Mendengar cerita-cerita ibue tentang kebandelan Citra, aku beneran makin ngebet pengen pulang. Penasaran aja dengan tuh anak yang semakin mirip aku, walau dalam hal nakalnya. Begitu banyak harapan yang kutanam dalam diri kakaknya yang cowok, malah hadir dalam diri anakku yang cewek ini.
Tempat bermain dibatasin sampai pagar rumah dia sudah ga mau lagi. Kalo lepas pengawasan, dia sudah mulai belajar memanjat pagar. Saat dilepas di luaran pun dia jarang mau gaul dengan teman cewek sebayanya. Citra lebih suka main dengan anak-anak cowok yang lebih besar. Kalo digangguin bukannya nangis, malah balas nonjok. Mungkin itu sebabnya, kenapa dia cari temen yang lebih besar. Merasa ga level kali nonjok anak kecil. Hehe gawat...
Biarpun itu mungkin pembawaan sikapnya yang mandiri dan tak ingin gangguin ibunya yang sudah harus mikirin adiknya. Tapi tetap saja ibunya tak mungkin melepas anaknya bermain tanpa pengawasan. Apalagi hobinya manjat-manjat yang tak pernah mikirin bahaya. Sampai aku kadang merasa iba ke ibue saat bilang cape ngejar-ngejar Citra yang selalu berlarian kesana-kemari.
Anak cewe bukannya main boneka dengan manis di rumah, malah sukanya main layangan. Itu juga yang membuatku suka merasa bersalah mengisengi ibue sampai hamil sementara Citra masih butuh perhatian lebih. Bagaimanapun juga anak seumuran itu masih butuh bobo dalam pelukan ibu sambil nenen. Mungkin karena disapih terlalu dini inilah yang membuatnya jadi gemar main layangan.
Bagaimanapun juga nenen itu identik dengan layangan
Sama-sama diciptakan untuk anak-anak
Tapi orang dewasa suka juga
Halah...
Kok nyampe kesitu sih..?
Udah ah, error...
Tempat bermain dibatasin sampai pagar rumah dia sudah ga mau lagi. Kalo lepas pengawasan, dia sudah mulai belajar memanjat pagar. Saat dilepas di luaran pun dia jarang mau gaul dengan teman cewek sebayanya. Citra lebih suka main dengan anak-anak cowok yang lebih besar. Kalo digangguin bukannya nangis, malah balas nonjok. Mungkin itu sebabnya, kenapa dia cari temen yang lebih besar. Merasa ga level kali nonjok anak kecil. Hehe gawat...
Biarpun itu mungkin pembawaan sikapnya yang mandiri dan tak ingin gangguin ibunya yang sudah harus mikirin adiknya. Tapi tetap saja ibunya tak mungkin melepas anaknya bermain tanpa pengawasan. Apalagi hobinya manjat-manjat yang tak pernah mikirin bahaya. Sampai aku kadang merasa iba ke ibue saat bilang cape ngejar-ngejar Citra yang selalu berlarian kesana-kemari.
Anak cewe bukannya main boneka dengan manis di rumah, malah sukanya main layangan. Itu juga yang membuatku suka merasa bersalah mengisengi ibue sampai hamil sementara Citra masih butuh perhatian lebih. Bagaimanapun juga anak seumuran itu masih butuh bobo dalam pelukan ibu sambil nenen. Mungkin karena disapih terlalu dini inilah yang membuatnya jadi gemar main layangan.
Bagaimanapun juga nenen itu identik dengan layangan
Sama-sama diciptakan untuk anak-anak
Tapi orang dewasa suka juga
Halah...
Kok nyampe kesitu sih..?
Udah ah, error...














