat ini bisa mengambil pelajaran dari pengalaman "manusia" terdahulu.

Dari studi yang ada, umumnya sampai pada kesimpulan bahwa Adam hidup sekitar 6000 tahun yang lalu. Kalau memang Adam dianggap hidup 6000 tahun yang lalu, maka mestinya ada catatan kuno tentang hal itu. Hanya saja, kalaupun ada catatan kuno, apakah catatan kuno itu bisa dipakai sebagai bukti atau cuma sekedar mitos dan legenda saja?

Adam, kalau memang pernah ada, harusnya hidup di daerah sekitar Mesopotamia atau sekarang ini daerah Irak, Iran atau sekitarnya. 

Ada yang bilang, Adam sebenarnya muncul (turun) di India. Kalau memang di India, harusnya ada keterangan tentang hal itu. Di India ada kisah tentang Manu dengan bencana air bah, di mana kata "Manu" ini sama dengan "Nuh" dan juga kemudian dipakai menjadi istilah "Manusia". 

Dari kitab Veda, tepatnya RgVeda IV.26.21-22 isinya: "Aku menganugerahkan bumi ini kepada Adadam Aryaya (orang yang mulia). Aku turunkan hujan yang bermanfaat bagimakhluk, Aku alirkan terus gemuruhnya air dan hukum alam tunduk kepada perintah-Ku." 

Apakah di sini merujuk kepada "ADAM" ? 
Namun ada yang menafsirkan "Adadam Aryaya" sebagai "bangsa manusia ras Aryan." "Aham bhUmim adadAm AryAyAhaM" diterjemahkan sebagai "I have bestowed the earth upon the Arya." 

Apakah Adam itu adalah pemimpin pertama bangsa Aryan? 
Aryan ini adalah bangsa Indo-Eropa atau Persia yang sekarang ini bernama Iran. Apakah ini ada hubungannya dengan mitos serangan bangsa Aryan ke India? Dan apa yang tertulis dalam kitab Kejadian 5:1 mungkin bisa menjadi bahan pemikiran. Apakah orang-orang yang ada dalam daftar silsilah Adam itu memang benar pernah hidup dulu.... atau cuma dongeng?

Apakah Eden Lab Genetika?
Kalau kita membahas soal asal usul cerita Adam ini secara serius, rasanya kurang lengkap kalau kita cuma berhenti pada sumber literatur dari kitab suci yang ada saat ini saja. Kita mesti menelusuri, dari mana asal usul cerita ini semula.

Kisah penciptaan Adam ini terjadi di "Taman Eden". Hal ini dikuatkan dengan cerita atau mitologi bangsa Sumeria kuno. Di sana ada banyak tokoh, seperti Enki, Enlil, Nin-Ti, Enkidu, dan lain-lain. 

Tahukah Anda, bahwa ada yang menarik dari istilah kata Eden (Edin) itu sendiri. Dalam bahasa Sumeria kuno, kata "E" berarti "Rumah" dan "Din" berarti "Pembuatan". Jadi Edin atau Eden itu adalah sebuah rumah tempat mencipta, yang mana kalau di jaman sekarang ini disebut sebagai LABORATORIUM.

Jadi, Eden merupakan suatu tempat di mana "mereka" yang disebut dengan Elohim (yang artinya "mereka yang datang dari langit") itu melakukan berbagai percobaan atau proses pembuatan. 

Kalau di jaman sekarang, istilah yang tepat adalah kloning. Sebagaimana bisa kita baca dalam kitab-kitab suci maupun mitologi-mitologi yang ada, maka kita bisa mengetahui bahwa "mereka" mencari jejak-jejak kehidupan yang terkubur di dalam tanah dan menemukan jasad-jasad yang kemudian mereka ambil intisarinya (DNA) lalu dibentuk menjadi manusia. 

Demikian juga binatang-binatang yang lain. Itu sebabnya, pada kitab Kejadian 2:19 disebutkan bahwa Tuhan (Yehovah Elohim) membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Makhluk-makhluk ini, dibuat dari tanah, yang tentunya bisa ditafsirkan dua macam, pertama: binatang-binatang itu diciptakan dari tanah, dibentuk dan kemudian menjadi hidup, atau kedua: dari tanah diketemukan sisa-sisa (jasad) binatang yang ada dan kemudian melakukan kloning sehingga dengan segera terbentuklah berbagai binatang.

Seperti kalau sekarang ini manusia mengkloning domba yang diberi nama Dolly itu. Tentunya akan menjadi pertanyaan yang abadi, mengapa sang pencipta harus menciptakan manusia dan binatang itu dari tanah? Mengapa tidak begitu saja "dari tidak ada" menjadi "ada"? Jika memang dalam membuat Adam digunakan proses kloning, apakah sama dengan proses yang ada saat ini?

Hal ini kita bisa bandingkan dengan proses pembuatan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian saripati itu diolah menjadi air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh atau rahim. Kemudian air mani itu dijadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu dijadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu dibungkus dengan daging. Kemudian akhirnya terbentuklah sebagai makhluk yang berbentuk lain.

Hal itu bila dibandingkan dengan prosedur kloning yang ada sekarang ini, maka prosesnya adalah mirip. Dan yang menjadi pertanyaan: Jika manusia pertama itu dibikin dari suatu saripati (yang berasal) dari tanah, lalu diolah menjadi cairan (lendir) atau semacam gel, dan kemudian ditempatkan dalam tempat yang kokoh (diartikan sebagai rahim), maka rahim siapakah yang dipakai? 

Apakah ribuan tahun yang lalu, ada sekelompok ilmuwan yang bekerja di laboratorium Eden, mengerjakan semacam Proyek Adam, mencari sisa-sisa jasad renik untuk diperoleh susunan DNA dari tanah dan kemudian menciptakan manusia. Manusia ini, menurut mitos yang ada, dibuat untuk bekerja kepada mereka sebagai budak dalam rangka menambang emas.

Lalu, apakah macam-macam mahluk mitos juga berasal dari lab Eden? 
Bisa jadi memang begitu. Meski kepastian bahwa makhluk-makhluk itu diciptakan di Eden memang tidak jelas. Namun kalau dalam kitab Kejadian ada ditulis: "Lalu TUHAN Allah memben-tuk dari tanah segala binatang hutan (beast of the field) dan segala burung di udara (bird of the heavens)." 
Dan hal itu dibuat di Eden.

Menurut mitologi bangsa Sumeria, Anunnaki (atau mereka yang bertanggung jawab dalam proyek Adam ini), berasal dari planet Nibiru, yang masih satu tata surya dengan kita. Sampai saat ini, planet tersebut tidak diketahui lokasinya. Namun berdasarkan perhi-tungan, diduga kuat memang ada.

Lalu, bagaimana dengan sisa-sisa fosil dinosaurus yang hidup ratusan juta tahun yang lalu? Apakah "mereka" itu tidak tertarik untuk menghidupkan mereka juga? Padahal, saat inipun, manusia yang telah menguasai teknologi kloning pasti akan tertarik untuk "menghidupkan kembali" dinosaurus dari sisa-sisa DNA yang tersisa. Apakah menurut mereka dinosaurus yang besar-besar itu tidak baik untuk keadaan bumi di saat itu?

Mitologi Sumeria kuno mencerita-kan adanya makhluk-makhluk aneh. Misalnya, makhluk bersayap, berbadan lembu dan berkepala manusia. Makhluk ini adalah makhluk mitos, ada yang menyebut sphinx atau kerub. Ada juga burung berkepala manusia atau sebaliknya, manusia berkepala gajah atau burung. Apakah di Taman Eden, dilakukan berbagai rekayasa genetika, termasuk memproduksi makhluk yang aneh-aneh? (nas)

Bagaimana menurut Anda?

Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena