#Dewasa
Kepala kadang pusing tak pernah aku anggap masalah mengganggu...
Semenjak kerja di tambang tekanan darahku memang cenderung rendah. Asupan gizi kurang, kerja terforsir sampai larut malam dan kebanyakan lihat layar komputer menjadi penyebabnya.
Makanya cuti adalah masanya perbaikan gizi. Dua minggu di rumah sudah cukup untuk memperbaiki apa yang rusak selama sepuluh minggu di hutan. Aku anggap cukup karena tiap kali kembali dari cuti teman-teman suka komen, "rada gemukan, pak..."
Indikator lain adalah saat reinduksi. Ukur tensi di klinik perusahaan hasilnya selalu normal...
Induksi adalah kerjaan HSE (Health Safety & Enviroment) Dept. Tiap ada karyawan baru akan dikasih semacam pengarahan tentang keselamatan kerja dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Sedangkan reinduksi adalah induksi ringan yang berlaku untuk karyawan yang baru pulang cuti.
Sedikit berbeda waktu reinduksi terakhir kemarin. Mungkin waktu cuti pemasukan dan pengeluaran gizinya tidak seimbang, tumben-tumbenan tensiku cuma 90/60...
Sesuai pesan perawat, beberapa hari kemudian aku cek ulang hasilnya naik jadi 100/70. Selang beberapa hari lagi dicek sudah 110/80. Kebetulan dokternya ada di tempat, aku sempatin nanya, "tiga kali cek kenapa hasilnya beda, dok..?"
"Berarti perkembangannya bagus, pak..."
"Masalahnya pusing kepalaku ga ada perubahan malah nambah. Harus medical check up kah..?"
Eh dokternya malah nyengir, "udah minta cuti lagi saja sana. Harus check in itu bukannya check up..."
"Kok tahu..?" *nyengir kuda
"Ya iyalah, orang tambah cakep perawatnya tensinya makin tinggi..."
#nokomen...
Yah...
Beginilah suka duka jadi jomblo di tengah hutan
Datang ke klinik dengan keluhan leher kaku, pulang dari klinik ada yang lain ikutan kaku...
#pelecehan profesi...


























