27 Januari 2015

Makin Tedjo

#Bimbingan Orang Tua

Terkatung-katung...
Seolah memaksakan fakta baru bahwa keluar kerja ternyata lebih ribet daripada cari kerja...

Sudah lima hari dinonaktifkan kantor, namun belum juga ada kejelasan kapan dikasih tiket pulang. Tiap hari kerjaan hanya klinthang-klinthung di seputaran mess. 

HRD dikomplen cuma cengar-cengir kaya menteri Tedjo. Jawabannya normatif banget ala Jokowi, "sabar belum ada keputusan, kang. Di Jakarta-nya masih kisruh..."

Naik banding ke ibu direktur dijawab gini, "jangan kemana-mana. Lu cuma korban politik di grup.."
#halah...


Ga nyaman makan tidur modol doang, aku ke HRD lagi ngelobi tiket. "Aku tunggu di rumah aja kan bisa, bos..."

Tetap ga mempan
Malah direktur PT sebelah yang masih satu grup nelpon, "jangan pulang, lu ikut gua aja..."


Eh, di sini IT dipegang sama holding company. Jadi semua perusahaan dibawah grup ga punya IT sendiri. Aku pun nanya, "kerjain apa, gua cuma tukang manjat..?"

"Apa aja lah yang penting lu jangan pergi.."

Makin ga jelas...
Sampai akhirnya si bos kecil itu buka kartu, "lu tau engga kenapa ga boleh pindah mess padahal orang lain dipindahin ke mess baru..?"

"Emang kenape..?"
"Abisnya penunggu pohon deket tower itu nurutnya cuma ke elu. Kalo lu ga ada, siapa yang urus kalo mesin-mesin mulai nyala sendiri.."
#hening...


Cuaca pun terasa makin ga jelas, gaes...
Dan aku mulai nyesel berteman setan...

Eh, kalian temanku kan..?


Read More

25 Januari 2015

Hari-Hari Terakhir

#Dewasa

Setiap kali harus pergi begini, aku seolah tersadar kenapa banyak pemimpin yang menjadi Machiavellian...

Ajaran Niccolo Machiavelli sebenarnya tentang pengelolaan negara. Dimana inti pemikiran politiknya adalah bagaimana kekuasaan diraih dan dipertahankan dengan berbagai cara termasuk menghalalkan ide kekerasan, kelicikan dan egoisme.

Secara sederhana, paham itu mengajarkan bahwa seorang pemimpin lebih baik ditakuti daripada dicintai

Pendekatan ke bawahan lebih banyak mengandalkan kekuasaan. Ke samping main sikut, ke atas menjilat pantat atau apapun bukan hal yang diharamkan selama tujuan bisa tercapai.


Aku tak sepakat dengan filosofi ini. Lebih suka pendekatan personal yang lebih cocok dengan budaya ketimuran. Memang lebih sulit untuk mencapai tujuan secara instan dan butuh banyak pengorbanan. Namun aku merasa lebih sreg ketimbang harus menari di atas luka teman-teman.

Pengorbanan itu tak hanya saat meniti jenjang karir. Ketika harus mengakhiri, pengorbanan rasa nya justru lebih berat. Kedekatan personal dan menjadikan tim sebagai satu keluarga ikatan batinnya terlalu kuat.



Andai aku jadi pengikut Machiavelli, kayaknya enjoy aja melenggang pergi ga perlu bikin teman-teman jadi cengeng.

Aku lebih mampu menghadapi orang yang marah-marah ketimbang yang mewek-mewek. Kalo cewek atau anak kecil nangis sih ga terlalu membebani. Udah terbiasa ditangisin ibue sama si Ncip tiap kali mau berangkat ke hutan.

Tapi lihat cowok yang badan segede kebo dan yang tatonya hampir menuhin badan menitikan air mata, jadi bingung menyikapinya harus ikutan sedih atau ketawa ngakak...



Semangat, teman...
Terima kasih atas kebersamaannya selama ini
Maaf kalo banyak nyusahin dan suka nyuruh-nyuruh

NB
Maaf juga buat pak HRD, kantor IT sampai tutup dua hari
Mereka yang culik aku jalan-jalan dan foto-foto bukan aku yang ajak mereka...


Read More

22 Januari 2015

Mau Demo

#Semua Umur

Aku ga ngerti kenapa surat pengunduran diri belum juga direspon padahal sudah hampir dua bulan aku ajukan. Nanya ke HRD cuma dijawab, "HRD cuma mengadministrasikan saja, pak. Dasarnya surat persetujuan dari manager IT..."

Nah ini yang repot...
Managerku saja sudah sebulan lebih ga pernah mau komunikasi. Ada masalah apa-apa selalu langsung ke staf-stafku. Mau nanya rasanya malas gara-gara chatting terakhir dengan beliau capslock-nya rusak alias hurupnya besar semua.

Dan hari ini beliau kirim orang dari pusat untuk serah terima jabatan. Ini kan sama saja aku sudah diusir. Tapi karena belum ada keputusan dari perusahaan, trus gimana urusan tiket sama ongkos aku pulang..?
#semprul...


Lagi mumet mikirin itu, teman-teman di IT komplen bertubi-tubi. Masalah pro kontra pun melebar sampai ke level direksi dan makin menggantung tanggal 25 bisa pulang kampung apa engga.

Kalo udah gini, aku jadi kepikiran orang sini yang suka ngeblokir jalan hauling batu bara untuk minta pekerjaan. 

Kayaknya bisa jadi sejarah kalo aku juga melakukan demo yang sama
Dengan tuntutan minta dikeluarin dari kerjaan tapinya...
#mondol...


Read More

21 Januari 2015

Beda Perhatian

#Bimbingan Orang Tua

Bahas kucing lagi ah. Bosen bosen dah... :D

Perhatian perempuan memang luar biasa. Cuma ujung jari yang terluka saja, tiap waktu ibue nanya-nanya terus. Udah sembuh belum..? Masih sakit engga..? dll dll...

Sepele memang...
Tapi merupakan fakta bahwa yang sepele itu kadang aku ga lakukan. Dalam kondisi sebaliknya, aku kadang basa-basi doang bertanya sekedar menggugurkan kewajiban. Apalagi cuma jari, saat hati ibue Ncip terluka pun aku suka cuek-cuek saja...
#biadab...


Dan kayaknya itu merupakan sifat dasar manusia
Anak-anak yang belum terkontaminasi kejahatan manusia dewasa pun aku lihat sama

Si Ncip bukan cuma cuek
Waktu nginjek jari bapaknya yang baru saja dijahit, ga ada sedikitpun rasa bersalah di wajahnya. Ada sih sedikit perhatian. Tapi teriak-teriak sambil lompat-lompat, "ayah dimakan kucing... ayah dimakan kucing..."
#bapaknya banget...


Beda sama si Ncit...
Liat jariku berdarah-darah, dia ikutan sibuk bantu ibue pasang perban. Di UGD dia menolak waktu perawat bujuk agar nunggu di luar. Ncit nungguin di sebelah ketika jariku dijahit sambil terus ngajak bicara, "sakit ya, yah..? Ayah jangan nangis ya..."
#jadi pengen nangis...


Sampe di rumah Citra tetap perhatian. Dan ada satu yang bikin aku paling trenyuh. Sambil menatap cemas, dia nanya gini, "ayah nanti berubah jadi kucing engga..?"
#ngelus dada ibue...

Lu kira sapiderman, neng..?


Read More

19 Januari 2015

Dampak Digigit Kucing

#Bimbingan Orang Tua

Ga nyangka kalo urusan digigit kucing jadi trending topic di kalangan teman-teman...

Tapi wajar juga kalo dianggap aneh karena kucing memang jarang banget menggigit. Saat merasa terancam, kucing kebanyakan melawan dengan cara mencakar. 

Makanya banyak yang melupakan asas praduga tak bersalah dan punya opini sendiri kemana-mana.

Teman-teman pada renyah ketawa tiap lihat jari terbungkus perban. Ga mikirin penderitaanku akibat dokter bilang lukanya ga boleh kena air sampai benar-benar sembuh dan jahitannya udah dibuka.

Aku sampe terharu lihat ibue siapin plastik banyak-banyak untuk bungkus jari saat mandi. Kok mau-maunya repot-repot siapin ini itu hanya untuk aku mandi. Atau jangan-jangan ibue ga tau kalo aku jarang mandi ya..?
#mondol...


Positifnya aku jadi bersyukur tinggal Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme. Kebayang kalo aku jadi warga Afganistan. Kayaknya udah dibantai Taliban gara-gara cebok pake tangan kanan. 
#Harooommm...


Dampak negatifnya juga ada
Gara-gara itu aku jadi merasa bakal tambah penggemar

Suer ini bukan kegeeran
Perasaan itu timbul saat kontrol ke rumah sakit. Mbak-mbak petugas pendaftaran mendadak menatapku dengan pandangan aneh saat aku bilang, "mau ganti pembalut bekas kegigit kucing kemaren, mbak..."
#Kereeen...

Kira-kira apa yang mereka pikirkan ya..?


Read More

18 Januari 2015

Digigit Kucing

#Bimbingan Orang Tua

Pagi yang tenang terusik suara kucing ribut di dapur... 

Ibue Ncip sudah bukain pintu tapi si kucing bukannya keluar malah manjat kusen pintu dan kejepit plafon. Atas nama kebinatangan aku ikut manjat bantu tarik tuh kucing di bagian pantat. 

Eh, tanpa rasa kemanusiaan si kucing malah gigit jari tengah padahal aku yakin ga bau ikan asin sisa semalam...

Luka robeknya lumayan panjang dan dalam. Ibue sigap ambil antiseptik dan balut pake perban lalu maksa ke rumah sakit takut tetanus atau rabies. Katanya rabies sama gawatnya dengan rabi neh...
#sampluk panci...


Karena pendarahan ga mau berenti, lukanya harus dijahit. Perawatnya baik dan mau kasih semangat, "untung yang sebelah kiri ga terlalu dalam jadi dagingnya ga sampe lepas, pak..."

Dengar itu, ada yang komplen, "dasar orang Jawa. Dagingnya berantakan begitu masih dibilang untung..?"

Aku cuma diem sambil mbatin, "daging..?"
#mikir...


Urusan kesehatan sebenarnya ada asuransi dari kantor. Entah ada masalah apa di Jakarta, asuransinya ga bisa dipake. Jadilah pagi-pagi nyunat anggaran jajan si Ncip 360 ribu...
#mantep...


Perawatannya lumayan oke. Sakitnya udah ga berasa, pendarahan udah berenti dan aku bisa nenangin ibue bilang jariku bakal bisa berfungsi lagi seperti sediakala.

Eh baru aja bilang gitu...
Lagi duduk lesehan di depan tipi, si Ncip lari lompat-lompat lalu tumitnya mendarat dengan telak di atas jari yang dibungkus perban...
#Hadeuh...


Read More

17 Januari 2015

Mengundurkan Diri

#Semua umur

Tahun sudah berganti, malas ngeblognya masih tetep...

Tak ada catatan akhir tahun atau jurnal resolusi 2015 sebagaimana biasanya dengan dalih tahun lama sama tahun baru ga ada bedanya. 

Yang jelas 2014 merupakan tahun kelabu, tak cuma dalam urusan ngeblog.Di rumah tak ada perubahan apa-apa selain si Ncip masuk PAUD dan Ncit masuk TK. 

Di kerjaan pun sama saja. Bahkan bisa dibilang terjadi penurunan kualitas kerja gara-gara tim yang bertahun-tahun solid mendadak agak kisruh kena imbas kebijakan manajemen.

Dan keputusasaan makin menguat sampai aku ajuin surat pengunduran diri pada pertengahan Desember lalu walau sampai saat ini belum juga ada jawaban dari kantor.

Sebenarnya ini bukan keputusan bijak...
Mundur saat kondisi ekonomi keluarga sedikit berantakan dan belum ada rencana kerjaan baru banyak yang anggap aku gila. 

Namun ini tentang prinsip
Tak mampu lagi mengelola tim dengan baik adalah aib. Memaksakan diri terus gabung di perusahaan dengan alasan belum punya kerjaan lain sama saja dengan kasih makan anak istri pake gaji buta.

Apa yang akan terjadi nanti aku belum tahu
Aku masih nunggu keputusan perusahaan sampai akhir bulan ini

Yang penting
Aku harus tetap semangat...


Read More

17 Desember 2014

Omong Doang

#Bimbingan Orang Tua

Tingkat malas ngeblog udah sampe ke ubun-ubun, eh ga sengaja nemu tulisan Anaz...



Jadi inget masa kejayaan masa lalu... :D
Saat blog jadi sumber inspirasi dan tempat mencaci maki saat sebel melanda.

Masih bisa kah kembali ke masa itu sementara orang bilang kesempatan jarang datang untuk yang kedua kali..?

Wes mbuh ah mumet...

Read More

04 November 2014

Energi Pemimpin

#Semua Umur

Masih berkaitan dengan jurnal Muka Dua, tentang suka duka punya posisi di tengah-tengah...

Di perusahaan dimana pemimpin begitu sering berganti bahkan kadang ga sampe setahun, tantangan terbesar adalah ngakurin yang di atas dan di bawah. Perbedaan yang tingi antara bahasa strategis dan taktis menjadi sumber masalah pokok.

Penyebab gesekan beraneka warna, namun aku lebih suka pake prinsip militer yang menyebutkan, "no bad soldiers only bad commander..."

Makanya jadi repot ketika dapet atasan yang punya visi misi bagus tapi lebih fokus ke urusan pekerjaan dan pendekatan ke bawah lebih banyak mengandalkan modal kekuasaan. Dampaknya jadi kaya pepatah Jawa yang berbunyi, "nggih nggih boten kepanggih..."

Menjadi pimpinan, apalagi yang bukan beranjak dari lapangan, kadang kesulitan memahami isi kepala pasukan umpan pelor. Banyak yang melupakan, bahwa untuk jadi pemimpin itu butuh energi yang akan mampu membangkitkan aura.

Hal ini bisa dilihat, ada teman yang posisinya di bawah tapi ucapannya selalu didengar oleh orang lain bahkan atasannya. Di lain sisi, ada yang dianggap sebagai pemimpin sebatas di struktur perusahaan saja dan omongannya cenderung dicuekin oleh bawahan. 

Dari sini aku bisa melihat besaran energi yang dimiliki seseorang. Semakin besar energinya, semakin besar pengaruhnya terhadap orang lain.

Namun punya energi besar saja tak cukup, karena sifatnya ada yang positip dan ada yang negatip.

Ketika bersifat positif, seseorang akan membagikan energinya keluar. Sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya akan terbawa semangat dalam bekerja.

Sebaliknya, orang yang energinya negatif justru menyerap energi dari sekitar dia dan bikin semangat orang-orang yang ada di dekatnya ngedrop seperti sehari ga makan. 

Energi negatif ini bisa dirasakan
Karena aku sering punya teman yang boro-boro sampe bertatap muka, baru denger suaranya di balik pintu saja sudah bikin lemes duluan. Tak jarang aku sampe ngedumel, "aaah si kunyuk ngapain juga pake kemari..."

Ah elah...
Kenapa sok bijak gini..?
Ada yang punya pengalaman serupa..?

Read More

19 Oktober 2014

Gemar Belanja

#Bimbingan Orang Tua

Begini nih indahnya bersama keluarga yang baik hati, tidak sombong dan gemar belanja. Kayaknya ada yang kurang kalo sehari saja ga keluar rumah.

Engga si Ncit engga si Ncip. Kalo ditanya pengen kemana, jawabnya ga pernah jauh dari, "ke indomalet..."
#ngiklan...

Tiap hari gitu tapi hebohnya ga pernah berkurang. Troly aja satu orang satu ga mau barengan. Padahal belinya paling coklat sebiji. 

Agak repot tuh si Ncip belinya mobil-mobilan mini terus dan susah dialihkan. Kemaren aku coba ingetin, meja komputer yang jadi tempat parkir mobilnya sudah penuh sesak, cuma dijawab pendek, "engga papa kok, ayah..."

Eh, malah ibue yang melirik dengan kening berkerut. Mungkin dalam hatinya bilang gini, "kamu ga papa, ibu nih yang harus bayar..."

Bayangin gitu, gantian aku yang melirik sambil ngebatin, "cuma bayar doang, ga harus nyari..."
#huuuh...


Kalo udah begini, cerita selanjutnya selalu bertema nurun dari siapa. Tapi soal belanja, posisiku yakin aman karena ibue tau aku paling males. Apalagi urusan beli sesuatu yang berhubungan dengan keindahan atau keserasian. Langsung menyerah sebelum penetrasi dah...

Itu beneran...
Tidak pede beli baju kayaknya sudah bawaan orok yang susah dikoreksi. Padahal ibue Ncip tak kurang-kurang dalam memotivasi. 

Salah satu petuah yang tak pernah ku lupa adalah, "ayah tuh pake baju apa aja ga bakalan keliatan jelek kok, bajunya..."

Sambil kibas poni aku jawab, "berarti kalo orang ganteng, asal pake juga tetep cakep ya..?"

"Orangnya sih iya gitu. Tapi kalo bajunya mah harus pilih-pilih jangan sampe kalah cakep sama tampang yang makenya..."

Bentaaar...
Kayaknya ada yang ga beres ini...
#mikir...


Read More

13 Oktober 2014

Sama Ibu

#Bimbingan Orang Tua

Kalo si Ncip baru kembali sehat, ngilangin sifat "aleman" nya yang mendadak super sekali adalah sesuatu banget.

Tiap kali manjanya kumat, ibue didominasi tidak boleh urus yang lain-lain. Mau mandi harus sama ibu. Disuruh makan pun pake kata, "suapin sama ibu..."

Bila biasanya dia  rajin bantuin kerjaan ibue yang ringan-ringan, dalam kondisi begini sikapnya ikut berubah. 

Contohnya waktu mau makan ibue bilang, "dede tolong ambilin sendok di dapur ya..."
"Iya tapi temenin sama ibu..."
#sami mawon...


Aku pulang pun ternyata tak banyak membantu
Perhatian si Ncip tetap tak bisa berganti dari kata, "sama ibu..."

Yang ada malah bikin sakit kepala ketika siang malam tuh anak menguasai ibue terus. Saking mumetnya ngomong apa saja selalu dijawab "sama ibu..", aku coba negosiasi.

"De Ncip besok mau jalan-jalan engga..?"
"Iya tapi sama ibu..."
"Yaudah sekarang bobo biar besok ga kesiangan..."
"Mau tapi sama ibu..."

Wokeh mantap. Masanya bermodus...
"Buruan ya. Ayah juga udah kepengen bobo..."
"Iya tapi jangan sama ibu..."
#mikir...

Ayah balik hutan wae deh, nak...
*Cari monyet...



Read More

08 Oktober 2014

Suami Jelek

#Dewasa

Punya tim yang begitu dekat bak keluarga memang menyenangkan walau kadang merepotkan. Pokoknya persis kaya bapak yang urus sekian banyak anak. 

Contohnya suka ada yang curhat mau ngapel tapi dompet sudah kaya kopeah. 

Ada juga karyawan divisi lain yang nyamperin cuma buat nanya stafku yang cewek masih jomblo apa engga. Kalo sudah terlalu pribadi gitu, biasanya aku cuma nyengir doang.

Tapi pernah ada yang ngotot minta tolong. Disuruh pedekate sendiri katanya ga pede dengan tampangnya yang pas-pasan. Sana sini temen jadinya ga enak buat nolak sekaligus bingung gimana nyampeinnya ke si cewek.

Ga nyaman pake gaya tembak langsung, aku cuma ajak si target ngobrol gini, "kalo harus milih, lu pilih punya suami cakep atau anak cakep..?"

"Kalo mau anak cakep harus cari suami yang cakep dong, pak..."
"Belum tentu. Ini tentang hukum alam dimana yin dan yang harus seimbang..."
"Maksudnya gimana..?"

Lihat dia mulai tertarik, modus pun dimulai...
"Lu liat si ini atau si itu, menurut lu cakep engga..?"
"Biasa aja sih..."
"Lu dah liat anaknya, cakep engga..?"
"Cakep, pak..."
"Nah itu hukum alamnya. Kalo mau anak cakep, harus cari suami yang jelek..."
"Mana bisa..??"

Puter otak sejenak...
"Lu liat si anu cakep engga..?"
"Cakep, pak..."
"Anaknya..?"
"Mmmmm iya sih..."
#hening...

Lihat dia kaya mikir dalem, aku optimis misiku bakalan sukses

Apalagi setelah dia nanya ragu, "emang bener gitu ya, pak..?"
"Ya lu liat sendiri lah, kenyataannya gitu apa engga..?"

"Iya sih kebanyakan gitu. Tapi ngomong-ngomong anak bapak kok cakep yah..?"
"Emang... Eh maksutloh..???"

Gantian aku yang terdiam...
#mikir...


Read More

06 Oktober 2014

Muka Dua

#Bimbingan Orang Tua

Dalam suatu struktur, dapet posisi di tengah-tengah itu gampang-gampang susah.

Kalo diibaratkan tubuh, satu tangan memegang atasan dan satunya lagi pegang bawahan. Segala konsep strategis dari atas harus diterjemahkan ke bahasa taktis untuk implementasi oleh bawahan. Kurang seimbang sedikit, bisa bikin harmoni kerja tidak lagi selaras.

Makanya bikin mumet saat atasan kurang akur dengan bawahan. Tak jarang aku harus bermuka dua untuk menutupi perbedaan itu agar pekerjaan tidak terganggu. Dan cara ini pun lumayan besar potensi masalahnya.

Contohnya waktu masih di Jogja dulu...

Dapet tim rada error sementara bosnya gampang naik darah. Ketika ada masalah si bos ngomel-ngomel suruh ganti tim sementara waktu tak memungkinkan aku cari orang. Jadilah modus lidah bercabang yang aku pake.

Bisik-bisik tebar bujuk rayu seolah belain teman-teman di tim sepenuhnya. Setelah kelar urusan di bawah, saatnya cari muka ke atas pura-pura marah-marah. Sengaja suara dikerasin biar si bos yang di kantornya denger dan tahu aku ikuti gaya saklek dia.

"Saya tidak mau tahu caranya gimana pokoknya kerjain yang bener sesuai target. Jadi orang jangan ngeyelan. Biarpun kaya kucing bengek, beliau tetap bos kita yang harus kita dengar kemauannya. Paham..?"

Teman-teman mulai kerja, aku masuk ke ruangan bos kasih laporan, "Beres, bos. Mereka sudah mau kerja lagi..."

Kirain masalah selesai...
Ternyata si bos malah tambah ngambek, "lama-lama lu kurang ajar juga..."
"Loh, kan saya sudah ikutin apa kata bos. Mereka sudah saya marah-marahin biar kapok..."
"Gua ga peduli cara lu gimana. Tapi tolong klarifikasi apa yang lu maksud kucing bengek..!"
#ah elah...

Maaf...
Keceplosan... 


Read More

05 Oktober 2014

Staf Cewek

#Bimbingan Orang Tua

Jaman sudah berubah...

Perempuan-perempuan berpenampilan feminim mulai merambah bidang kerja yang selama menjadi domain laki-laki. Namun sebagian besar orang masih saja terjebak dalam pola pikir lama yang menganggap perempuan indah itu makhluk langka di tambang gersang nan panas.

Mulai terasa setelah formasi timku banyak diisi cewek. Selalu saja ada orang berkomentar dan lebih banyak yang arahnya negatif walau mungkin maksudnya becanda.

Kadang ada rasa ga enak tapi itulah realita yang musti dihadapi. Seperti saat ada pekerjaan di atas tower. Ada yang tega bilang, "hati-hati neng, awalnya disuruh manjat tar lama-lama dipanjat..."

Saat harus ke tambang, komentar paling sering adalah, "asik bray bisa parkir dulu di hutan..."
#semprul...


Seringnya aku cuekin
Dulu pernah coba nanggapin ternyata malah bikin masalah

Kebetulan otak lagi rada ruwet...
Dikomenin ga enak langsung aku timpas, "lu liat aja tim gua ada yang skillnya dibawah standar engga..? Kalo cuma modal casing doang ga bakalan gua mau terima. Tuh buktinya si anu tampangnya jelek tetep gua masukin tim..."
#ngambek...




Dan begitu masuk kantor, ada stafku yang matanya basah. Soal ginian aku udah maklumin semenjak timku diisi anak-anak baru gede dimana persoalan pribadi mereka kadang aku harus ikut urusin biar ga ganggu kinerja tim.

Buruan aku ajak ngobrol di teras
"Berantem lagi sama cowok lu..?"
"Engga, pak. Udah putus..." *ucek-ucek mata
"Kenapa nangis..?"
"Bapak sih ga punya perasaan..."
"Whaaat..? Maksutloh..?" *rada kegeeran
"Dari dulu saya sadar kalo saya item jelek ga menarik. Tapi ga perlu lah bapak bilang itu di depan umum sambil teriak-teriak kaya tadi..."
#Oooh...

Maaf...

Read More

03 Oktober 2014

Si Ite

#Bimbingan Orang Tua

Lagi ngobrol lewat HT
"Ada yang bisa bantuin ke tambang ga..?"
"Bentar, pak. Si Ite belum balik masih di workshop..."

Tiba-tiba karyawan lain yang duduk di sebelah nanya dengan wajah penasaran, "siapa si Ite..? Staf baru kah..? Cewek ya..? Cakep gak..?"
#ngikik...

Pertanyaan itu manusiawi banget buat manusia-manusia penghuni tanah gersang ini. Tak terlalu salah juga karena beberapa hari ini ada isu timku mau dapat tambahan orang. Dan katanya cewek lagi...

Padahal yang dimaksud si Ite adalah kendaraan operasional IT. Mungkin karena tim ini terlalu kompak sampai-sampai mobil pun dianggap anggota tim yang dimanusiakan dengan panggilan sayang si Ite.

Perhatian teman-teman ke si Ite bisa aku tangkap waktu lihat mereka kelihatan lesu.
"Kenape lu pada pasang tampang galau..?"
"Kan si Ite breakdown di bengkel, pak..."

Sok bijak aku kasih nasehat, "ambil positifnya lah. Anggap aja lagi dikasih kesempatan istirahat ga ke lapangan dulu. Semangat dong..."
"Bukan itu yang bikin galau, pak..."
"Terus..?"
"Ga ada si Ite, bapak jadi ga traktir kita makan siang di luar..."
#mikir...

Tentang panggilan sayang itu...
Sebenarnya itu semacam call sign saat komunikasi di radio. Mirip-mirip gaya satpam lah yang suka pake bilang, "kutu satu, kutu kupret panggil..."




Kalo satpam nyaman aja bilang lapan anam lapan anam
Nah mobil kesayangan mereka itu nomor lambungnya IT-69
Trus temen-temen cewek mengaku suaranya serak serak mendesah
"Ga enak pak kalo harus bilang enam sembilan..."
#oowgh...

Apa hubungannya ya..?


Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena