#Bimbingan Orang Tua
Bahasa itu selalu berkembang...
Pembakuan bahasa memang ada, namun hanya berlaku untuk bahasa resmi kenegaraan. Masuk kehidupan sehari-hari, kosa kata baru terus saja bermunculan. Sampai ada yang sempat mengumpulkannya dalam bentuk kamus bahasa gaul.
Pengembangan bahasa resmi umumnya mudah dipahami karena memang serapan dari bahasa asing atau daerah dengan arti identik. Seperti dalam bahasa Indonesia yang hanya punya kata kakak tanpa membedakan kelamin, kemudian menyerap kata mas dan mbak dari bahasa Jawa yang artinya sama dengan aslinya.
Rada rumit kalo sudah sampai ke bahasa gaul atau prokem. Penyerapannya asal dan seringkali tak dimengerti oleh mereka yang dari luar komunitas.
Seperti di tempat kerja
Kalo ada orang yang nyebelin suka disebut sebagai hanyurueh. Jangankan orang luar daerah, orang Dayak Maanyan yang tidak kerja di tambang pun mumet. Padahal istilah itu berasal dari kosa kata Maanyan yang bila diartikan secara harfiah memang membingungkan karena hanyu itu kamu dan rueh itu dua. Apa itu kamu dua..?
Awal mulanya sih sepele. Waktu pembagian seragam, ada karyawan yang ambil 2 stel. Ini dikomplen teman dengan kata hanyu rueh yang maksudnya kenapa kamu ambil dua..? Entah gimana ceritanya, semenjak itu kata hanyurueh dipake untuk ngatain orang rese.
Kosa kata ajaib lain yang berkembang di sini adalah modol. Banyak yang menggunakan tanpa tahu bahwa kata asal bahasa Sunda ini berarti aktifitas throw big water alias boker. Namun disini, kata modol digunakan ketika menemukan hal yang menyebalkan.
Contohnya kaya gambar pertama. Dikasih tugas yang ga jelas di whiteboard sama atasan, langsung ditulisin modol.
Untuk yang ini, sejarahnya dimulai saat ada pekerjaan pengeboran grounding. Karyawan bagian safety ternyata rada error waktu ngasih titiknya. Mata bor baru masuk paling-paling 2 meter, orang-orang bubar pasar disertai bau aduhai menyebar kemana-mana.
Septic tank dibor, ya muncrat lah...
#Dodol...
Cerita dodol tentang modol bisa dibaca di jurnal Modol
Ada pengalaman lain tentang asal muasal bahasa prokem..?
Intinya
Perkembangan bahasa tak akan pernah berhenti. Selalu saja muncul kosa kata baru berbanding lurus dengan hilangnya kosa kata lainya. Tak heran bila beberapa bahasa daerah dikatakan sudah punah karena tidak ada penuturnya lagi.
Peduli dengan kelestarian bahasa ibu..?
Cobalah untuk membuat jurnal berbahasa daerah secara berkala
Tak perlu takut dibilang tidak nasionalis orang ini tentang kebudayaan kok...





























