Hari ini lagi kena tulah kayaknya. Dulu pernah sesumbar tidak akan pakai rajasinga yang begitu menyebalkan, ternyata hari ini mau tidak mau harus pakai itu. Sebenarnya untuk ke Jakarta kali ini dah booking mandala yang minggu malam. Makanya sempat bete pas dengar mandala gulung tikar yang artinya harus ganti penerbangan. Padahal yang namanya penerbangan Jogja Jakarta minggu sore sampai senen pagi, butuh keajaiban untuk bisa dapat tiket mendadak. Makanya aku bilang menjilat ludah sendiri ketika jadwal paling pagi adalah lion air jam 11 yang masih tersisa 2 kursi. Mau maksa pakai jadwal sore penerbangan lain ga enak. Masa hari pertama di kantor baru dah harus bolos...
Tapi tadi rada terhibur juga. Citra dan ibunya yang biasanya cuma dadah di depan rumah, tiba-tiba mengantar sampai bandara. Jadi terharu neh. Campur sedikit trenyuh juga harus meninggalkan mereka sampai 3 bulan kedepan. Memang di saat jauh seperti ini, suka baru terasa bahwa kebersamaan itu teramat indah. Padahal saat bersama, keindahannya seringkali tak seindah saat terpisah seperti ini. Pantas saja kadang orang memaksakan diri dengan kata mangan ora mangan asal kumpul.
Jadi inget kalo aku kadang suka sewenang-wenang kepada mereka. Aku suka ga adil juga. Kalo anak lagi pinter saja aku bilang mirip ayahnya. Giliran ngomongin idungnya pesek, pasti dibilang nurunin ibunya. Seperti ketika Citra begitu serius memperhatikan aku, ibunya akan bilang anaknya seneng punya ayah cakep. Giliran Citra terus menatap ibunya, gantian aku bilang anaknya bangga punya ibu pinter. Pinter nyari ayah yang cakep maksudnya. Hoeks... Hihihi
Maafkan ayah ya...
Besok ga bakalan iseng lagi. Titip ibu ya, nak. Ibu ga boleh nakal selama ayah pergi. Sementara masih bertahan di Jakarta dulu beberapa hari untuk cari alat perang sebelum berangkat ke pedalaman. Misyu tenan deh...
Curhat ga penting dari Pamulang
Mobile Post via XPeria
Tapi tadi rada terhibur juga. Citra dan ibunya yang biasanya cuma dadah di depan rumah, tiba-tiba mengantar sampai bandara. Jadi terharu neh. Campur sedikit trenyuh juga harus meninggalkan mereka sampai 3 bulan kedepan. Memang di saat jauh seperti ini, suka baru terasa bahwa kebersamaan itu teramat indah. Padahal saat bersama, keindahannya seringkali tak seindah saat terpisah seperti ini. Pantas saja kadang orang memaksakan diri dengan kata mangan ora mangan asal kumpul.
Jadi inget kalo aku kadang suka sewenang-wenang kepada mereka. Aku suka ga adil juga. Kalo anak lagi pinter saja aku bilang mirip ayahnya. Giliran ngomongin idungnya pesek, pasti dibilang nurunin ibunya. Seperti ketika Citra begitu serius memperhatikan aku, ibunya akan bilang anaknya seneng punya ayah cakep. Giliran Citra terus menatap ibunya, gantian aku bilang anaknya bangga punya ibu pinter. Pinter nyari ayah yang cakep maksudnya. Hoeks... Hihihi
Maafkan ayah ya...
Besok ga bakalan iseng lagi. Titip ibu ya, nak. Ibu ga boleh nakal selama ayah pergi. Sementara masih bertahan di Jakarta dulu beberapa hari untuk cari alat perang sebelum berangkat ke pedalaman. Misyu tenan deh...
Curhat ga penting dari Pamulang
Mobile Post via XPeria
hati-hati di jalan ya?
BalasHapussemoga semuanya lancar.. :)
Ciiee.. yang dah di Jakarta lagi..
BalasHapusasik nih, ditunggu cerita hari pertamanya!
kaLo yang raja gukguk enggak ada yah Liek?. hehehehe....
BalasHapuskata Citra:
iyah ayah. ayah juga enggak boLeh nakaL seLama enggak ada ibu. *sambiL njungkeL*