Tampilkan postingan dengan label jalan jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan jalan. Tampilkan semua postingan

02 Maret 2020

Mengapa Kijang Innova Disukai Banyak Orang

Pertanyaan : Apakah mobil kijang Innova disukai banyak orang karena bagasinya bisa muat banyak barang?

Jawaban :

Sebagai orang yang cuma bisa mancal gas dan rem doang, yang saya suka dari Innova adalah :
  • Kabin luas. Perjalanan jarak jauh menjadi nyaman bisa leluasa selonjoran. Paling berasa saat di kampung. Mbahnya anak-anak suka mengajak 8 cucunya ke pantai dan semuanya bisa dijejalkan tanpa terlalu banyak mengurangi kenyamanan.
  • Beneran mobil keluarga. Akselerasinya kurang spontan. Injak gas, si Ipah perlu ambil nafas dulu sebelum ngacir. Dampaknya saya jadi kurang berani ambil resiko nyolong jalan khususnya di daerah Jawa Timuran yang didominasi oleh nok Eka, Mira, kang Sugeng dan sejenisnya. Potensi ugal-ugalan berkurang artinya lebih aman untuk bawa keluarga.
  • AC-nya cepat dingin. Ini mungkin cuma pendapat pribadi. Tapi yang saya rasakan, untuk kendaraan keluarga kelas menengah ke bawah, AC Innova paling cepat mendinginkan kabin setelah dijemur seharian.
  • Ada logo Toyota. Bagi orang awam otomotif seperti saya, logo itu berarti ketersediaan sparepart dan bengkel yang mampu menangani merajalela sampai ke kampung. Saya tak perlu takut bila sewaktu-waktu ada masalah. Dan yang kedua, logo itu artinya mudah dijual dengan harga tidak terlalu jatuh. Tahu sendiri kan orang macam saya, belum beli saja sudah mikir gimana caranya nanti dijual lagi.




Soal luas bagasi tidak terlalu berpengaruh buat saya, orang sehari-hari dipakai istri ke pasar atau antar anak ke sekolah. Angkut barang banyak paling banter kalau mudik. Berangkat cuma bawa koper, begitu balik maunya sekebon diangkut semua.

Terima kasih
Salam, rwn

Repost dari Quora

Read More

09 Januari 2020

Nyetir 3 Jam Non Stop

Repost dari Quora

Menjawab pertanyaan : Pernahkah kamu menyetir lebih dari tiga jam non-stop? Apa tipsnya agar bisa selama itu?

-----

Nyetir nonstop berhenti makan dan pipis doang rekor saya baru 17 jam. Antar turis asing dari Jogja ke Kawah Ijen. Jemput di hotel jam 4 subuh saya konfirmasi tujuan apa benar ke Kawah Ijen mereka bilang yes.

Belum ada tol Trans Jawa sebagian orang mungkin tau sendiri lah kaya apa rute Jawa Timuran apalagi di Ngawi antri tapi tak berani nyalip biar jalur sebelah kosong. Beberapa kali kena jebakan betmen soalnya, haha

Dari Besuki saya belokin arah Bondowoso. Sampai tujuan penumpang baru bilang, "saya memang mau ke Ijen, tapi mau ke hotel dulu di Banyuwangi…" #modyaarrr

Dari Besuki ke Banyuwangi yang semestinya bisa sampai maksimal 2 jaman melalui jalanan yang lurus dan landai, saya jadi nambah waktu tempuh 5 jam di rute pegunungan yang sempit diapit jurang dan tebing.

Nahan ngantuk, modal saya cuma air mineral dan cemilan. Kalo mata mulai berat, singgah di spbu beralasan mau pipis, cuci muka lalu jalan jalan sebentar tanpa alas kaki di tanah berkerikil. Pijat refleksi singkat itu lumayan efektif buat saya. Saya tak pernah merokok saat nyetir. Buka jendela beberapa jam sekali hanya untuk menambah asupan oksigen dari luar biar udara melulu hasil daur ulang dari AC.

Sampai Ijen sebenarnya saya sudah kelelahan dan mata sudah tak ingin berkompromi. Rute kawah Ijen - Banyuwangi yang sangat sempit, berkelak kelok kanan kiri jurang, pandangan cuma satu meter gegara kabut sangat menolong saya menghilangkan kantuk. Adrenalin effect mungkin.

Alhamdulillah jam 9 malam sampai hotel. Begitu tamu check in, saya basa basi sebentar dengan satpam lalu tidur di mobil dan besok pagi baru balik ke Jogja.

Itu jawaban panjang

Jawaban pendeknya buat menahan kantuk, minum air putih banyak banyak, hindari kopi atau minuman energi. Tidak merokok tapi perbanyak menghirup nafas dalam dan buka jendela ketika ada di lokasi yang udaranya bersih. Pijat refleksi dengan berjalan di atas kerikil tanpa alas kaki. Cari rute yang relatif banyak kelokan tidak melulu lurus agar konsentrasi tetap terjaga. Boleh tancap gas tapi tetap santai dan jaga emosi. Ngebut ugal ugalan ingin lekas sampai justru bikin perjalanan terasa lama dan melelahkan. Lalu.. eh sori ini jawaban pendek ya? Hehe

Terima kasih sudah menyimak

Read More

26 Juni 2019

Sapi Trip #1

Beberapa hari lalu...
Dikontak teman dari Banser Gandrungmangu, "mas, hari rabu besok tolong antar ke Purwokerto mengurus sapi bantuan untuk GP Ansor Kertajaya. Jemput di Pasar Kunti jam 8 pagi..."

Pamitan ibue Ndut sekalian konfirmasi kendaraan dipake apa engga. Mungkin terbiasa tiap hari kamis musti mengantar keponakan kontrol ke RSUD Banyumas, ibue nanya, "pulangnya jam berapa, sampe malem ga..?"

"Katanya sih sebentar. Tapi berhubung urusannya sama pasukan ureng-ureng, anggap saja pulangnya minggu depan."
"Kok bisa..?"
#LiatSajaBesok...


Dan beneran...
Sesaat menjelang detik-detik proklamasi, rencana berubah, "jemputnya ke Ciglagah habis dhuhur saja, mas..."

"Habis dhuhurnya gapapa, offroad ke Ciglagahnya itu yang repot..."
"Santai, mas. Info terkini jalan sudah diurug, garansi bisa lewat..."

Ternyata benar...
Jalan yang rusak parah waktu musim hujan kemarin sudah diurug tanah. Di jalanan datar perjalanan bisa lancar biarpun debunya menyesakkan nafas. Masalah terjadi di batas desa. Jembatan dibangun cukup tinggi, jalan naiknya terlalu terjal plus belum diaspal alias masih tanah urug. Naik pelan-pelan ban selip, kasih ancang-ancang agak kencang mobil kandas.

Dua kali kolong mobil nyium beton ujung jembatan tanpa berhasil naik, aku kasih pilihan putar balik kembali ke rute semula dengan resiko nambah perjalanan 30 kiloan atau cari sukarelawan untuk angkat mobil ke atas jembatan. Opsi kedua yang dipilih. Betul-betul pasukan santri fast response. Gak pake lama setelah dikontak, bantuan berdatangan walaupun yang dikirim kebanyakan anak-anak balita.
#Yungalah...


Sampai titik penjemputan, apa yang dibayangkan beneran terjadi. Manifest penumpang yang info awalnya 4 orang, mendadak bengkak jadi 7 orang ditambah 2 balita dan bagasi tambahan satu tandan pisang.

Ga pengen komen apalagi komplen, karena yakin jawabannya tak bakalan jauh dari "ada yang mau ke kota apa salahnya ikut nebeng pelesir" atau "numpang sowan ngalap berkah ke pak kyai masa ga boleh ikut..?"

Wis pokoknya atur-atur sendiri saja lah gimana caranya, mau dipangku mau dilipat yang penting muat. Sopir taunya mancal gas sambil komat kamit tidak ada razia atau pecah ban bawa beban overweight di jalanan berbatu.
#Bismillah...


Read More

26 Juni 2018

Wisata Kekinian Plesir Kampung

Nge-mall..? Basi...
Wisata pantai..? Sudah biasa...
Piknik ke gunung..? Terlalu mainstream...


Yang kekinian itu pelesiran ke kampung, berbaur dengan masyarakat tradisional, mengenal kearifan lokal tersisa sebelum benar-benar punah. Secara sederhana travelling itu kan tentang pengalaman baru. Mencari sesuatu yang belum pernah kita coba, bukan tentang yang kita suka. 

Makanya suka merasa aneh kalo ada yang jauh-jauh ke pantai Depok, giliran makan bukannya pesen seafood malah nanya mekdi dimana. Ada yang turun dari bis wisata berspanduk sekolahan asal Jakarta masuknya ke mall cari jersey bukannya ke Turi ngeborong salak pondoh. Apa di Jakarta mereka mainnya di sawah tak pernah ke mall..?

Sisi lain...
Di jaman serba gampang begini, hampir segala hal dianggap instan oleh anak sekarang. Ingin bermain cukup colak-colek di app store. Susah payahnya membuat mainan dari kulit jeruk tak kan pernah terpikirkan. Contohnya ada tetangga yang tidak tahu bahwa hamil itu umumnya 9 bulan. Baru menikah 2 bulan sudah melahirkan, bisa jadi merupakan salah satu dampak pola pikir instan yang tidak memahami proses produksi.

Oleh karena itu...
Sudah dua tahun ini anak-anak lebih banyak diajak kembali ke alam. Bermain di sawah melihat orang menanam padi atau nimbrung ke tempat perajin gula tradisional. Dibilang tidak seru, nyatanya mereka antusias dan penuh keceriaan. Yang bilang tidak asik, paling banter bocah alay yang mendefinisikan wisata itu sebatas selfie di spot viral.

Jadi kepiye..?
Merasa gaul pajang foto junkfood waralaba atau berdiri di tangga pesawat..? Haha digaulinya kurang dalem itu mah...

Pokoknya cek saja foto-foto terposting di medsos teman
Kalo masih ada yang aplut foto wisata tematik semacam ini
Itu salah satu tanda-tanda pemostingnya ndeso dan kurang modal buat plesir... 

#TurisKere
#KapokmuKapan
#BaliNdesaBaeLah 

Read More

24 Juni 2018

Generasi Ke 5



Satu hal yang tidak boleh ditinggalkan setiap pulang kampung adalah sowan mbah buyut. Menjadi wajib bukan soal waris atau minta sembur apalagi uwur, melainkan jepret gambar beliau bersama anak-anak. Karena menyatukan leluhur dan keturunan yang terpisah lima generasi dalam satu frame adalah sesuatu yang teramat langka.

Kondisi simbah saat mudik terkini masih sehat bugar ceria banyak tertawa seperti biasanya. Hanya penglihatan yang sudah mulai bermasalah tak bisa lagi mengenali siapa yang berdiri di ambang pintu tanpa bersuara.

Namun melemahnya mata fisik sepertinya membuat mata hati menjadi tajam. Begitu antri salaman beliau langsung komen, "kamu lagi prihatin..? Tidak kerja..? Ada masalah bla bla bla..."

"Kata siapa lagi susah..?"
"Lha ini sampai kurus kering begini..."

Citra yang nyamber, "ini tanganku bukan tangan ayah, Ki..."
"Ooowh..."

Tetep sehat yo, mbah...
Sing sabar le nunggu jemputan...
Semoga sampai turunan ke 7...


Read More

21 Juni 2018

WIsata Sampah Teluk Penyu

Habis nonton ebeg kemarin, si Ncip keterusan "mendem" seharian uring-uringan minta ke pantai. Pengen ke nyebrang ke Nusakambangan, juru kunci pelabuhan Karangsuci lagi syawalan di Jojok. Alhasil ke Teluk Penyu dengan nawaitu "asal meneng..."



Karena beneran tidak ada yang menarik di sana...
Sebenarnya punya potensi bagus, tapi entah ada apa dengan Disparta Cilacap. Di pintu masuk bayar untuk 3 orang, jebul tiket cuma dikasih 2 lembar. Penataan pantai kacau balau. Dulu warung-warung seafood pinggir pantai digusur kirain mau dibikin taman, ternyata dibiarkan yang pada akhirnya dikapling Deasy Ratnasari dengan lagu tenda biru buat pedagang rupa-rupa.

Sampah dimana-mana. Sempat nanya ke seseorang, mungkin petugas karena pakai kaos dengan identitas pemkab, dapat jawaban, "namanya orang banyak, pak..." 
Tidak ada kambing hitam malah nyalahin banyak
Emang banyak yang warnanya hitam ada?

Pengamen persis kaya lagu jadul, datang dan pergi sesuka hatimu. Baru lewat serombongan belum lima menit datang lagi gerombolan yang baru. Dibilang ga ada receh, ada yang jawab nanti dikasih kembalian. Dibilang baru saja ada yang ngamen sudah datang lagi, eh jawab, "astopirloh pak banyakin istigfar ini lagi lebaran sekali kali amal kenapa...?"

Puas si Ncip bermain pasir, mandi dan beranjak pulang, datang tukang parkir nyamperin. Dikasih 5 ribu perak minta tambah 5 ribu lagi. Dikomplen, "mahal amat..?"
"Dikiranya ga cape apa nungguin mobil..?"
"Yang nyuruh nungguin siapa..?"
"Lah pokoknya 10 ribu..."

Timbang rame, cung mangewu lagi
Dan tiada karcis sebagai gantinya...

Kaya kuwe ceritane, lik...
Wassalam...

#PlesirCilacap
#AjaDolanTelukPenyu 
#PokokeLah

Read More

14 Juni 2018

Mudik Tanpa Politik

Dalam rangka hari raya mudik 2018, Going to Cilacap with Love dilaunching hari ini. 

Tidak lewat jalan tol, karena bakal kejauhan bila harus lewat Cipali cs. Sengaja pilih melalui jalan Daendels agar bebas dari resiko terjebak konflik kecebong vs kampret yang menyebalkan. Masalah nanti disebut tidak nasionalis atau antek kompeni itu beda kasus.

Tahun ini beneran berbeda dengan sebelumnya sampai-sampai navigator salah perhitungan. Instruksi berangkat dari Jogja jam 8:00 WIB dengan perkiraan sampai tujuan sebelum maghrib. Jebulnya jam 12:00 gapura kota Cilacap sudah melambai-lambai di depan mata. Tak apalah tidak terlalu meleset kok, targetnya kan tiba sebelum maghrib.

Perjalanan lancar jaya. Pasar tumpah yang biasanya jadi biang macet kali ini tidak sampai bikin padat merayap. Sedikit tersendat di bangjo terminal Adipala. Lik Tusanto mungkin bisa menggalang dana untuk program pencegahan wabah buta warna yang melanda kecamatan Adipala sebelum semakin parah. Mumpung masih stadium awal dimana penderita cuma tidak bisa bedakan warna merah dan hijau di lampu setopan.

Balik ke soal perjalanan, kemarin mbah Djati Widodo sempat kasih kultum tentang naik kaleng dengan kecepatan 120 kpj. Hari ini bisa direalisasi tanpa masalah. Bisa jadi karena bukan kaleng khong guan tapi kaleng susu yang mengandung aa dan dha bebas riba.

Tidak terlalu sulit pancal 120 kpj dengan syarat ketentuan berlaku. Yang pasti kondisi aman jalan lurus rata dan tidak banyak bening-bening penganggu konsentrasi. Kedua muatan full dengan beban merata. Ketiga musiknya wajib koplo oa oe jangan Kenny G atau Bengawan Solo dkk. Selanjutnya yang paling penting, navigatornya lagi tidur biar terhindar dari resiko dilempar bunga sak-pot nya.

Akhirulkalam, berkat dukungan Gambarpacul dan all pesbuk friends, alhamdulillah acara hari ini bisa sukses selamat sampai tujuan. Segenap keluarga dan kerabat kerja mengucapkan Terima kasih sama sama semoga diterima di sisi-Nya...


Read More

09 Juni 2018

Liburan : Urus Sendiri atau Pakai Travel Agent..?


Musim liburan hampir tiba...
Benarkah urus liburan sendiri itu lebih murah dan meriah ketimbang menggunakan jasa agen perjalanan..? Tidak ada patokan pasti, namun kira kira ceritanya begini... 

 Pake agen itu terkesan tidak leluasa karena harus mengikuti jadwal yang sudah ditentukan dan relatif sulit diubah ketika mendadak menemukan sesuatu yang lebih menarik di sekitar tujuan. Misal begitu mendarat di Stasiun Tugu jadwalnya ke Kraton, ya wajib ke kraton. Keinginan menjelajahi flower market harus ditahan sekuat hati walau dari stasiun jaraknya cuma saknyukan. Begitu juga durasi waktunya...

Jatah di bonbin cuma satu jam, biar kata masih kangen berat sama saudara tua di sana, mau tidak mau harus say good bye. Rasanya seperti diburu-buru memang. Seperti habis begadang di Malioboro  itu enaknya bangun siang, eh sebelum subuh dibangunin untuk mengejar jadwal nonton sunrise di Bukit Panguk. Belanja oleh-oleh penginnya bakpia Kurniasapi, pemandu wisata antarnya ke bakpia 577 dengan alasan, "kurniasapi itu bakpianya bikin mual mules, kalo tidak percaya tanya ke tukang becak, ojek atau sopir travel..." 
Nyebelin kan..? 

 Urus sendiri artinya bebas menentukan segala sesuatu sehingga anggaran biaya "katanya" bisa ditekan seminimal mungkin. Yang diperlukan hanya sedikit tambahan waktu untuk riset tujuan, penginapan, transportasi dll yang datanya bertebaran di google.


Sayangnya dis wan indonesia no yu es e...
Kadar kemalasan admin web wisata dalam meng-update informasi banyak yang berada di level pekok. Jadi harus siapkan cadangan dana dan waktu untuk antisipasi perbedaan rencana dengan kondisi nyata apalagi bila berada di posisi long weekend atau peak season. 

Misal...
Pesan homestay liat di web (mungkin karena jepretnya pake aplikasi kamera jahat) tampilannya persis Luna Maya. Begitu disamperin, weladalah ternyata berwujud Lucinta Luna. Merasa kurang sreg, otomatis butuh waktu untuk cari pengganti. Ada yang kamarnya cocok harganya jauh diatas budget. Cocok kamar dan harga, lokasinya agak jauh yang artinya butuh tambahan biaya untuk ngojek. Belum soal kejebak macet, disasarin GPS dan sejenisnya yang berpotensi membuang waktu dan membengkakan anggaran dengan semena-mena.

Nyebelin kan..? 

Melalui agen perjalanan...
Segala sesuatunya sudah dipersiapkan. Mau makan di kuliner terkenal tak perlu antri karena petugas dari agen sudah jalan duluan sebelum wisatawan sampe ke warung makan. Kemana-mana ada pendamping yang kenal medan. Belanja batik bisa minta info terlebih dulu harga wajarnya berapa. Ketemu jalanan macet bisa dicarikan jalan tikus. Rasa cemas akan overbudget relatif tidak terjadi. 

Yang penting karena travel agen harus bayar di depan, cari agen yang terpercaya, respon cepat dan mudah diajak diskusi. Jangan tergiur penawaran paket murah, nanti ketiban nasib seperti jamaah umroh yang itu kan cucian banget. 

Carilah testimoni dari internet atau teman dekat yang pernah liburan pake agen perjalanan. Semakin banyak referensi semakin baik karena testimoni bersifat subyektif. Tidak semua cerita buruk murni kesalahan agen. Ada loh satu cerita. Agennya baik-baik saja, tapi yang umroh diajak balik ga mau malah bikin tagar #2019GantiAgen. 
Nyebelin kan..?

Trus kepiye..?
Selamat berlibur..!

Tulisan ini dimuat di AdventureYogya.Com  
Read More

06 Juni 2018

Tips Belajar Snorkeling


Habis cerita tentang Snorkeling di Pantai Nglambor kemarin, ada yang nge-chat via pesbuk, "dari Jogja jaraknya berapa kilo..?"
"Sekitar 70 km..."
"Waduh kok jauh ya..? Yang lebih dekat ada gak..?"
"Kalo begitu ke pantai Sadranan saja..."
"Berapa jauh dari Jogja..?"
"Sekitar 65 km..."
"Hadeuh... Maksudnya yang kurang dari 10 kilo ada gak..?"
"Ada..."
"Pantai apa..?"
"Ya pantai Sadranan itu. Tapi berangkatnya dari pantai Baron, jangan Jogja..."

Mendadak hening...
Tak tampak ada kehidupan lagi di aplikasi message pesbuk...


Yo wes lah...
Ketimbang ngelamun bagai pungguk merindukan THR, eh notifikasi japri, mendingan bagi-bagi tips buat yang ingin mencoba serunya wisata pantai yang berjudul snorkeling. Buat yang belum pernah tak perlu ngeper duluan apalagi sampai baper membayangkan latihannya akan sulit seperti saat berjuang melupakan mantan. *sayup-sayup terdengar backsound ditinggal rabi-nya Van Hallen...

Sebelum berangkat ke pantai, ada baiknya memeriksa kalender yang ada wage kliwon-nya. Bukan untuk menghitung weton mantan yang ninggal rabi, melainkan melihat tanggalan Jawa atau Hijriah. Pertengahan bulan adalah waktu terbaik berkaitan dengan pasang surutnya air laut.

Selanjutnya soal waktu. Siang hari adalah pilihan terbaik karena sinar matahari bisa menembus sampai ke dasar laut. Jangan memaksa snorkeling malam hari. Selain ribet harus bawa lampu, ikan-ikan yang lucu pun kemungkinkan sudah pada tidur. Kalo pun ada yang berkeliaran, bisa jadi cuma ikan yang lagi ronda atau ikan alay yang gemar begadang.

Kemudian peralatan yang dibutuhkan adalah sepatu katak, masker selam aka kacamata renang yang menutupi hidung dan snorkel alias selang udara yang digunakan untuk bernafas. Baju pelampung bisa ditambahkan untuk menambah unsur keselamatan. Namun perlu diketahui, pelampung sedikit menyulitkan pergerakan. Harga sewa alat dengan dan tanpa pelampung perbedaannya sekitar 5 - 10 ribu rupiah. Jadi silakan sesuaikan dengan kebutuhan yang penting tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Saat ini di mana selfie lebih penting dari pada wisatanya itu sendiri, kamera dianggap peralatan primer yang wajib ada. Tak perlu sibuk ke warung cari plastik atau lakban bening buat ngebungkus ponsel, di tempat persewaan alat snorkeling biasanya juga menyewakan kamera kedap air dengan harga terjangkau sekitar 20 - 30 ribuan.


Persiapan sudah, tinggal latihan teknik...
Baiknya diawali dengan berdoa sesuai keyakinan kemudian berendam dulu agar tubuh beradaptasi dengan tekanan air. Jangan lupa latihan menarik dan menghembuskan nafas melalui mulut menggunakan snorkel. Awalnya mungkin agak aneh. Mirip-mirip orang baru putus cinta gitu deh, yang kemana-mana selalu berdua tau-tau mau ngapa-ngapain harus sendiri. Tapi dont worry lah, ga pake lama ngomong sama tembok juga berasa biasa kan..? *backsoundnya ganti lagu cengeng, aku tak biasa bila ku tidur tanpa belalaimu huwoo huwooo...

Setelah agak terbiasa bernafas melalui mulut, silakan nyebur secara total. Biarkan badan mengambang dan tak perlu lebay mikirin berbagai gaya berenang. Pokoknya asal tengkurep anda sudah di jalan yang diridhoi karena snorkeling dengan gaya punggung itu cuma milik orang harus Belajar Mengolah Teh di Nglinggo. *apa hubungane..??

Pastikan masker terpasang dengan benar dan tepat di posisi. Tes dulu beberapa kali untuk memeriksa ada kebocoran apa tidak. Jangan sampai lagi asyik melihat taman bawah laut tiba-tiba masker kemasukan air laut. Perihnya pake banget, cuy. Rasanya seperti kelilipan mantan yang bergandengan tangan sama pacar baru di depan mata. *panci mana panci..?

Tak perlu terlalu banyak bergerak untuk menghemat tenaga, toh bukan lagi balapan. Ikuti saja arus air namun sesekali perlu melihat ke permukaan untuk meyakinkan posisi tidak terlalu jauh dari pantai. Terlalu terpesona dengan mainan baru eh tau-tau terdampar sudah di Jepang kan repot.

Apalagi yak..? 
Kayaknya itu aja sih...
Hal-hal lain yang belum tercantum akan diatur kemudian oleh pemandu wisata.

Tulisan ini dimuat di  AdventureYogya.Com 

Read More

05 Juni 2018

Belajar Mengolah Teh di Nglinggo

Bagi generasi milenial, "praktis" sepertinya sudah menjadi keharusan. Satu contoh sederhana adalah minum teh. Anak sekarang jangankan mengolah teh mentah, yang mau bikin teh tubruk saja bisa dihitung dengan jari. Kebanyakan lebih suka memilih teh botol. "Tinggal lep", katanya... 

 Mereka tak sadar, mau yang serba instan itu telah menyuburkan sifat malas kronis secara sistematis di segala bidang. Mungkin saking malasnya mikir gegara kecanduan teh botol sampai-sampai apapun masalahnya, jawabannya #GantiPesinden...

#Pekok Di lain sisi, kita sering kagum melihat orang bule kenapa mereka pinter-pinter. Bahkan anak kecil pun sudah lancar berbahasa asing sementara kita yang kuliah sampe tujuh keliling cuma bisa bilang oh yess. Padahal tak perlu segitunya karena rahasianya sebenarnya sederhana yaitu teh. 

Apa susahnya kita lupakan teh botol yang praktis kemudian belajar mengolah teh seperti mbak-mbak bule di Desa Wisata Nglinggo..? 

Caranya tidak sulit, cukup hubungi AdventureYogya.com segala sesuatunya bisa diatur. Misal tidak mau diajarin mbok-mbok maunya sama mbak-mbak, bisa. Rikues mentor bule pun bisa. Andai kata bule yang di foto tidak bisa masuk kelas karena sedang ngarit, masih ada dosen cadangan bule Uchi atau bule Ningrum dan bila perlu dibantu pakle Yanuar

Gimana..? 
Berminat mempelajari kearifan lokal dengan Paket Wisata Edukasi di Nglinggo..? 
Kalo saya sih yess. Tidak tau kalo mas Anang...

Tulisan ini dimuat di AdventureYogya.Com 
Read More

01 Juni 2018

Tips Belajar Canoe

Pernah lihat orang asik bermain kano..?

Nah, daripada cuma bengong ngebayangin kenapa tidak mencoba sendiri dan rasakan sensasinya. Bukan hanya bikin otak yang jenuh mikir cicilan berubah fresh, berkano juga termasuk olah raga yang menyehatkan. Lihat saja menteri Susi yang gemar mengayuh kano, beliau tetap segar bugar di usia yang sudah melewati setengah abad.


Tidak terlalu susah kok canoeing itu. Yang diperlukan cuma mengasah keseimbangan dan melatih kekuatan khususnya pergelangan tangan. Secara garis besar, tips triknya kira-kira begini...

Yang pertama tentu niat selepas bangun tidur. Baca nawaitu bla bla bla boleh, tidak baca pun tetap sah menurut hukum asal ongkos buat berkano bukan hasil korupsi. Setelah itu bikin quote of the day, "awali pagi dengan sarapan". Karena kalo cuma dengan senyuman, teman anda harus siap-siap nelpon ambulans selama anda berkano.

Fisik mental sudah ready, saatnya menyiapkan peralatan. Cek kano dengan cermat agar yakin kondisinya laik kecehan. Bisa berenang atau tidak wajib mengenakan baju pelampung untuk antisipasi keselamatan. Pilih yang berbentuk rompi, bukan ban apalagi bebek-bebekan. Helm jangan lupa dipakai biarpun rute canoeing-nya tidak melewati pos polantas.

Naik ke perahu dan bikin perasaan nyaman terlebih dahulu. Pegang dan gerakan dayung untuk membiasakan keseimbangan sampai yakin untuk lanjut ke tahap berikutnya. Untuk maju dengan posisi lurus, dayung yang ada di tangan kiri dan kanan anda kayuh ke belakang. Semakin cepat kalo kayuhannya gerakan perahu akan lebih cepat pula. Kalo mau belok ke kanan, majukan dayung di tangan kanan. Sebaliknya, kalo mau belok ke kiri gerakkan dayung di tangan kiri.


Tidak sulit kan..?
Haqul yaqin tidak..! Apalagi kalo berkanonya di Kampung Wisata Remboko bersama Adventure Yogya. Ke lokasi bisa dianterin, dijemput dari hotel anda. Peralatan keselamatan, instruktur, rescue bahkan pendamping buat cannoers jomblo disediakan. Dan yang pasti anda tak perlu takut kantong bakal bolong terlalu dalam.

Pokoknya ingat-ingat saja falsafah berikut. Dengan lihai berkano, anda sudah maju satu langkah dari ribuan langkah yang diperlukan untuk menjadi menteri seperti bu Susi. Betul..?

Ayo ke Yogyakarta...

Tulisan ini dimuat di  Adventure Yogya.Com


Read More

31 Mei 2018

Menjadi Bajingan - Wisata Viral

Pernah kepikiran selfie menjadi Bajingan..?
Ngapain cuma bayangin..?

Daripada suatu saat anaknya ngiler gegara ngidam tak keturutan, mendingan kunjungi Kampung Wisata Remboko di daerah Sleman, Yogyakarta. Tujuan wisata yang masih fresh kinyis-kinyis itu selain menyajikan tubing, kano, outbond dan sejenisnya, juga menyediakan Spot Bajingan.


Ehiya...
Yang bukan orang Jawa jangan baper dulu membayangkan spot foto ala gentho Pasar Kempit atau berekspektasi terlalu jauh tentang gangster Wild West. Bajingan yang dimaksud di sini adalah driver gerobak sapi, angkutan tradisional yang mendekati kepunahan dan mencoba dilestarikan di Remboko.

Kalau masih ada yang penasaran dengan istilah bajingan, okelah kira-kira konon sejarahnya dimulai pada jaman dahulu kala saat putri dan pangeran belum bahagia selamanya. Dimana ojek online belum merajalela dan sarana transportasi masih dikuasai kendaraan ditarik hewan dalam hal ini kuda atau sapi.

Saat itu kereta kuda menjadi angkutan kelas eksekutif karena cepat sampai ke tujuan. Walau sama-sama menyediakan fasilitas toilet (buat kuda dan sapinya), gerobak sapi dikategorikan transportasi kelas ekonomi yang super woles.

Anehnya, sudah tau labelnya ekonomi, calon penumpang masih saja suka memisuhinya. Lebih anehnya lagi, yang bikin pelan itu sapinya, tapi yang diomelin selalu driver aka bajingannya sampai terucaplah sumpah serapah, "bajingane suwe tenan ra teko-teko..." (bajingannya lama sekali ga datang-datang..)

Terbawa kebiasaan warga Indonesia Raya yang suka melebarkan masalah, ketika ada orang yang lelet atau menyebalkan suka dibilang kaya bajingan. Sekian waktu berlalu, istilah bajingan kian membias seperti menggunakan deret ukur sampai-sampai bukan cuma masyarakat awam, KBBI pun meletakan bajingan persis di bawah kata bajing yang identik dengan binatang nakal.


Tapi sudahlah...
Tak penting orang bilang apa tentang istilah bajingan. Yang penting anda harus mencoba spot langka yang cuma ada di Kampung Wisata Remboko ini minimal sekali seumur hidup atau bakal menyesal bila suatu saat menemukan fakta gerobak sapi sudah tidak ada lagi di muka bumi tergusur taksi online.

Ayo ke Yogyakarta...

Tulisan ini dimuat di Blog.AdventureYogya.Com 
Read More

30 Mei 2018

Dieng Culture Festival 9

Dieng Culture Festival 9
3 - 5 Agustus 2018



Awalnya cuma acara ruwatan anak berambut gimbal yang semestinya mulai meredup kehilangan peminat ditenggelamkan oleh mobile legends, dengan olahan yang apik justru menjadi acara wisata yang legendaris dan ditunggu-tunggu setiap tahunnya.

Dari pertunjukan tradisional sampai jazz, dari kirab budaya sampai lampion, cuma ada satu kata untuk itu, meriah.

Teramat meriah sampai kadang repot sendiri dengan lautan pengunjung. Tak pandai menyiasati dan berimprovisasi bisa-bisa kemegahan acara menjadi sebatas ekspektasi semata.

Sekedar nyasar sudah biasa. Agak bikin njengking tujuh keliling itu kalo ketiban jatah pasang pengumuman anak hilang. Jadi kepiye biar agak sedikit lebih nyaman dan terkendali..?

Jer basuki mawa bea... 
Keluarkan sedikit dana untuk ikut rombongan wisata. Banyak yang menawarkan open trip. Males beramai-ramai pilih yang private tour. Jadwalnya cek di SINI

Pokoknya jangan pergi sendiri. 
Kecuali memang lagi mengidap wabah jomblo akut...


Read More

Mengunjungi Kraton Jogja


Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat terletak tepat di pusat kota di antara aliran sungai Code dan Winongo dirancang oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1775, tak lama sesudah penandatanganan Perjanjian Giyanti. Menyusuri istana yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal raja dan keluarganya merupakan perjalanan yang menyenangkan dan sarat pengetahuan.

Kompleks Kraton Yogya dibagi menjadi dua, yakni area wisata dan area keluarga kerajaan yang tidak boleh dikunjungi wisatawan, misalnya Gedhong Jene (tempat menyambut tamu kerajaan), Gedhong Purworetno (ruang kerja Sultan), Bangsal Kencana, Bangsal Trajumas, Kaputren dan lain lain. Namun tak perlu khawatir, karena bagian lain yang bisa disambangi sangat banyak.

Banyak bangunan megah berupa pendopo atau bangsal atau museum benda bersejarah untuk dieksplorasi. Ada koleksi peralatan makan hadiah dari negara kerabat, aneka kain batik beserta sejarah pembuatannya, koleksi kursi Sri Sultan HB VIII dan permaisuri, serta koleksi lukisan. Salah satu lukisan yang jangan sampai dilewatkan adalah lukisan potret diri Sri Sultan HB VI karya maestro Raden Saleh.


Jangan lupa ke Gedhong Kaca untuk mengunjungi sebuah bangunan yang memaparkan secara lengkap informasi, dokumentasi, serta memorabilia Sri Sultan HB IX. Di gedung ini terdapat beragam pakaian seperti pakaian resmi kerajaan, pakaian yang dieknakan saat supitan. Pakaian berkuda dan sepakbola, seragam Pandu, meja kerja, lencana tanda jasa, ijazah, hingga koleksi kamera lawas milik Sultan.

Berkunjung ke kraton, jangan lupakan kamera. Lokasi menarik untuk berfoto bertebaran di istana Yogya ini. Mencari spot yang instagramable bukan hal sulit. Yang penting karena Kraton Yogya adalah tempat tinggal raja, sikap, perilaku dan cara berpakaian harus dijaga tetap sopan.

Kraton Yogya terbuka untuk kunjungan wisatawan setiap hari mulai pukul 09.00 – 14.00 WIB. Khusus hari Jumat kraton tutup pukul 11.00 WIB. Tiket masuk sebesar Rp 5.000 (wisatawan domestik) dan Rp 15.000 (wisatawan asing). Ada 2 loket masuk tersedia, yaitu di Tepas Keprajuritan (depan Alun-alun Utara) dan di Tepas Pariwisata (Regol Keben). Jika ingin melihat koleksi yang lebih lengkap disarankan untuk masuk melalui Tepas Pariwisata.


Menuju ke Kraton Yogya bukan hal sulit. Dari bandara, terminal dan stasiun kereta api tersedia beragam pilihan transportasi seperti bus TransJogja, taksi atau ojek. Jangan takut nyasar walau tanpa GPS, karena bisa dibilang tidak ada orang Yogya yang tidak tahu dimana Kraton Yogya berada.

Tulisan ini dimuat di Blog.AdventureYogya.Com
Read More

23 Mei 2018

Snorkeling di Pantai Nglambor - Gunungkidul

Saat wisata pantai di pesisir Gunungkidul mulai melejit, pantai Nglambor tetaplah sepi. Hingga akhirnya ada sekelompok orang yang menyadari potensi wisata besar pantai ini yang tidak dimiliki pantai-pantai lain. 

Pantai Nglambor memang tidak seluas pantai Sepanjang atau seindah pantai Indrayanti, namun pantai ini memiliki keunikan yaitu bisa digunakan untuk snorkeling. Kondisi perairan di pantai yang menyerupai cekungan ini terbilang aman untuk berenang dan snorkeling karena ada dua bukit karang yang terletak di tengah laut. Bukit karang yang bentuknya menyerupai kura-kura raksasa itu berfungsi sebagai pemecah ombak dan penahan gelombang. Sehingga ombak yang sampai ke pantai tidak besar dan cenderung tenang.


Ombak yang pelan menjadikan biota laut dan terumbu karang tumbuh dengan subur. Air di pantai ini pun jernih, sehingga kamu bisa melihat hingga ke dasar laut. Kombinasi itu lantas menjadikan pantai Nglambor cocok digunakan sebagai lokasi snorkeling. Ketika kelompok Nglambor Bintang Snorkeling mulai mempromosikan wisata ini, Nglambor pun mulai dikenal wisatawan dan kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata bahari favorit di Gunungkidul.

Meski sudah ramai dikunjungi wisatawan, kondisi pantai Nglambor masih alami dan bersih. Untuk mencapai bibir pantai anda harus berjalan melewati ladang kacang dan deretan pohon pandan laut. Kendaraan tidak bisa parkir di bibir pantai sebab lokasinya cukup sempit dan harus berjalan kaki atau naik ojek dari tempat parkir. Garis pantai di sini tidak begitu luas, tidak cocok digunakan untuk bermain voli pantai atau berjemur. Pasirnya juga sedikit berbeda, tidak halus seperti pasir hitam melainkan sedikit kasar karena pasir pantai Nglambor terbentuk dari pecahan cangkang biota laut dan karang yang tergerus ombak terus-menerus.

Di pantai Nglambor anda bisa memuaskan hasrat untuk bermain air, mulai dari mandi-mandi, berenang, hingga snorkeling. Kalau malas basah-basahan, anda bisa mencari kulit kerang dan batu halus warna-warni, melompat dari satu gugusan karang ke gugusan lainnya, atau trekking mendaki bukit-bukit karang yang memeluk pantai ini. Ombak yang tenang dan air laut yang jernih membuat bisa melihat karang, rumput laut, ikan warna-warni yang berkejaran, serta aneka biota penghuni laut dari permukaan. Berada di Nglambor akan memberi sensasi perjalanan wisata pantai yang berbeda.


Pantai Nglambor terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul diapit oleh pantai Siung dan pantai Jogan, sehingga pos retribusinya menjadi satu dengan pantai Siung. Dari Yogyakarta membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 – 3 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Untuk mencapai pantai ini anda bisa menyusuri jalan menuju pantai Siung. Setelah melewati pos retribusi, anda akan bertemu dengan pertigaan kemudian ambil arah kanan menyusuri jalan makadam dan pantai Nglambor berada di ujung jalan tersebut.

Tulisan ini dimuat di  Blog.AdventureYogya.Com
Read More

22 Mei 2018

Wisata ke Negeri di Awan - Bukit Panguk

Bukit Panguk Kediwung yang masih satu kawasan dengan Kebun Buah Mangunan menyuguhkan pemandangan alam khas Dlingo yang hijau dengan udara segar pegunungan. Wisata alam perbukitan yang dikelola masyarakat setempat ini masih sangat fresh from oven karena baru dibuka sekitar pertengahan tahun 2016.

credit : nyomot di google

Ke bukit Panguk sebaiknya pagi hari karena siang sedikit kabut di lembah akan menghilang. Bagusnya berangkat dari Yogya sebelum subuh sehingga saat matahari terbit anda sudah siap mengabadikan negeri di awan dengan kamera kesayangan.

Tarif masuk ke tempat ini masih sukarela. Untuk parkir kendaraan roda dua pengelola menetapkan tarif sebesar Rp 2.000 dan untuk roda empat sebesar Rp 5.000. Tersedia spot-spot foto yang instagramable banget berupa anjungan yang menjorok ke arah tebing baik yang gratis maupun yang musti bayar Rp 3.000,-. Selain itu bukit Panguk juga tersedia beberapa warung makanan/minuman ringan dan beberapa bangku maupun gazebo untuk sekedar melepas lelah.

Secara administratif bukit Panguk berada di Dusung Kediwung, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Wisata alam bukit Panguk persis berada di puncak bukit Batu Lawang yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Kebun Buah Mangunan.

credit : property pribadi

Untuk menuju ke bukit Panguk, dari pusat kota Yogya ambil arah ringroad selatan menuju traffic light terminal Giwangan, kemudian lurus ke selatan hingga pasar Imogiri. Setelah pasar ambil jalan ke kiri menuju komplek Makam Raja. Pada pertigaan terakhir sebelum sampai ke Makam Raja, ikuti papan petunjuk menuju Kebun Buah Mangunan. Bukit Panguk Kediwung letaknya kurang lebih 2 kilometer dari Kebun Buah Mangunan.

Salam Adventure

Tulisan ini dimuat di Blog.AdventureYogya.Com

Read More

Tpis Berwisata ke Jogja

Berlibur menjelajahi Yogya dengan budget minimal..? 
Panduan ini mungkin bisa membantu

Jogja atau Yogya alias Yogyakarta memang sangat istimewa. Keanekaragaman budaya yang sangat kuat dan pemandangan alam yang menawan terlalu sayang untuk dilewatkan. Belum lagi biaya hidup yang sangat bersahabat untuk kalangan backpacker. Berikut beberapa tips dari Adventure Yogya agar petualangan anda lebih menyenangkan hati dan juga kantong.

1. Saat ini Google Maps memang jadi andalan untuk mencari alamat. Namun ada kalanya anda harus menggunaan mode offline alias nanya alamat ke penduduk. Nah, di sini uniknya Yogya dalam urusan memberi arah tujuan ke penanya. Orang Yogya khususnya penduduk asli lebih suka menggunakan patokan arah mata angin ketimbang bilang belok kanan atau kiri sebagaimana umumnya di daerah lain. Tak perlu stres dengan petunjuk lor kidul ngetan ngulon tersebut. Cari saja posisi gunung Merapi sebagai patokan arah utara. Bisa juga dengan melihat masjid dimana mihrab alias tempat imam menentukan arah barat.

2. Mencari penginapan murah, jangan terpaku di pinggir jalan besar. Di seputaran Malioboro dimana tarif hotel umumnya relatif tinggi, misal di daerah Sosrowijayan kita bisa dapat homestay murah di kisaran harga Rp 100.000,- asalkan mau berjalan sedikit masuk gang-gang kecil. Mau lebih murah cari yang menggunakan sistem dormitori alias satu kamar untuk ramai-ramai.
3. Belanja di Malioboro jangan lupa untuk menawar 1/3 dari harga yang ditawarkan. Tawar dengan santai seolah tidak terlalu tertarik dan segera pindah bila pedagang tidak mau mengurangi harga. Jangan terpaku pada satu penjual karena banyak sekali pedagang yang jualan barang atau souvenir sejenis. Akan lebih baik bila anda mampu berbahasa Jawa agar tidak terkesan orang jauh.

4. Selain Malioboro, tempat yang bagus untuk belanja adalah Pasar Beringharjo. Gunakan tips yang sama agar bisa mendapatkan harga miring. Dan satu lagi, naiklah ke lantai atas. Umumnya pengunjung tidak terlalu banyak sehingga kemungkinan dapat harga murah lebih besar.
5. Banyak tukang becak menawarkan tarif sangat murah untuk berkeliling Malioboro dan sekitarnya. Jangan tergiur bila niatnya cuma jalan-jalan menikmati suasana karena nanti sebentar-sebentar "disinggahkan" di toko oleh-oleh. Penarik becak sebenarnya tidak mengharapkan ongkos dari penumpang (makanya dikasih murah) melainkan mencari komisi dari toko oleh-oleh berdasarkan belanjaan pengunjung yang diantarnya. Oleh karena itu, tegaskan dari awal ke penarik becaknya, "tidak pakai mampir-mampir, pak..."

6. Urusan mengganjal perut, apabila prioritasnya isi dompet agak awet, carilah angkringan yang banyak bertebaran di trotoar jalan. Dengan uang 3 - 5 ribu perak perut dapat terisi. Namun makan di angkringan bisa jadi lebih mahal bila prioritasnya adalah ukuran porsi. Lebih baik cari lesehan atau warung makan tapi jangan lupa minta daftar harga terlebih dahulu sebelum memesan.
7. Bagi yang bawa kendaraan pribadi, urusan parkir seringkali menjadi masalah. Ada baiknya anda menyusun rencana obyek wisata yang akan dikunjungi. Untuk beberapa obyek yang berdekatan, lebih baik berkeliling jalan kaki ketimbang bolak balik pindah parkir. Upayakan cari tempat parkir resmi agar terhindar dari tarif yang kurang wajar. Saat high season, ada baiknya kendaraan diparkirkan di hotel dan gunakan angkutan umum atau angkutan online ke tujuan untuk menghindari jalan-jalan cuma setengah jam tapi cari tempat parkirnya sampai satu jam baru dapat.

Tips lain...
Menyusul ya...
Selamat berlibur dan semoga betah di Yogya

Tulisan ini dibuat untuk web : Blog.AdventureYogya.Com

Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena