#Semua Umur
Menurut data BMKG, Kalimantan Tengah memang memiliki intensitas petir yang tinggi. Tak heran bila kerjaanku juga banyak direcokin oleh fenomena alam tersebut.
Bukan cuma tower internet, jaringan listrik juga sering terganggu. Makanya tiap kali hujan turun, tidur nyenyak hanyalah mimpi yang tak nyata. Asal dengar suara petir trus listrik atau internet mati, langsung mikir alat mana yang meledak. Tak peduli hujan deras tengah malam tetap harus ke lapangan.
Usul upgrade penangkal petir pake yang sistem electrostatic ga disetujui. Disuruh pake yang biasa tapi dibanyakin dan groundingnya diperdalam. Makanya jadi ribet di pengerjaan. Kalo penangkal petir aktif cukup satu unit untuk radius 150 meter, pake yang biasa bisa 20 biji harus dipasang.
Selesai proyek, sudah rada mendingan walau tidak bisa jamin 100% peralatan aman. Kecuali kasusnya kaya kemarin, memang beneran bikin bete.
Ada pejabat yang bisa jadi bos hanya dengan modal saudaraan sama big bos doang, ngomel-ngomel. "Katanya sudah pasang penangkal, kenapa listrik masih mati juga...?"
"Matinya kenapa dulu, bos..?"
"Katanya kesamber lagi..."
"Barusan mana ada petir..?"
"Orang elektrik yang bilang..."
Orang itu didebat juga percuma
Diterangin teknis mana ngerti. Timbang repot aku samperin aja temen bagian elektrik.
"Barusan lu laporan apa sama si kemoceng..?"
"Siapa yang laporan orang dia nanya kenapa listrik mati..."
"Lu bilang matinya kesamber petir ya..?"
"Kok petir sih. Orang kabelnya kesamber excavator lewat..."
"Ah elah..."
#Thread closed
Intinya
Keterbatasan manusia menghadapi kuasa alam. Paling bisa dilakukan cuma mikirin cara mengurangi dampak kerusakan dan gimana caranya biar gangguan cepat diatasi. Fenomena alam diperdebatkan sama aja bego berjamaah dong..?
Makanya jadi kepikiran kalo selama ini salah langkah. Mungkin tak cuma MacGyver yang kudu aku kirimin Fatihah. Tapi Thor juga, biar diwarisin palu petirnya...



















