15 April 2013

Pendidikan Usia Dini


#Semua Umur

Waktu di rumah kemarin...
Setiap nemu barang berbentuk ransel, Citra langsung pake kemudian ngajak salaman sambil bilang, "sayim, ayah. Tita mau koyah..."

Kirain cuma iseng saja. Ternyata ibue kemarin nelpon kalo Citra demo mogok macem-macem dengan tuntutan pengen sekolah.

Karena itu keinginannya sendiri, aku minta ibue jalan-jalan nyari sekolahan atau PAUD yang deket-deket rumah. Soal biaya berapapun masih bisa diusahakan. Namun aku minta yang biasa saja tak perlu terlalu keren.

Secara pribadi, aku kurang setuju dengan kebanyakan pola pendidikan anak usia dini saat ini. Bagaimanapun juga dunia anak adalah dunia bermain. Keinginan mendidik anak sejak dini seringkali kebablasan dengan memberikan kurikulum diatas kemampuan anak secara umum.

Aku bisa melihat dari tetangga yang anaknya masuk playgroup unggulan. Setiap hari orang tuanya repot karena si anak uring-uringan mengerjakan PR yang levelnya terlalu tinggi di atas kemampuan otaknya. Tidak salah mengajarkan anak umur 3 tahun membaca dan berhitung, tapi jangan dipaksakan sebagaimana layaknya anak usia sekolah.

Dengan bejibunnya playgroup semacam itu, jadi banyak SD unggulan yang mensyaratkan tes baca tulis dan berhitung untuk calon siswanya. Mereka berasumsi ujian ini untuk menyaring calon murid berpretasi. Sepertinya mereka lupa bahwa calon siswanya adalah anak kecil yang belum menemukan jati diri.

Berbeda dengan ujian penerimaan mahasiswa, dimana pendaftar sudah dewasa mengerti batas kemampuan diri serta segala persiapan yang diperlukan untuk masuk ke fakultas idaman. 

Kenyataan bicara
Masuk sekolah keren kebanyakan bukan keinginan anak. Melainkan orang tua yang terlalu berambisi agar anaknya pintar tanpa mengukur batas otak si anak. Iya kalo anaknya memang cerdas dan bisa mengikuti kurikulumnya. Kalo dari sononya pas-pasan, apa tidak kasihan seperti maksa gayung harus muat air seember.

Yang lebih parah, ada sebagian orang tua yang maksa anaknya masuk sekolah unggulan hanya demi gengsi. Tak lolos tes baca tulis, pake jalur khusus dimana gepokan duit boleh bicara. Biar bisa pamer di arisan ibu-ibu kalo sekolah anaknya bayarnya mahal.



Intinya
Aku tak ingin memaksakan anak jadi pintar dengan sekolah sebelum waktunya. Cukup buatku mengajak anak-anak bermain di alam bebas agar dia ulet, jeli, bisa belajar cepat dan tanggap terhadap lingkungan. Toh banyak bukti dari teman-temanku yang bisa sukses tanpa kuliah, sementara yang sarjana masih begitu-begitu saja hidupnya hanya karena kreatifitas yang tidak terasah.


Read More

12 April 2013

Memahami Xenia vs Juke


#Semua Umur

Jurnal yang bahas tabrakan anak menteri pekok kemaren dikomentarin ibue Ncip, "jadi pengen ganti bmw..."

Komentar spontan senada juga terlontar ketika dengar kasus Xenia vs Juke. Dan kayaknya sudah menjadi asumsi umum karena teman-teman juga banyak yang berkomentar miring tentang produk Daihatsu tanpa mau mencari data secara teknis. Sampai ada yang mendadak jadi pengamat otomotif pake ceramah panjang lebar, "Daihatsu payah bikin mobil pake kaleng kerupuk bla bla..."

Baru diam setelah aku nyeletuk, "ga usah bilang mobil kaleng segala, elu ngredit motor aja nunggak mulu..."

Apa sih yang bisa diharapkan dari mobil seharga 100 jutaan..?

Bagaimanapun juga dalam urusan keselamatan di jalan raya, kualitas kendaraan cuma nomor sekian dan yang paling dominan adalah faktor perilaku. Buat yang ngeyel tentang ini, aku coba kasih gambaran sebagai berikut.

Sebelum kendaraan diproduksi masal, pabrik selalu mengadakan bermacam tes termasuk uji tabrakan. Bagaimana prosesnya silakan cari di yutub pake kata kunci crash test.

Sudah jadi rahasia umum bila kendaraan yang dipasarkan di Indonesia kualitasnya jauh dibawah kendaraan untuk pasar Eropa walaupun bertipe sama. Disini aku ambil contoh uji tabrakan dari Euro NCAP yang pastinya menguji mobil kualitas Eropa.

Pengujian frontal impact atau tabrakan depan Euro NCAP dilakukan pada kecepatan 40 mph. Aku kasih contoh Ford Ranger yang mendapat 5 bintang dalam total rating keselamatan. Ketika ditubrukan ke tembok padat dengan kecepatan sekitar 64 km/jam hasilnya seperti pada gambar dibawah.

Rating 5 Ford Ranger

Euro NCAP Ford Ranger 40 mph

Sayang aku belum menemukan data uji Ford Ranger pada kecepatan lebih tinggi. Sebagai pembanding aku pakai saja Ford Focus yang juga dapat bintang 5 dari Euro NCAP. Ditabrakan ke tembok pada kecepatan 120 mph atau sekitar 192 km/jam hasilnya seperti gambar di bawah.

Rating 5 Ford Focus

Crash Test Ford Focus 120 mph 


Dari situ kita bisa lihat bila mobil Eropa nabrak pada kecepatan 100 km/jam, kerusakannya berada di posisi antara ilustrasi pertama dan kedua. Sekali lagi itu mobil Eropa. Untuk mobil Jepang pasar Indonesia, silakan diperkirakan sendiri.


Kembali ke kasus Juke nubruk Xenia, aku dapat gambaran dari saksi mata yang diunggah di kaskus.




Bila benar apa kata saksi mata bahwa Juke itu terbang menyambar Xenia dengan kecepatan 120 km/jam, kita bisa membayangkan sebesar apa energi kinetik tubrukan tersebut. Apabila Xenia melaju dengan kecepatan 100 km/jam, berarti kecepatan tubrukan itu sekitar 200 km/jam. Itu belum memperhitungan berat kendaraan, energi potensial dan tarikan gravitasi atas Juke terbang.




Banyak komentar teman hanya bermodal perbandingan gambar di atas. Xenia berantakan dan Juke tidak parah banget. Detil kerusakan dan kronologi kayaknya jarang yang mau menelusuri.

Informasi saksi mata yang mengatakan si Juke terbang menyambar Xenia bisa jadi benar. Perhatikan kerusakan keduanya. Atap Xenia hancur sedangkan Juke rusak bagian bawah. Kaki-kaki kendaraan adalah bagian terkuat karena disitu ada chasis, sementara kabin merupakan bagian paling lemah karena banyak kaca.

Berandai-andai kejadiannya dibalik, Xenia yang terbang menyambar Juke. Aku yakin hasil akhirnya Juke kelihatan hancur dan Xenia cenderung utuh. Pandangan kaleng kerupuk lawan martil itu semestinya dilihat sebagai atap lawan chasis. Bukan Xenia vs Juke walau secara umum kualitas Xenia memang dibawah Juke.

Kalo mau nyoba tabrakan jangan lawan Juke
Mendingan sama Jupe
Bempernyah...
Whaah...


Intinya
Tak perlu menghakimi kalo kita tak suka baca data. Poin terpentingnya adalah perilaku saat di jalan raya. Kita waspada, orang lain meleng juga celaka. Apalagi kalo kita ikutan sembrono..



Buat ibue Ncip juga ga perlu mikir macem-macem. Kan dulu milih sendiri pengen mobil murah plus irit bensin ga kaya si nopah. Lagian apapun mobilnya, yang diangkut itu-itu juga. 



Sayang duitnya kalo beli BMW cuma buat bawa pete, jengkol...


Read More

11 April 2013

Curhatan Berubah


#Semua Umur

Pindahan rumah ke Jogja pinggiran sepertinya keputusan yang tepat. Anak-anak jadi punya ruang bermain lebih luas untuk menyalurkan energi yang seolah tiada habisnya. Aku pun bisa lebih tenang tidak seperti waktu masih di Kotagede dimana tempat bermain si Ncip begitu dekat dengan tebing sungai Gajah Wong.

Dari sisi fasilitas memang enakan rumah lama. Mulai dari kantor pemerintahan, rumah sakit, pasar, halte Trans Jogja dan sebagainya bisa dijangkau jalan kaki lima menit. Ke terminal bus cukup 15 menit. Ke stasiun kereta atau bandara setengah jam juga nyampe. Repotnya, Indomaret cuma selangkah sebelah rumah dan di seberang jalan ada Superindo. Efeknya anggaran jajan anak-anak susah ditekan.

Pada dasarnya anak-anak itu tak suka jajanan. Mereka minta ini itu karena tersedia di depan mata saja. Beli coklat, es krim dan sebagainya cuma disentuh sedikit lalu ditaruh kulkas. Itu yang sering bikin ibue ngomel-ngomel.

Biar ibue adem aku pernah bilang, "sudahlah, uang gampang dicari. Daripada anak-anak rewel, tar ibu juga yang repot..."

Eh, jawabnya gini, "bukan uangnya, yah. Kalo tiap hari ibu harus ngabisin coklat sisa anak-anak, tar jadi gendut ga sexy lagi tau..?"

Hehehe.
Dasar ibu-ibu..
Penampilan tetap nomor satu...




Kalo dulu cerita ibue di telpon banyak diisi tentang jajan anak-anak, sekarang curhatannya beda lagi. Setelah pindah ke kampung, anak-anak makin tak betah di rumah. Maunya lari ke sawah atau main di selokan.

Perasaan anak tetangga umur segitu pada keranjingan gadget canggih. Semenjak pindahan Citra dan Cipta jadi jarang mau buka laptop. Paling buka yutub sebentar trus ngacir lagi ke luar rumah nyari ikan, bekicot atau ngejar-ngejar kambing. Ibue jadi susah mau ngapa-ngapain karena harus ngawasin mereka di sawah.

Aku bilangin lagi, "gapapa, ibu. Cuma nungguin doang ga harus gendong inih. Bisa disambi pesbukan juga..."
Jawabnya, "tiap hari di sawah, tar jadi item ga cantik lagi, ayah..."

Ya sudahlah...



Intinya
Kalo ibu-ibu sudah ngomongin penampilan, aku ga pernah berani mendebat lagi. Soal Ncit dan Ncip pun sama. Bagaimanapun juga masa kecilku dihabiskan di sawah atau sungai sambil menggembala kambing. Dengan begitu aku makin yakin kalo mereka benar-benar anak-anakku...


Read More

Mitos Ular Nagaraja


#Dewasa

Lagi nongkrong di teras belakang mess ada ular nyamperin. Karena paling ogah berurusan dengan makhluk melata itu, aku minta tolong orang lokal untuk mengusirnya agar tidak masuk.

Dari obrolan dengan orang asli sini setelahnya, aku bisa mengerti bahwa pemahaman tentang ular dan mitosnya tidak berbeda jauh dengan di Jawa. Misalnya tentang ular bila disakiti bisa mengenali pelakunya. Jika terbunuh, teman-temannya akan nyamperin untuk membalaskan dendam. Makanya bila terpaksa harus membunuh ular, eksekusinya musti dilakukan secara cepat di bagian kepala. Kudu langsung mati sebelum dia memanggil ular lain.

Kental berbau mitos memang. 
Namun aku punya teman aktifis komunitas yang kerjaannya meneliti mitos-mitos di masyarakat secara iptek modern. Salah satunya penelitian di goa Nagaraja yang terletak di pantai Selok Cilacap. Mereka tertarik dengan cerita tentang berkumpulnya ular-ular dari segala penjuru dalam waktu tertentu di goa tersebut.

Secara umum, daerah Selok Srandil memang sangat lekat dengan hal-hal berbau mistis yang menyangkut sejarah panjang kekuasaan negeri ini. Dimulai sejak jaman Majapahit dimana Gajahmada dipercaya menjalani masa pensiun sebagai pertapa di situ. Dilanjut saat Danang Sutawijaya alias Panembahan Senopati mengambil sejumput tanah sebagai syarat agar bisa membabat hutan Mentaok yang menjadi cikal bakal Mataram. Sampai masuk era modern, Soekarno dan Soeharto pun menjadikan gunung Selok sebagai tempat mengasah kemampuan spiritualnya.


Pantai Selok - image credit Detik

Kembali ke soal penelitian teman...
Mereka mendapatkan data, bahwa di tempat-tempat yang dikatakan angker, pada waktu-waktu tertentu ada pancaran frekuensi elektromagnetik di kisaran gelombang 28 kHz. Anehnya gelombang itu hanya ditemukan terbatas di lokasi angker dan tidak terdeteksi di luar wilayah itu.

Secara pseudoscience, mereka membuat kesimpulan bahwa berkumpulnya ular di goa Nagaraja ada hubungannya dengan kemunculan frekuensi misterius itu. Sedangkan menurut mitos yang berkembang di masyarakat, ular-ular itu sedang dikumpulkan oleh pejabat kerajaan laut selatan yang bernama Nyi Blorong.

Jadi ada 3 hal yang bisa ditarik benang merahnya. Pertama ular bisa mengenali orang yang menyakiti dan mengirimkan data tersebut kepada ular lain. Kedua, ada frekuensi 28 kHz misterius saat ular-ular berkumpul di gua Nagaraja. Dan terakhir tentang mitos Nyi Blorong.

Aku jadi mikir bahwa ular itu tak ubahnya CCTV yang berfungsi untuk merekam dan menyimpan data kemudian mengirimkan secara wireless menggunakan sinyal 28 kHz ke server laut selatan yang dikelola Nyi Blorong

Membunuh ular harus mati sekali pukul di bagian kepala, bisa jadi karena DVR dan transceivernya terletak di situ. Ini sama dengan strategi militer yang selalu menyerang fasiltas radar dan komunikasi dalam kesempatan pertama sebelum menyerang unit lainnya. 


Menuju Gua Nagaraja - image credit Sara Wijaya @ Mister Tukul TV7

Bila dihubungkan dengan keyakinan ala kraton Jogja yang menganggap Nyi Roro Kidul itu nyata, bisa jadi kerajaan Laut Kidul sebenarnya sekumpulan manusia ultra modern dengan kecanggihan teknologi kamuflase sehingga tidak bisa kita deteksi. Kita menganggap itu ghaib atau khayalan, karena memang teknologi kita belum sampai kesana. Ini sama dengan manusia tahun 80an mengatakan hape di film Startrex sebagai imajinasi sutradara semata.

Mantap juga bila benar seperti itu...



Intinya
Tak perlu dipikirkan terlalu jauh. Ini hanyalah pemikiran liarku yang bermodalkan praduga tak bersalah saja. Dianggap gila pun tak masalah karena itu hanyalah sebuah wacana. Yang jelas aku selalu tertarik dengan mitos atau cerita rakyat dan ingin menuangkannya kedalam logika modern...




Read More

10 April 2013

Mendeteksi Makhluk Ghaib


#Dewasa

Hidup di tengah hutan dan berkutat dengan kehidupan malamnya kadang tak bisa lepas dari hal-hal yang jauh dari logika. Percaya atau tidak tak perlu diperdebatkan dan lebih baik test drive langsung ke lapangan.

Namun dari sekian banyak kasus yang mengakibatkan korban, aku bisa bilang tidak ada satupun yang mati atau luka karena digigit setan. Yakin bener 99,99% karena panik. Ngacir tanpa melihat situasi sekeliling lalu nyium pohon dengan manisnya. Padahal seringkali yang ditakutkan ternyata bukan hantu, melainkan bayangan pohon atau serangga hutan.

Sebenarnya keberadaan makhluk ghaib itu bisa dideteksi tanpa harus jadi paranormal. Maksudnya kita bisa ngecek dulu itu beneran dia atau bukan. Sakitnya jidat yang benjol akan lebih sakit setelah tahu kalo itu cuma babi hutan lewat.

Gejala yang sering terasa biasanya suara aneh, bayangan tertangkap di sudut mata, rasa dingin yang berbeda atau merasa seperti ada yang memperhatikan. 

Bila merasa ada yang ga beres semacam itu, berusahalah tetap tenang. Ambil nafas dalam-dalam biasanya cukup membantu. Kunci utama ada di tahap ini. Fokuskan pikiran jangan sampai melayang kemana-mana. Buang jauh-jauh segala bayangan tentang hantu, genderuwo, kuntilanak perawan, pocong datang bulan apalagi suster ngesot. 

Dalam banyak hal kita seringkali lebih terpengaruh oleh "katanya" daripada "nyatanya." Karena pernah dengar orang bilang di suatu tempat ada hantunya, nyampe kesitu saja belum kita sudah ketakutan duluan. Efeknya jadi berhalusinasi atau minimal sebagian pikiran sudah lepas dari badan. Cuma kucing lewat, otak dia membacanya sebagai macan. Dan yang bikin kacaw, segenap jiwa raga dia meyakini kalo itu nyata.

Kalo sudah bisa mengendalikan diri, jangan langsung menoleh ke arah sasaran. Menunduk lalu pelan-pelan memutar mata ke sumber suara atau lokasi dimana bayangan tadi tertangkap. Menoleh langsung hanya akan membuat kita menebar gosip, "ada bayangan hitam tinggi besar begitu aku tengok langsung menghilang..."

Begitu juga saat merasakan dingin yang tiba-tiba. Perlahan arahkan pandangan ke sumber dingin itu atau rasakan bagian mana yang terasa kedinginan. Jangan sampai langsung kabur ketika tubuh bagian bawah mendadak dingin sementara bagian atas tetap hangat. Siapa tahu itu cuma kolor putus dan celana melorot tanpa sadar.

Setelah pengujian secara panca indera mendapatkan hasil positif, lanjutkan ke tahap berikutnya menggunakan perasaan. Coba pejamkan mata sambil merasakan tanda-tanda dari sensor alami tubuh berjudul bulu kuduk. Kalo ternyata adem ayem, berarti bukan makhluk halus. Samperin saja siapa tahu cuma macan lapar lagi ngintip pilih-pilih calon mangsa.




Sebaliknya kalo bulu kuduk pada berdiri, perlu kehati-hatian lebih dalam bertindak. Buat yang religius boleh berdoa terlebih dulu sesuai keyakinan masing-masing. Kalo aku sih kapok maksa berdoa dalam kondisi seperti itu. Pernah aku masih a'a u'u ga nyampe-nyampe, yang di sono malah baca duluan dengan lancar dan lebih fasih.

Ini kan pelecehan namanya. Kalo biasanya orang yang ketakutan baca doa biar setannya pergi, ini malah dia yang berdoa. Berarti malah si setan yang ketakutan lalu berdoa biar aku buruan kabur sambil teriak, "panaaasss..."

Berkaitan dengan pengalaman itu, aku punya trik tersendiri untuk mengatasinya. 

Masih tetap pada posisi tenang, putar pandangan ke sekeliling dan perhatikan mana jalan, mana pohon dan sebagainya. Setelah itu, mantapkan pijakan kaki dengan posisi setengah kuda-kuda, tarik nafas dalam-dalam, tahan di perut, kemudian lepaskan sekuatnya dalam posisi langkah seribu sambil teriak, "maammmiiiiiii....!!!"

Ket.
Usahakan jangan pingsan sebelum sampai tujuan
#Gampang kan..?



Intinya
Tak perlu jadi paranormal ini mudah dipelajari. Aku dulu cuma dikasih tahu sekali sudah langsung pinter. Buktinya semua tahapan yang diuraikan diatas bisa aku praktekan dengan cepat kurang dari satu detik sampai ke posisi pingsan karena nubruk pohon...

Ohya satu lagi...
Hindari nonton film horor. Mau horor asing atau lokal sama-sama berefek negatif walau kasusnya beda. Aku kalo habis nonton horor Hollywood, mau ke kamar mandi saja rasanya was-was. Kalo horor Indonesia, bawaannya malah pengen ke kamar mandi mulu...
#Lebih bikin wass...


Read More

Jurnal Berantakan


#Semua Umur

Lagi ngubek-ubek google mencari sesuatu, malah nyemplung ke tulisan lama di blog sendiri. Tadinya sih aku mau klik tombol close,namun sekilas mata memandang ada sesuatu yang tidak beres. Susunan paragrap dalam jurnal berantakan ga karuan.

Aku sempat mikir, Citra lagi yang bikin ulah. Tapi inget laptop di rumah belum dibetulin, ga mungkin tuh anak yang ngacak-acak. Lagian urutan kalimatnya masih bener, cuma gambar pada ilang, font ga karuan dan antar paragrap tidak ada spasi sampai mumet bacanya.

Setelah cek sana-sini bisa ketahuan yang berantakan hanya jurnal sebelum 2009. Aku jadi ingat kalo dulu aku pake sistem crossposting dimana sekali ngepos langsung kemuat di blogger dan multiply. Wajar begitu multiply menghapus semua konten blog, yang di blogger jadi berantakan karena banyak gambar dan link yang ter-host di multiply.

Tadinya mau aku cuekin. Toh itu tulisan basi dan ga berarti buat orang lain. Sialnya yang terbuka didepan mata adalah jurnal yang menampilkan gambar Juragan Pacul jadul waktu masih jadi direktur PT Patjul Tjitjipilah Yogyakarta. Biarpun wujudnya kaya gebug bata, tetap saja beliau sedulur lanang yang baik hati. Tak nyaman rasanya melihat isi jurnal kompakan berantakan seperti orang yang ada di gambarnya, mau ga mau malam ini aku kerja bakti merapi-rapikan tulisan lama.

Walau buat orang lain tiada berarti, namun aku suka baca jurnal-jurnal basi itu. Inilah indahnya mengisi blog dengan cerita keseharian. Aku bisa mengenang apa yang aku rasa dan pikirkan di tahun-tahun yang sudah lewat. Kadang trenyuh, jengah, malu dan tak jarang ngikik sendiri ingat kelakuan masa lalu yang begitu katrok.

Hal semacam ini tak bisa aku temukan di blog lama yang isinya tutorial komputer. Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat baca jurnal dua tahun lewat terasa tak berguna. Semuanya sudah ketinggalan jaman dan sulit untuk dicoba-coba lagi di masa kini. Sudah jaman windows 8, rasanya mubazir kalo baca ulang tutorial windows 98 di tulisan lama.

Makanya aku tak pernah merasa menyesal telah mengisi blog ini dengan celoteh ga mutu. Nyatanya setelah waktu berlalu, tulisan lama tetap asik buat aku baca lagi. Mungkin analoginya sama dengan Bang Haji yang segala sepak terjang terbarunya sering dihujat, namun dalam kenyataan lagu-lagunya dari yang paling jadul masih saja dinyanyikan orang.


Intinya
Sekedar pembenaran sepihak atas komentar yang bilang "blogger jadul tapi tulisannya jorok dan ga mutu". Toh aku menuliskan semua itu memang untuk diri sendiri dan tak ingin populer seperti blogger kawakan karena aku memang masih abg. Aku cuma ingin apa adanya. Maap, kali ini aku serius...



Read More

09 April 2013

Hape Keren


#Semua Umur

Jurnal kemarin dikomplen temen, "boong lo ga pake andruit, buktinya bisa wasap..."

Dibilangin whatsapp dari laptop  ga percaya. Padahal hari gini apa sih yang ga ada emulatornya di PC..?

Tapi masih mendingan dibanding komplen temen-temen khususnya dari kantor Jakarta yang suka cuek bila aku sms. Begitu ditelpon langsung ceramah, "ga gaul sih, lo. Karyawan tambang, beli blekberi aja ga mampu..."

Di rumah pun ibue Ncip pernah komentar, "dulu cuma jualan lukisan saja hapenya keren, sekarang malah nokiyem jadul..."


Antara pekerjaan dan tipe hape memang ada hubungannya. Namun bukan soal keren atau harganya, melainkan tentang fungsi. Dulu aku ga pernah bisa lepas dari Communicator karena memang kerjaanku sering keluyuran sementara email jadi media utama dengan pelanggan. Ngetik email panjang lebar pake kipet numerik atau virtual mana nyaman. Makanya Nokia E90 pake banderol 7,4 juta pun ga pake mikir panjang buat ngembatnya.

Begitu pindah ke hutan, situasinya berbeda. Semarpun yang boros baterai bukan pilihan terbaik saat aku sering jauh dari jaringan listrik. Sinyal pun susah, makanya buang banyak duit hanya untuk beli hape nganggur rasanya sayang. Kebutuhan onlen lebih nyaman pake laptop apalagi dengan jabatan sebagai penguasa benwit perusahaan.
#Plekkk...

Lebih jauh lagi, disini alat elektronika jarang yang awet. Adaptor kebakar akibat listrik turun naik bukan hal aneh. Kondisi lapangan pun begitu kotor penuh debu batubara yang mengandung sulfur. Semua itu menjadi alasan kenapa gadget murahan adalah pilihan terbaik.


Dan balik lagi ke temen dari kantor pusat tadi...
Awalnya ngotot bilang pake blekberi biar keren. Namun ketika aku tanya kenapa ga mau sms, dia jawab, "sms boros harus bayar lagi, pak. Kalo bbm kan isi pulsa 60 rebu cukup buat sebulan..."

Ah elah...
Kirain yang mereka defisinisikan keren itu berkaitan dengan gengsi akibat biaya tinggi yang harus dikeluarkan. Itu sih sama saja maksa beli Aphard tapi bensinnya pake premium. Mumpung lagi empet, sekalian aku bilang, "itu mah bukan keren, coy. Kere kali..."

Temen itu masih ngeyel. Biar ga kelamaan aku tanya pulsa bb dia ada berapa sambil nge-capture pulsa nokiyem 200 rebuanku buat aku kirimin ke dia. Selanjutnya hening...


Intinya
Itu salah satu keanehan manusia. 
Soal selera masing-masing kok diperdebatkan...



Read More

08 April 2013

Kegembiraan Sesaat


#Semua Umur

Kameraku rusak terjatuh waktu ngerjain proyek di pelabuhan beberapa waktu lalu. Ini kamera kedua yang rusak selama aku kerja di hutan. 

Ini yang menyebalkan dari perusahaan. Minta kamera inventaris susahnya minta ampun, sementara laporan harus dilampiri foto. Kalo didesak tentang permintaan itu selalu dapat jawaban, "kamera perusahaan sudah banyak silakan pinjam ke unit lain.." 

Lebih menyebalkan lagi ketika dijawab, "kan elu punya kamera..?"

Ah elah...
Biarpun cuma kamera saku murahan, tapi statusnya kan properti pribadi. Ini yang kemudian aku protes sambil bilang ga bakalan bikin laporan disertai foto lagi.

Kayaknya aku ngomong terlalu keras dan ada yang tersungging di kejauhan sana. Terbukti aku dapat jawaban rada ketus, "gua ganti kamera lu dengan yang lebih canggih..."


Awalnya aku anggap angin lalu. Sampai sebulan kemudian, anak buah laporan ada kiriman kamera dari Jakarta ditujukan untuk aku. Langsung mrenges kuda apalagi setelah dengar tipenya semi pro walau bukan DSLR.

Sayang kegembiraanku segera pupus begitu benda itu sampai di tangan. Langsung aku tunjukin ke teman-teman, "kamera pengganti dari Hongkong..? Nih dikasih label, berarti judulnya inventaris dong..?"
#Dodol...


Kegembiraan sesaat semacam ini sudah terjadi berulang kali. Salah satunya waktu iPhone 5 si bos error dan aku disuruh betulin. Boro-boro ipun, androit saja aku belum pernah punya. Jadilah aku sibuk mencari-cari menunya.

Kelamaan utak atik, si bos kayaknya ga sabar lalu komentar, "IT apaan, betulin hape saja kagak bisa.."

Melihat tampang si bos lagi sumringah, aku jadi berani ngeledek. "Aku kan belum pernah punya hape keren begini, bos. Harusnya aku dikasih pinjam beberapa bulan biar paham setiap sudutnya. Jadinya kalo hape bos ada masalah, ga perlu pake lama..."

Dijawab gitu, si bos bilang ke sekretarisnya. "Besok di Jakarta kamu beliin dia hape yang paling canggih biar ga malu-maluin..."

Siapa yang ga seneng dapat jawaban gitu...? 
Apalagi waktu sekretaris bos nyamperin, "kamu mau hape tipe apa..?"

Masih sibuk mikir dengan hati berbunga-bunga, udah ditanya lagi, "tar mau potong gaji berapa bulan..?"

Whooats..???
Kirain beneran mau ngasih..?
Jebulnya ketemu sama tukang kredit...

Ya sudahlah...



Intinya
Tak perlu ada kegembiraan yang berlebihan saat menemukan kebahagiaan, biar tidak terlalu sakit bila kenyataannya hanya numpang lewat doang...



Read More

Kesurupan


#Bimbingan Orang Tua

Beberapa hari lalu, salah satu kroni bos kembali ke site membawa beberapa anak muda dari kampungnya untuk dijadikan karyawan melalui jalur khusus. Selama ini aku tak pernah mau tahu walaupun suka mumet lihat orang datang pergi silih berganti. Di sini sudah umum karyawan baru cuma tahan beberapa hari atau minggu lalu kabur ga balik lagi.

Namun kali ini tidak
Ada satu orang yang mengusik perhatian. Di hari pertama dia datang, aku lihat lebih banyak diam seperti orang bingung dengan pandangan mata kosong kaya kena sawan. Aku bilang ke teman satu rombongannya agar dia jangan dibiarkan sendirian dan banyak diajak bicara.

Takutnya seperti kejadian beberapa tahun lalu di site sebelah. Ada karyawan yang seharian bengong begitu, malamnya histeris lari masuk hutan. Dan besoknya ditemukan mengambang di rawa dalam kondisi tak bernyawa.

Ternyata firasat itu beneran terjadi...
Malamnya tuh anak lari-lari di seputaran mess ga pake baju. Beruntung teman-temannya ada di tempat sehingga bisa diamankan dan dibawa ke rumah sakit.

Aku tanya temannya, "kesurupan kok dibawa ke rumah sakit..?"
"Bukan kesurupan. Dia memang rada kurang, pak.."

Ah elah...
Orang waras wal afiat saja masuk sini bisa gila, ini orang kurang sehat dibawa-bawa. Ngeri aja kalo sampai ada korban di seputaran mess. Dedemit di sini sudah terlalu banyak, ga perlu ditambahin lagi.

Iseng aku nelpon saudaranya bos menyampaikan itu.
Eh dijawab gini, "orang waras ga bakalan awet kerja di sini.."
"Maksudnya..?"
"Cuma orang gila yang betah kerja di hutan. Lu dah berapa tahun..?"
"Tiga tahun.."
"Nah bener kan, elu betah...?"
"Eh... $#@&!?"


Intinya
Kayaknya sih bener juga tuh aki-aki bilang...
Sialan amat ya..?


Read More

07 April 2013

Penipuan TelkomselPoin Semakin Rapi


#Semua Umur

Mohon maaf kalo jurnal kali ini panjang dan berat kebanyakan gambar.


Kalo dapat sms berhadiah biasanya aku cuek saja. Tapi kali ini jadi pengen komentar karena ada sedikit perbedaan dengan website yang tercantum. 

Awal-awal modus website muncul, biasanya mereka memanfaatkan hosting gratisan semacam wordpress, blogger, jimdo atau webscom.

Website dalam sms yang berdomain gebyar-telkomselpoin2013.com sudah menggunakan hosting berbayar. Tampilannya pun sudah rapi tak terkesan asal-asalan.


Perbandingan website penipuan dengan website Telkomsel yang asli bisa dilihat dalam skrinsut dibawah

Website GebyarPoin


Website Telkomsel


Di tab daftar pemenang, pin yang terkirim ke hapeku terpampang termasuk nomor telpon dengan akhiran xxx. Disebutkan pengundian dilakukan di TransTV pukul 23.00 WIB tanpa keterangan tanggal.

Sponsornya keren. Biasanya polisi yang rajin minta-minta sponsor


Di bagian tatacara pengambilan hadiah disebutkan bahwa pajak undian ditanggung Telkomsel, tapi ada pengenaan biaya pengurusan surat-surat kendaraan sebesar 50%. 

Hadiah akan dikirimkan menggunakan pesawat kargo Boeing 737 GX yang setelah aku cek di websitenya Boeing, seri GX itu tidak ada. Yang ada hanyalah seri Original, Classic, NG (Next Generation), ER (Extended Range), Bussiness Jet dan MAX.



Keterangan lain menyebutkan bahwa pengurusan hadiah hanya dilakukan di website tersebut dengan nomor khusus. Pihak cabang Telkomsel dikatakan tidak diberitahu untuk menghindari penipuan. Bahkan Call Center resmi Telkomsel pun tidak.




Konten website sebagian besar menyerupai web resmi Telkomsel kecuali bagian kontak dan ketentuan hadiah. Footer website yang biasanya berisi sitemap, yang aktif hanya link Copyright yang mengarah ke domain utama saja. Link lain termasuk Contact Us tidak jalan.



Aku coba cek whois.com menyatakan domain tersebut dipakai mulai tanggal 30 Maret 2013 dengan registar CV. JogjaCamp.



Segera aku cek ke jogjacamp.com dan menemukan CV. JogjaCamp merupakan perusahaan yang bergerak di bidang web development. Idwebhost, server yang mereka pake juga dikelola oleh JogjaCamp



Kalo yang berwenang memang punya niat melacak pelaku penipuan, sepertinya bisa ke JogjaCamp untuk cari tahu siapa pemesan website tersebut. Tapi terserah lah wong ini Indonesia Raya yang hukum cuma berlaku ke rakyat kecil. Doakan saja para penipu lagi jalan-jalan trus nabrak Kopasus...

Kira-kira begitu...


Intinya
Sekedar berbagi bahwa penipuan sekarang sudah semakin rapi dan tidak sama sekali bermaksud menyudutkan pihak lain seperti JogjaCamp ataupun penyelenggara kalo memang pembagian hadiah itu bukan penipuan dan benar-benar dari Telkomsel
Semoga teman-teman bisa tambah waspada.
Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.
Terima kasih...

--- update
Telkomsel sudah tak mention lewat Twitter dan kasih respon nyuruh laporan via sms




Wegah ah...

Kemudian ada temen yang kirim pesan melalui pesbuk ke Humas Polda Metro Jaya
Beliau dapat jawaban dan kirim skrinsutnya sebagai berikut



No komeng dah...



Read More

06 April 2013

Kisruh Lagi


#Bimbingan Orang Tua

Sore-sore, pasukan dapur ribut meeting. Kirain mau bahas perbaikan menu karyawan. Ternyata cuma ngeributin hal yang sepele, yakni penghasilan tambahan dari cucian. Aku tahunya setelah hasil rapat dipampang di setiap pintu kamar yang isinya cucian dan tarifnya akan dikelola oleh GA, tidak boleh langsung ke personal.

Sebenarnya tidak ada fasilitas laundry untuk warga mess. Perusahaan hanya menyediakan mesin cuci saja. 

Selama ini sebagian warga suka minta tolong ibu dapur untuk mencucikan pakaian dengan imbalan sukarela. Karena sifatnya sukarela, masing-masing orang biasanya punya langganan sendiri-sendiri sesuai selera atau kecocokan masing-masing.

Ternyata ini menimbulkan kecemburuan sosial diantara ibu dapur. Mereka yang tak kebagian rejeki cucian jadi rese. Semestinya mereka instropeksi diri dan menurunkan kadar kejutekan, bukannya memusuhi teman sekerja yang nyata-nyata disukai warga mess.

Meeting mendadak itu juga dipicu dengan kembalinya Juragan Dapur yang sudah sekian bulan tak pernah kelihatan pasca warga mess komplen ke HRD. Gimana penghuni mess tidak protes bila lagi makan suka diceramahin dengan bawel. Mending kalo beliau hanya mengagulkan dirinya sendiri dengan bilang paling pinter masak, paling dekat bos dsb dsb. Ini mah suka ngegosip dan cenderung menjelekan orang yang tidak dia sukai. Efeknya baru makan sesuap perut langsung berasa kenyang.

Lagi rada bete mikirin makan bakal ga enak lagi, eh ada temen di mess yang sok akrab bilang, "wah si ibu kemana aja..? Cantik bener.."

Buruan aku samperin lalu berbisik, "jangan suka boong lu..."

Rupanya si ibu denger dan balik nanya, "ada apa..?"
"Engga bu. Dia suka bohong. Ga baik kan, bu..?" *nyengir
"Ya engga boleh. Apalagi ini perusahaan. Bisa dianggap korupsi..."
"Engga kok, bu. Bukan ke perusahaan..."
"Tetap ga boleh. Bohong ke siapa dia..?"
"Ke ibu, eh..."
#Semprul keceplosan..

Tegangannya meningkat. "Bohong itu dosa, apalagi ke orang tua. Bilang apa dia..?"
"Bilang... ibu cantik..."
"Haah..!!!"
"Eh..."
#Keceplosan maning...


Intinya
Sekedar berharap. Kembalinya juragan dapur bisa membawa perbaikan gizi ke arah yang lebih baik dan aku bisa belajar dari pengalaman itu perbedaan rejeki seringkali terjadi karena aku yang kurang instropeksi diri. Semoga...


Read More

Prawan Kalimantan


#Banyumasan

Jenenge Maryanto
Tapi nyong nyeluke Yanto. Deweke wong Jojok Kampung Laut, nang kene ngode dadi bagian elektrik pelabuhan tongkang.

Kaya umume wong Clacap, polah-polaeh persis Kaki Pacul. Apikan karo tangga tapi ndableg tur prangas-prenges.

Nggal sore isine mung reang njaluk bukakna blokiran yutub. Jarku anu arep ndeleng National Geographic apa CNN. Jebul mung arep dangdutan sinambi ngemut danggoreng. Lewih apes maning, favorite tembangane Didi Kempot sing judule Prawan Kalimantan.

Mulane nyong sok mikir, memper-mempere deweke lagi tergemblung-gemblung prawan kene. Soale kan cara ngomonge sok melu-melu kaya tembangan kuwe. Nyampur-nyampur basa Jawa kambi basa Banjar sing pancen mandan mirip-mirip. 

Wong Banjar nyebut nyong kuwe ulun, persis artine karo basa Jawa lawas. Kowe nangkene disebut piyan, ndeyan kang tembung sampeyan nang basa Jawa.

Si Kepribendotcom sering banget ngomong kaya kuwe. Jarku anu lagi dandan listrik. Jebule lagi ngaraih cacing sinambi ngalamun sing kanan-kanane apa kiri-kirine ndeyan mbayangna prawan Kalimantan sing kaya artise Monata.

Ulun menek piyan...
Ulun menek piyan...

Sekarepmu lik...
Dangdutan maning baen njuh lah...


Intine
Wong Clacap pancen eksotis
Mengdi paran wateke ora nganggo rubah
Merakyat, merakati, kadang merakatak...



Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena