
Tambah heran nih dengan makhluk yang bernama DPR ini. Bukannya mikirin kesejahteraan rakyat, tapi malah ngurusin soal yang "begituan" terus. Seharusnya tuh tidak perlu sejauh itu membuat Perda segala macam. Tapi beri contoh teladan sebagai orang yang dipercaya oleh rakyat tentang pola hidup yang sehat, sederhana, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.
Bukannya tidak setuju dengan Perda semacam itu. Tapi apakah efektif, kalo anggota DPRnya saja masih hobi main esek-esek kaya Al Amin brengsek. Lagi pula yang namanya AIDS itu masa inkbasinya sampai 10 tahun. Berarti kalau seseorang menularkan AIDS sekarang baru ketahuan 10 tahun lagi dong.?
Pelanggaran atas ketentuan itu sesuai Pasal 28 perda dikenai ancaman pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Perda ini bahkan mengatur ketentuan untuk merahasiakan data ODA dan memberlakukan sanksi 3 bulan kurungan atau denda Rp 50 juta bagi mereka yang melanggar.
Apa efektif dengan ancaman denda 50 juta itu, kalau kita lihat kenyataan denda pelanggaran lalu lintas yang sampai 6 juta saja, polisinya bisa diam dikasih uang 20 ribu. Nah kalo yang ditangkap berbody bak Sarah Azhari..??? Bisa jadi petugas langsung lupa tuh kalo tersangkanya pengidap AIDS. Ancaman kurungan 3 bulan bisa diperpendek semalem, tapi di hotel...
Huuuh, makin aneh-aneh saja Indonesia Rayaku ini...
halahhhh buang2 uang itu buat raperdanya, mulai uang rapat, uang lembur, uang pansus, uang konsultasi, belom lagi uang selangkangan
BalasHapus:D