#Bimbingan Orang Tua
Terkatung-katung...
Seolah memaksakan fakta baru bahwa keluar kerja ternyata lebih ribet daripada cari kerja...
Sudah lima hari dinonaktifkan kantor, namun belum juga ada kejelasan kapan dikasih tiket pulang. Tiap hari kerjaan hanya klinthang-klinthung di seputaran mess.
HRD dikomplen cuma cengar-cengir kaya menteri Tedjo. Jawabannya normatif banget ala Jokowi, "sabar belum ada keputusan, kang. Di Jakarta-nya masih kisruh..."
Naik banding ke ibu direktur dijawab gini, "jangan kemana-mana. Lu cuma korban politik di grup.."
#halah...
Ga nyaman makan tidur modol doang, aku ke HRD lagi ngelobi tiket. "Aku tunggu di rumah aja kan bisa, bos..."
Tetap ga mempan
Malah direktur PT sebelah yang masih satu grup nelpon, "jangan pulang, lu ikut gua aja..."
Eh, di sini IT dipegang sama holding company. Jadi semua perusahaan dibawah grup ga punya IT sendiri. Aku pun nanya, "kerjain apa, gua cuma tukang manjat..?"
"Apa aja lah yang penting lu jangan pergi.."
Makin ga jelas...
Sampai akhirnya si bos kecil itu buka kartu, "lu tau engga kenapa ga boleh pindah mess padahal orang lain dipindahin ke mess baru..?"
"Emang kenape..?"
"Abisnya penunggu pohon deket tower itu nurutnya cuma ke elu. Kalo lu ga ada, siapa yang urus kalo mesin-mesin mulai nyala sendiri.."
#hening...
Cuaca pun terasa makin ga jelas, gaes...
Dan aku mulai nyesel berteman setan...
Eh, kalian temanku kan..?


















