22 Maret 2013

Usulan Website Komunitas #2


#Semua Umur

Pembahasan tahap kedua tentang format website yang akan dipergunakan. Ada beberapa pilihan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, yaitu:

1. Forum
Umumnya forum ini dipergunakan oleh komunitas terbuka yang mengelola banyak pengguna. Semua orang yang sudah terdaftar bisa membuat thread secara bebas di sub forum yang sesuai. Pengelolaan thread biar tidak melenceng dari tema diserahkan sepenuhnya kepada moderator yang ditunjuk.

Biar bisa mempertimbangan tingkat keasyikannya, silakan lihat contoh forum yang ada misalnya kaskus.co.id 

Menurut aku pribadi, forum itu asik karena kita bisa leluasa berekspresi. Bahas segalanya jadi lebih gamblang karena bisa pasang gambar dan video termasuk dalam komentar. Ribuan komentar pun bisa disupport. Sayangnya forum akan kurang asyik kalo anggotanya sedikit. Ga rame bray...

Proses pengerjaan forum dengan menggunakan template standar vBulletin atau phpBB, sehari bisa selesai termasuk modifikasi tampilan dan perapian sana sini. 

Kebutuhan secara teknis hanya domain dan hosting saja. Karena forum tidak butuh space untuk menyimpan gambar (gambar dan video embed dari web lain), hosting berukuran 250 MB sudah cukup. Biaya yang dibutuhkan untuk sewa domain dan hosting sekitar 250 ribu pertahun.


2. Web statik
Dinamakan statik karena isinya cenderung tetap dalam artian tidak terlalu sering update. Biasanya dipake oleh perusahaan atau lainnya yang penyampaian informasinya satu arah. Contohnya lihat webku saja deh di www.rawins.com

Pengelolaannya lebih mudah karena hanya admin yang bisa utak atik konten. Kekurangannya kalo dipake komunitas adalah kurang interaktif.

Pengerjaan teknisnya butuh waktu lebih lama. Dimulai dari riset konten, pengumpulan data, desain sampai develop bisa makan waktu satu minggu. Biaya pertahunnya hampir sama dengan forum.


3. Web dinamik
Secara mudah web dinamik ini sama dengan blog. Sering diupdate dan konten terbaru akan muncul di halaman awal menggeser konten lama. Lumayan interaktif walaupun tidak seleluasa forum. Komentar dibuka untuk umum, tapi posting hanya bisa dilakukan oleh mereka yang ditunjuk sebagai admin.

Yang umum dipake ada dua engine yaitu wordpress dan blogspot.

Wordpress
Dengan hosting di server wordpress alias versi gratisan, kita tidak bisa pasang domain sendiri. Untuk bisa pake domain sendiri, harus punya hosting. Pake template comotan pengerjaan cepat bisa sehari beres. 

Kebutuhan biayanya untuk tahap awal bisa disamakan dengan forum. Tapi kalo jumlah jurnalnya sudah banyak plus selalu kebanjiran komentar apalagi banyak posting gambar, space hostingnya perlu ditambah dengan yang lebih besar. Sebagai gambaran space 500MB di MWN berikut domain sewanya sekitar 350 ribuan pertahun.

Blogspot
Yang satu ini kayaknya sudah tidak asing lagi mengingat pasukan panci kebanyakan pake mesin ini. Bikin template juga ga perlu bingung karena banyak jawara blogger ngumpul di komunitas ini.

Secara biaya juga paling hemat. Cuma butuh bayar domain saja sekitar 100 ribu pertahun. Blogger sendiri kasih keleluasaan dalam hal kontributor konten sampai 100 user sehingga bisa diisi beramai-ramai. Tinggal diatur apa saja konten selain kegiatan komunitas yang bakal diusung dan siapa pengampunya. Misalkan Lik Zach mengasuh kolom tausyah, Mang Lembu urusan enterpreuneur, Pak Asep buka layanan konsekstasi dll dll.


Silakan ditimbang-timbang dan kasih masukan lain yang belum tercantum diatas.
Kritik dan saran membangun sangat dinantikan
Kasih kritik tempe juga boleh
Pokoknya disini bebas

Terima kasih...




Read More

Usulan Website Komunitas #1


#Semua Umur

Suerrr...
Beneran hampir lupa kalo temen-temen pasukan panci pernah nyuruh bikin website komunitas. Kang Reo jauh-jauh dari negara tetangga pun nyempatin kirim sms. 

Mumpung lagi inget, aku perlu kesepakatan nama domain apa yang akan dipergunakan, misalnya panci.com atau k-troop.co.id dan sebagainya. 

Silakan buat usulan nama yang diinginkan. Apabila nanti ada beberapa pilihan dan tidak tercapai kata mufakat, aku akan serahkan kepada sesepuh untuk diadakan pemungutan suara.

Selain harus mengena dengan visi misi komunitas, nama yang dipilih sebaiknya mudah diingat, unik dan tidak terlalu panjang. Karena ini sifatnya komunitas sosial, aku sarankan pake buntut .org

Sebelum kasih usulan, silakan cek dulu domain tersebut sudah dipake orang apa belum. Untuk ngeceknya silakan cek melalui google atau bisa  KLIK DISINI.

Tahap pertama itu saja dulu deh
Setelah ada nama terpilih nanti aku lanjutkan ke tahap berikutnya
Terima kasih...




Read More

Anak Ayah Anak Ibu


#Semua Umur

Istilah anak ayah anak ibu dalam jurnal Kebun Buah Mangunan kemarin ada yang mempertanyakan sampai ke Gtalk.

Sebenarnya bukan ngebeda-bedain anak. Dalam keseharian kalo pas ngumpul di Jogja ya bareng-bareng atau bergantian tergantung situasi. Munculnya kata pembeda itu cuma efek dari kemiripan sifat. Dimana Ncit memang banyak menuruni sifatku sedangkan Ncip banyak ikut ke ibue.

Makanya sering kebalik-balik. Anak cewek sukanya seradak-seruduk sementara yang cowok malah rada penakut. Seperti misalnya mereka berdua lagi manjat pager dan susah turun. Citra lebih sering nekat loncat tak peduli resiko luka sedangkan adiknya lebih suka teriak-teriak minta tolong ketimbang benjut.

Begitu juga ketika kompakan menjarah dapur dan nemu toples makanan. Kalo sukar dibuka, Cipta akan panggil orang lain untuk bukain yang tak jarang pake mewek segala.

Beda dengan kakaknya. Walau kadang pake nangis juga, tapi bukan karena ga bisa buka. Melainkan dimarahin ibue gara-gara toplesnya pecah dibuka pake palu.

Ncit pola pikirnya taktis persis dengan bapaknya yang suka main sikat dalam menghadapi masalah. Mau sukses mau bonyok urusan belakangan yang penting jalan dulu apapun caranya. Sedangkan Ncip cenderung berpikir strategis seperti ibunya yang punya prinsip "nanti gimana" bukannya "gimana nanti..."

Kira-kira begitu...


Intinya
Perbedaan mereka secara garis besar, anak ayah itu kreatif sedangkan anak ibu penuh perhitungan akan resiko.
#Sekali-kali ngalem anak sendiri...



Read More

21 Maret 2013

Kebun Buah Mangunan


#Semua Umur

Sibuk boyongan itu kan buat orang tuanya. Untuk Ncit dan Ncip tidak ada bedanya dan tetap saja nagih jalan-jalan kebawa kebiasaan tiap aku pulang cuti.

Berhubung cuaca panas, jalan ke pantai bukan ide bagus. Ke Kaliurang rasanya jadi jauh setelah pindah ke selatan Jogja. Jadinya ngeluyur ke Kebun Buah Mangunan jadi pilihan.

Rute ke Mangunan tidak terlalu sulit kok. Ambil saja start dari terminal Giwangan lurus ke selatan arah Imogiri. Setelah melewati  komplek makam raja, rambu penunjuk arah banyak terpasang di setiap persimpangan. Jalannya pun sudah teraspal mulus sampai ke lokasi.

Ibue semangat diajak kesana karena duren lagi musim. Dimana lagi bisa makan duren sepuasnya modal 10 ribu perak. Saking semangatnya, di pintu masuk ibue sudah nanya pake semangat 45. Sayang dapat jawaban, "wah terlambat, bu. Coba berkunjungnya minggu kemarin..."
#Hihi sakiiit...


Karena bukan hari libur, suasana lumayan sepi. Muter-muter kebun yang ada hanya rambutan doang itu pun sudah sisa-sisa. Untung ada ibu-ibu pekerja kebun yang berbaik hati mau metikin walau diakhir cerita dikasih embel-embel, "sekilonya 3 ribu, bu..."
#Haha payah...




Sebodo amat lah...
Yang penting anak-anak senang bisa bebas berlarian di alam terbuka.

Setelah cape muter-muter kebun, aku ajak mereka istirahat di pendopo dekat parkiran. Trus tiba-tiba Citra teriak-teriak, "ayaaah, ada anak nakal dikurung..."

Biarpun bicara Ncit sudah mulai jelas, suer aku bingung dengan maksudnya. Setelah aku samperin, baru ketahuan ada kandang rusa di belakang pendopo. Mungkin terpengaruh lagu Si Kancil Mencuri Timun makanya rusa dibilang anak nakal dikurung.
#Aya-aya wae...



Sudah dari sononya suka ngebagi-bagi kalo Citra anak ayah, Cipta anak ibu. Mendengar si Ncit ngomong gitu ibue langsung nyengir lebar ngeledek anak ayah.

Di tengah senyum kemenangan itu, si Ncip nyamperin
Begitu melihat rusa dia langsung teriak, "timuuuun... ibu ada timuuun..."
#Gantian ngakak...


Intinya
Sesibuk apapun orang tua, membawa anak-anak ke alam bebas tidak boleh terlupakan...


Read More

Suwar Lagi


#Bimbingan Orang Tua

Masih cerita pindahan...

Kali ini tentang seksi sibuk berjudul Pak War. Beliau adalah juragan duren di sebrang galeri tempatku kerja dulu. 

Kerjaannya sih ga bener-bener amat. Pokoknya tipe manusia Jogja yang adem ayem dalam segala hal sampai mendekati titik menyebalkan untuk aku yang biasa kerja cepat. Namun karena kedekatan kemanusiaan, aku sering minta bantuan beliau dalam banyak hal termasuk saat angkut-angkut kemarin.

Aku minta datang pagi-pagi tetap saja datang menjelang siang setelah aku dapat 3 kali angkut pake mobil ibue. Karena perabotanku tidak terlalu banyak, aku sarankan bawa dua orang saja. Tapi dasar Suwar yang gemar berbagi pekerjaan, lima orang dia ajak serta di mobil pickup-nya.

Waktu mau berangkat dari Kotagede, ibue sudah bilang berkali-kali nomor rumahnya G15. Ceritanya dia mau berangkat duluan dan aku nyusul di belakangnya. Terjebak kemacetan di pasar Kotagede, aku tertinggal sekitar 15 menit. Sampai tujuan dia tidak kelihatan batang hidungnya. Ditelpon yang didapat tetap lagu lama, "nomor tidak aktif..."

Begitu aku balik baru ketahuan mobilnya parkir di komplek B yang sepi penghuni. Dibilangin salah rumah malah ngeyel, "katanya tadi B15..?"

Untungnya tadi kunci rumah aku yang bawa. Coba kalo dikasihin, apa engga ngobrak-abrik rumah orang..?


Biar suka error, War itu orangnya santun. Seperti waktu mau angkat barang jalannya kehalang mobil ibue, dengan sopan beliau melarang ibue mindahin mobil. "Biar aku saja yang mindahin, mbak..."

Dia juga resikan kalo orang Jawa bilang. Buktinya waktu masuk mobil ibue, sandalnya dilepas. Aku tanya kenapa, jawabnya, "nanti mobile kotor, pak..."


Tapi ya gitu...
Sandal dibuka tapi rokoknya tidak dimatikan sementara jendela dibiarkan tertutup rapat. Hasilnya aku cuma bisa geleng kepala ketika ibue Ncip misuh mual-mual interior mobilnya semerbak aroma klembak menyan.


Kisah lain tentang manusia ini dengan segala kekoplakannya bisa dibaca di jurnal lama bertajuk War.
Pokoknya Suwar memang kagak ade matinye...


Intinya
Sisi kemanusiaan dan kedekatan hati seringkali membuat kita melupakan kinerja seseorang
Ngomel sesaat tapi besok disuruh-suruh lagi...


Read More

Setrikaan Mabok


#Semua Umur

"Pindahan aja kok repot amat sampe libur ngeblog sih..?"

Gimana ga repot
Jatah cuti cuma 2 minggu sementara prosesnya dimulai dari nyari-nyari rumah. Ada yang rumahnya cocok, lingkungannya kurang bagus. Lingkungannya keren, harganya terlalu najong.

Apalagi nyarinya modal iklan koran dimana sebagian besar sudah melalui perantara. Kirain calo kontrakan tuh cuma ambil berapa persen doang. Ternyata rada ngerampok juga. Ketauannya ada pemilik rumah yang keceplosan bilang dari dia per tahun hanya 6 juta. Eh, makelarnya bilang mentok 8 juta.

Membedakan iklan lewat calo atau langsung dengan pemilik tidak sulit kok. Calo biasanya nawarin beberapa lokasi dalam satu iklan dan nyantumin nomor telpon doang. Kalo pemilik selalu mencantumkan alamat lengkap sehingga bisa langsung intip ke lokasi sebelum melanjutkan nego lewat telpon.

Semua memang ditangani ibue Ncip dan aku sekedar nyupir doang. Sayangnya juragan ga mematuhi syarat dan ketentuan jadi navigator yang baik dan benar makanya rutenya ga jelas. Dari ujung timur Jogja meluncur ke ujung barat. Habis itu balik lagi ke timur. Pokoknya bolak-balik persis setrikaan mabok.

Tau sendiri hari-hari gini Jogja mulai macet oleh rombongan wisata anak sekolah. Merasa tiap malem pegel dengkul efek mancal kopling seharian, aku minta ibue beli dulu semua koran lalu didata dan diurutkan rutenya.

Pagi-pagi kelihatan ibue sudah mengikuti apa yang aku saranin. Tapi setelah nyamperin beberapa lokasi, kok tetep bolak-balik kaya kemarin..?

Buruan aku komplen, "diurutin engga sih..?"
"Udah..."
"Gimana nyusunnya..?"
"Yaaa diurutin dari yang paling murah..."
#Mumet...


Intinya
Dasar ibu-ibu...



Read More

20 Maret 2013

Pindahan Mulu


#Semua Umur

Entah sudah berapa orang yang nanya, "kenapa sih pindah-pindah mulu..?"

Dalam banyak hal aku memang tak mudah kelain hati. Namun soal rumah, lumayan banyak pertimbangannya yang jadi unsur pemaksa.

Awal menetap di Jogja aku tinggal di mess galeri tak jauh dari makam pahlawan Semaki. Begitu aku ketemu ibue Ncip dan berniat rumah tangga, tinggal di mess mana enak walaupun fasilitas nyaman dan gratis. Jadilah aku pindah ke Maguwo yang adem serta jauh dari hiruk pikuk kota.

Sampai kemudian ibue tahu kalo di kerjaan aku suka lupa makan. Makanya beliau ngotot untuk pindah rumah yang deket kantor biar aku bisa pulang tiap jam makan atau ibue bisa nganterin makanan. Efeknya lumayan dahsyat. Dalam beberapa bulan, bobotku yang semula tak pernah lebih dari 55 kg langsung melejit ke angka 68. 
Kata orang sih, susunya cocok...

Di Kotagede itulah terlahir Ncit dan Ncip dan tak terasa sudah 3 tahun hidup damai disana. Di tengah kota namun adem karena posisinya di atas tebing sungai Gajahwong. Dan itu yang jadi masalah ketika anak-anak mulai besar.




Si Ncip asal pintu kebuka langsung ngacir keluar rumah. Payahnya dia suka banget nongkrong di bibir tebing setinggi 5 m tanpa pagar itu. Selalu kepikiran kalo dia sampe terinspirasi bapaknya yang waktu mudanya dulu gemar terjun walaupun nyangkut di pohon mulu.

Jadi begitu ceritanya kenapa ibue Ncip ngajuin proposal untuk cari perumahan di daerah pinggiran. Hasil perburuan rumah itupun berakhir di Graha Banguntapan Blok G15. Lumayan ngos-ngosan sekitar 10 km dari ringroad Kotagede atau terminal Giwangan. Tapi tak jadi masalah yang penting anak-anak bisa bermain dengan aman.

Intinya
Gitu dulu aja deh...
Buat pelepas kangen doang
Sebelum bisa kembali aktif ngeblog lagi



Read More

13 Maret 2013

Laptop Dibajak


#Semua Umur

Seminggu belakangan ini memang tak punya banyak waktu onlen. Yang jelas sibuk ngurus pindahan mengingat cutiku cuma 2 minggu sementara prosesnya beneran dari awal. Mulai dari cari rumah kontrakan sampai angkat junjung dan beres-beres jelas teramat mepet.

Faktor lainnya anak-anak selalu ribut kalo lihat laptop didepan mata. Jangankan laptop, hapeku saja lebih sering ditangan mereka. Tak jelas berapa banyak telpon masuk tidak terangkat atau diangkat anak-anak. Begitu pun sms aku tak tahu berapa yang terhapus tanpa aku sempat baca.

Kemudian aku sempat bengong pas mau cari sesuatu di google, ada notifikasi Goplus berisi komplen dari si Cemut, "kenapa postingan jadul banyak nongol lagi..?"

Aku sempatin cek, ternyata banyak jurnal tahun 2008 - 2009 yang ter-share ke goplus, pesbuk maupun tuiter. 

Aku memang tak pernah log out dari berbagai account. Rumangsane laptop sudah masing-masing makanya males keluar untuk nanti masuk lagi. Dan ketika itu sudah di tangan Citra dan Cipta, begitulah kira-kira yang terjadi.




Payahnya...
Dari hasil pemeriksaan, mereka bukan cuma nge-share doang. Tapi ada beberapa jurnal yang terhapus. Aku ga tahu pastinya berapa biji, namun yakin banget ada yang lenyap tanpa bekas.

Ada juga beberapa jurnal yang berantakan isinya berganti huruf gak karuan. Si Ncit ditanya pake enkripsi jenis apa malah nyengir doang. Bisa jadi itu tulisan rahasia jenis baru blasteran morse dengan sandi rumput. Hehe...

Yoweslah...
Maaf belum bisa aktif ngeblog
Maaf juga kalo ada yang terganggu dengan insiden diatas

Sama sama...



Read More

06 Maret 2013

Ga Bisa Email


#Semua Umur

Teman SMK yang magang di site kemarin sore sms, "pak, aku ga bisa kirim email. Gimana caranya ya..?"

Sempat manyun sejenak. Inget kalo beberapa hari lalu melatih mereka mengelola router. Jangan-jangan router existing dipake praktek atau ada kabel kecabut. Kepikiran kalo mail server sampai ngadat sementara aku baru sehari di rumah. Bisa kacau kalo harus balik lagi seperti waktu tower roboh kemarin.

Karena lagi ngasuh anak-anak berikut ibunya di kerpur, aku minta dia ngubungin staf yang belum pulang.

Sampe rumah, buruan aku cek servernya secara remote. Tidak ada masalah. Aku coba kirim terima email juga lancar. Buruan nelpon stafku yang jaga gawang di site.

"Mail servernya kenapa..?"
"Kada papa, pak.."
"Anak magang bilang ga bisa kirim email..?"
"Oooo, bukan server error. Mereka anak magang lagi belajar bikin akun email. Mereka bingung belum bisa cara pakenya.."
"Woooaat..???"

Baru saat itu aku tahu bahwa ada siswa kelas 2 SMK IT jurusan Teknik Komputer dan Jaringan ternyata belum pernah praktek bikin account email dan cara pakenya. Kuharap karena mereka sekolah di pedalaman yang minim fasilitas, bukan karena tidak ada di kurikulum. Tapi tetap saja pemerintahnya katrok kalo sampai SMK IT tidak punya fasilitas belajar mengajar memadai.

Baru saat itu pula aku tahu bahwa mereka lihai berpesbuk ria cukup daftar pake nomer hape dan tidak mensyaratkan email. Padahal asumsiku semula, email merupakan skill dasar yang mestinya dikuasai oleh mereka yang aktif sebagai netter.

Jangan-jangan ini merupakan cerminan sebagian dari teman-teman maya kita. Soalnya aku pernah minta alamat email teman trus dijawab gini, "ga tau, mas. Pake pesbuk aja ya..?"

"Iya deh. Alamatnya apa..?" ambil pulpen.
"Pesbuk saya, dodolsurodol et yahoo dot co dot ide..." 
"Ooowh.???"
#Keselek pulpen

Kirain cuma jaman dulu kalo ketemu temen maya atau nanya alamat email pertanyaannya selalu, "fs-nya apa..?"


Intinya
Sangat memprihatinkan kalo itu benar-benar fenomena gunung es. Karena kasus semacam itu tak cuma aku temukan di pedalaman saja. Di kota pun masih ada yang gaptek padahal sudah pake ipet dan semarpun mahal. Perlu bikin survai dan pelatihan pendampingan IT kayaknya...


Catatan edisi cuti
Maaf kalo bales komengnya telat dan susah jalan-jalan
Modem lemotdotcom buat ngepos aja dah cape...




Read More

05 Maret 2013

Penerbangan 521


#Semua Umur

Setiap kali mau pulang kampung... 
Begitu sampai di Banjarmasin itu rasanya seperti sudah tiba di halaman rumah. Perjalanan panjang selama 6 jam menuju bandara langsung lenyap dalam satu kalimat pendek dari hati terdalam, "sejam lagi nyampe rumah..."

Perjalanan membahagiakan kemarin, ada sih sedikit kisah bete terselip. Cerita berawal saat mau masuk ruang check in. Di depan pemeriksaan X-Ray, ada orang bawa 2 koper besar nyeruduk-nyeruduk antrian. Aku cuekin saja dan mikir dikit, "inilah Indonesia Raya..."

Habis diraba-raba sama si mbak petugas X-Ray, langkahku tertahan lagi oleh mas-mas yang tadi. Tau bawa apa dia sampe kopernya harus dibongkar-bongkar. Dudulnya ga pake minggir dulu biar ga ngalangin orang lewat.

Antri di loket check in, eh si dudul nongol lagidan tetap usrek ngelangkahin orang dengan alasan penerbangannya paling pagi. Aku geser badan kasih jalan biar dia cepetan hengkang dari alam dunia. Eh, tetep aja lama. Pake adu ngeyel koper yang satunya mau dibawa ke kabin sementara petugas check in bilang dua duanya harus masuk bagasi.

Nasib baik masih saja mengikutiku. Di tempat bayar airport tax, orang itu berdiri tepat didepanku. Aku jadi makin faham betapa ribetnya dia. Tahu antrian panjang, mbok yao siapin uang dulu selagi antri. Ini sudah di depan loket baru sibuk ngaduk-aduk dompet. Isinya sih kelihatan banyak. Tapi kelamaan semua kantong diobrak-abrik dulu, katanya nyari uang pas. Udah gitu dia masih pake acara ngerapiin dompet segala, dengan tetap berdiri di depan loket.

Sejak tahu bakal satu penerbangan, aku sengaja melambatkan langkah biar ga didesek-desek dia mulu. Ah dasar jodoh emang ga kemana. Begitu masuk pesawat, dia sudah duduk manis di seatku. Buruan aku nanya, "permisi.. Masnya kursi nomer berapa ya..?"

"Sebenarnya 17B, tapi tukeran ya. Saya pengen lihat jendela..."

Yoweslah gapapa. Toh aku ga pernah pesen-pesen bangku. Siapa tahu beliau emang pengguna fanatik windows makanya gemar lihat jendela. Atau suka mabuk kendaraan makanya butuh deket jendela biar gampang kalo mau muntah.

Sesaat aku damai melanjutkan mimpi yang terputus semalem. Sampai pesawat mendarat dan tetangga sebelah mulai berulah lagi. 

Belum juga pesawat berhenti, sudah berdiri melangkahi tetangga sibuk ambil koper. Ngapain tadi ga sekalian aja masuk bagasi biar bisa ngelonin koper. Lagian ribut berebutan turun juga terlalu ngefek bila akhirnya nungguin bagasi juga.

Ehiya..
Waktu masih di atas, kita sempat ngobrol sepatah dua patah kata. Tetangga sebelah itu nyapa gini, "mau turun dimana, mas..?"

Sambil nyengir kuda aku jawab, "di bandara..."

Padahal kalo bisa aku pengen turun di stasiun Tugu. Mau nanyain ke ketua RT Sarkem, siapa tahu kehilangan warga yang bentuknya kaya di sebelah...


Intinya
Ngapain sih bikin bete orang lain ga mau antri kalo akhirnya nungguin bagasi juga...?



Read More

03 Maret 2013

Simbiosis Feodalisma


#Semua Umur

Banyak gangguan menjelang cuti merupakan sumber kegalauan yang luar biasa. Tak ingin cuti tertunda membuat pola kerja kadang bergeser sedikit dari kata kerja cepat menjadi kerja terburu-buru.

Musim hujan adalah penghambat tambahan. Kalo cuma hujan mungkin bisa dipaksakan manjat. Tapi bila angin kencang dan petir turut serta, aku tak mau ambil resiko. Hujan juga membuat jalanan berubah jadi kubangan lumpur yang mengganggu mobilitas.

Lebih apes lagi bila kejadiannya berbarengan dengan rombongan dari Jakarta datang. Kasus paling sering adalah tidak kebagian kendaraan karena habis dipakai mereka. Kalo karyawan site terbiasa bergantian atau didrop untuk nanti dijemput lagi, mereka seringnya minta secara ekslusif kendaraannya nungguin.

Dan kondisi ini sulit untuk dibenahi karena sebagian orang site ikut andil menyuburkan budaya tersebut. Seolah-olah karyawan pusat itu lebih penting dari karyawan site. Tak cuma soal kendaraan. Urusan lain pun sama. 

Misalnya soal makan
Kebiasaan begadang sampai subuh membuatku sering sarapan menjelang jam makan siang. Melihat meja makan cuma ada nasi goreng sisa sarapan pagi sementara di dapur sudah mulai mateng, aku nyelonong ke dapur dong minta lauk. Eh, pernah ditolak mentah-mentah, "maaf pak ini untuk tamu. Bapak sarapan yang di meja makan saja ya..."

Apa bedanya aku sama temen-temen dari Jakarta..?
Mereka karyawan, aku juga karyawan. Mereka dari Jakarta, aku pun sama pengangkatan Jakarta. Bedanya mereka ditempatkan di kantor pusat sedangkan aku di daerah. 




Kalo mau pake logika, harusnya yang di daerah dapat menu lebih baik tingkat gizinya. Orang Jakarta kerjaan duduk di ruangan ber-AC, sedangkan aku harus berpanasan mandi debu setiap hari. Apalagi debu batubara yang mengandung kadar sulfur tinggi sangat merusak paru-paru. Kalo gizinya kurang apa mungkin tetap sehat..?

Lebih menyebalkan lagi ketika kepala dapur bilang, "kalo mau lauk yang ini, nanti saja setelah mereka selesai makan..."

Celeng tenan...
Itu kan sama saja aku disuruh makan sisa orang..?

Bodo ah...
Yang penting malam ini aku pulang dan besok bisa perbaikan gizi di rumah. Semoga asupannya bisa lebih banyak daripada pengeluaran gizinya biar ga tekor. Apa ikut program penggemukan sapi saja ya biar mantap...?


Intinya
Yang dari pusat maunya diistimewakan, yang di daerah terjangkit budaya menjilat. Benar-benar simbiosis feodalisma yang merusak tatanan. Tapi mau bilang apa, wong semua itu sudah jadi penyakit kronis yang hanya bisa disembuhkan dengan cara amputasi. Dan sepertinya hidup penyakitan itu lebih nikmat daripada diamputasi.


Read More

Digaji Gilanya


#Semua Umur

Sebenarnya kasihan di hari minggu begini teman-teman harus ke lapangan setelah beberapa hari lembur terus sampe pulang malam. Maunya sih aku minta istirahat dulu barang sehari. Namun mereka bersikeras berangkat dengan alasan besok aku harus pulang cuti...
#Terharu...

Senang rasanya kerja bareng tim seperti mereka. Ga cuma kreatif dalam urusan ngakalin kerjaan. Tapi juga pinter memanfaatkan apa yang ada untuk refreshing, sehingga segala penat badan mumet kepala bisa mengalir dan terlupakan segera.

Disini bukan cuma kerjaan yang bikin lelah. Energi seringkali terkuras di jalan ketika mobil sarana terperosok lumpur. Kadang kerjaan bisa diselesaikan dalam satu jam. Namun perlu mandi debu atau lumpur di jalan seharian . 

Padahal di tengah hutan gini boro-boro wifi gratisan, sinyal hape saja tidak ada. Hiburan pelepas lelah yang bisa dilakukan paling banter nyambitin burung dan babi hutan yang apes nyamperin mereka. Atau sekedar bikin foto prewed yang gayanya suer najis tralala.




Kadang mirip orang gila memang.
Tapi itulah cara manusia-manusia hutan menghibur diri. Tak aneh kalo banyak orang-orang yang merasa dirinya waras tak bisa bertahan lama di sini. Karyawan kiriman dari Jakarta yang belum sebulan sudah minta pulang bukan hal aneh lagi.

Makanya kadang aku suka mikir
Kerja di tempat seperti ini, yang digaji tuh bukan pekerjaannya tapi kegilaannya.


Intinya
Tak aku pedulikan teman-teman mau bikin polah apa. Asalkan mereka selalu ceria, kerjaan berat bukan beban lagi. Toh kerjaan memang tidak boleh habis atau bakal ada PHK masal. Kalo kerjaan habis, perusahaan ga butuh karyawan lagi kan..?



Read More

Cewok


#Banyumasan

Adoh anak bojo...
Pengine nek nelpun mengumah isine ngobrol sing nyenengna men kangen ora nemen-nemen gawe ati pating srenit. Tapi genah duwe anak persis rama biyunge plek, ya kepriwe maning nek nyatane nelpun malah gawe reang. Nembe ngobrol sedela wis pada gelut rebutan hape ora gelem gentenan.

Apa maning nek nelpun sore-sore. Wis mesti mamake tepleng reang anake wadon ora gelem adus nek ora karo ramane. Anak wadon pancen mbuh kepriwe malah lulut meng rama. Kabeh-kabeh kayanu ngetutna ramane ngasi urusan nguyuh barang. Wong anak lanang be wis pinter nek nguyuh ndodok, mbekayune malah ngadeg.

Janjane biyunge sing mandan ora beres. Nek pas lagi nangumah, anak wadon njaluk apa kon meng ramane alesane sibuk ngurusi anake lanang. Kebiasaan apa-apa rama, dadine repot basan ditnggal embret adoh kaya kiye.

Tapi arep nolak ya ora tegel. Masa iya anak gawene bareng-bareng, nguruse ora gelem bareng. Tau sih sepisan anake ngising, nyong ngomong bebeh nyewoki. Ealah mamake tepleng gole semaur, "mumpung esih cilik lah. Ngesuk wis gede masa gelema dicewoki ramane..."

Yawislah...
Wong urip pancen wis kudune kaya kuwe
Anake njaluk dicewoki ya kudu gelem nglakoni
Wong nek biyunge njaluk be sregep gole nglakeni


Read More

02 Maret 2013

Serangan Oemoem Ditunda


#Dewasa

Ketika dapat jatah pulang kampung tanggal 28 Februari, aku pikir kali ini bukan cuti biasa. Melainkan cuti keren yang mengandung nilai historik dimana aku bisa berpartisipasi memperingati Serangan Oemoem 1 Maret bersama ibue di rumah.

Ga perlu pake janur kuning lagi, karena cukup sekali seumur hidup. Senjata pun sudah dikokang sejak beberapa hari lalu. Pokoknya mental tempur sudah mantap dan siap tembak musuh dalam kondisi terjepit sekalipun.

Mungkin karena nasionalisme memang sudah masanya dilunturkan, masalah di site datang silih berganti karena faktor alam. Hasilnya sampai saat ini aku belum bisa memastikan kapan bisa pulang ke Jogja.

Ada staf yang belum balik cuti tinggal menyisakan 4 orang ditambah 1 driver, lumayan keteteran menangani wilayah kerja sepanjang 45 km dengan prasarana jalan yang tak ada bedanya dengan kubangan lumpur.




Untung ada anak SMK, 3 orang yang lagi magang. Walau awalnya rada ragu untuk melibatkan langsung, namun apa boleh buat. Segera adain pesantren kilat dan teknik pengamanan diri dalam pekerjaan ekstrim. 

Mungkin karena gizi anak sekarang beda dengan jamanku dulu, mereka bisa belajar cepat. Memang tetap didampingi dan statusnya hanya sebagai helper. Namun itu teramat membantuku mengejar setoran daripada budeg tiap waktu diteriakin orang sak ndayak gara-gara internet putus.

Tapi ya gitu deh...
Namanya abege, tetap saja harus dimaklumin bila selesai kerja sibuk utak-atik hape aplut foto ke pesbuk. Kalo ditanya, "sempat-sempatnya diatas awan foto-fotoan begitu..?"

Mereka jawab, "jarang-jarang, pak punya kesempatan begini.."




Iya sih...
Kalo lihat teman mereka yang magang di bagian lain, kebanyakan jadi tukang ketik doang padahal dari jurusan IT. Tapi untung jawabnya gitu. Coba kalo bilang, "bapak aja yang udah tua masih suka foto-fotoan di tower..?"
#Hiks...


Intinya
Peringatan Serangan Oemoem dengan berat hati harus ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Toh selama ini juga ga pernah terjadi serangan 6 jam di Djokja. Paling 69 menit doang. 60 menit persiapan dan 9 menit pertempuran. Atau 6 detik ya..?
#Katrok...


Read More

28 Februari 2013

CIMB Niaga Payah


#Semua Umur

Waktu pulang ke Jogja kemarin, ibue minta pendapat untuk ambil kredit ke bank. Karena alasannya masuk akal, aku tak perlu mikir panjang untuk memberikan persetujuan. Berhubung selama ini aku baik-baik saja dengan CIMB Niaga, maka kesanalah aku aku menuju. Dan toh selama ini CIMB Niaga paling getol nawarin pinjaman lewat telpon.

Buruan ke kantor cabang CIMB Niaga yang di jl Jendral Sudirman. Oleh customer service aku dipertemukan dengan bagian kredit yang aku lupa siapa namanya. Nanya prosedurnya ternyata gak ribet. Cuma tanda tangani formulir lalu KTP dan Kartu Kreditku difoto pake HP. Tak ada yang lain-lain hanya minta hapeku aktif untuk keperluan konfirmasi dan prosesnya paling lama 5 hari kerja.

Sekarang sudah satu minggu lewat, belum juga ada konfirmasi. Nanya ibue kalo-kalo nelpon ke rumah, katanya juga tidak ada telepon dari Niaga. Sayangnya waktu itu aku lupa tidak minta nomor kontak bagian kredit. Entah karena oon atau terkesima sama si mbak yang cantik itu...
#Sambit panci...

Sebenarnya tak masalah. Karena kebutuhan ibue tidak terlalu mendesak dan masih ada waktu untuk nyobain ke bank lain. 

Cuman bingungnya...
Pengajuan kredit saja belum ada kejelasan, dalam seminggu itu aku sudah dua kali ditelpon CIMB Niaga nawarin kredit dengan ketentuan dan nominal yang sama dengan pengajuanku. 

Masih seperti biasanya, sales yang nelpon cukup ulet dalam merayu. Aku bilang lagi boarding pun masih ngeyel minta waktu barang satu dua menit. Biar ga panjang lebar aku jelasin bahwa aku sudah ngajuin dan itu saja buruan diproses. 

Eh malah dapat jawaban gini, "mohon maaf tidak bisa, pak. Soalnya itu beda bagian..."
"Sama-sama Niaga, kan..? Trus apa bedanya..?"

"Yang kemarin bapak lakukan itu kan pengajuan. Jadi ada kemungkinan ditolak dengan beberapa pertimbangan. Kalo yang saya tawarkan ini, murni penunjukan berdasarkan catatan kami. Jadi sudah kami pertimbangkan dulu dan pasti di acc..."
#Bingung...

Ga mudeng dengan penjelasan itu, trus pramugarinya sudah negur lagi, aku bilang saja, "ya sudah saya ikut mbak aja deh..."

Kirain urusan selesai
Ternyata masih ada syarat tambahan. "Baik kalo bapak sudah setuju, saya minta alamat untuk kurir kami datang ke tempat bapak. Siapkan saja fotokopi KTP dan nanti ada formulir yang harus ditandatangani..."

"Tapi sekarang saya mau ke Kalimantan, mbak..."
"Tidak masalah. Kurir dari kantor kami yang di Kalimantan bisa menindaklanjuti. Kalo boleh tahu, alamat kantor bapak dan kantor CIMB Niaga terdekat mana ya..?"
"Niaga terdekat rasanya di Banjarmasin. Dari Banjarmasin ke tempat kerja saya sekitar 6 jam perjalanan darat disambung naik perahu kelotok 2 jam. Kapan mau nyamperin..?"
#Hening...

"Kok jauh ya..?"
"Makanya sabar saja, mbak. Nanti kalo balik Jogja saya ke Niaga lagi..."
"Wah tidak bisa lewat cabang, pak. Penawaran ini khusus lewat telepon..."
#Kacau...

Buruan aku bilang, "mbak tahu gak pramugari Lion kaya apa..?"
"Mmmm cantik-cantik ya, pak..."
"Nah itu dia. Gara-gara telpon ini wajah cantiknya sudah berubah jutek..."
"Oh ya maaf, pak. Selamat jalan... bla... bla... tut.. tut.. tut..."
#Capedeh...


Intinya
Sekian lama berhubungan dengan CIMB Niaga, baru kali ini aku rasakan rada mules kepalaku...

gambar dari google



Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena