31 Mei 2010

Pesan Makan

Siang tadi si bos pesen ayam goreng Ibu Tini sebagai menu makan siang. Masih bete dengan OB baru yang suka salah beli, aku minta tolong ke stafku yang cewek. Sebelum berangkat, berbagai macam pesan aku sampaikan beberapa kali, karena stafku ini juga sedikit bermasalah dengan urusan pesan makan.

Aku tidak 100% menyalahkan dia, karena itu memang bawaan bayi yang membuatnya gemar menabung dan tidak boros. Ketika belum ada OB pengganti, aku suka titip beliin makan siang kalo stafku bersiap-siap istrirahat.

Cuma beberapa kali aku suruh, waktunya kadang molor dari jadwal. Jam setengah duabelas keluar kantor, kembali kadang jam satu lewat. Bukan masalah korupsi jam kerjanya yang aku pikirkan, tapi soal cacing perutku yang kelamaan nunggu.
Read More

29 Mei 2010

BBM Non Subsidi di Angkringan

Menghabiskan senja di angkringan nasi kucing, ada obrolan menarik yang aku dengar disana. Beberapa wong cilik begitu asik mendiskusikan tentang pelarangan premium untuk sepeda motor. Adu argumentasinya tak kalah dahsyat dengan rapat busuk anggota hewan.

Aku yang sejak awal hanya diam, akhirnya tertarik ikut nimbrung juga. Sebagai pembuka aku sampaikan bahwa itu belum menjadi keputusan dan baru sekedar wacana dari berbagai opsi yang diajukan. Dan kemarin opsi sepeda motor dilarang menggunakan premium sudah dicoret.
Read More

Hanter

Bagi yang hidup di jalanan, tentu suka memperhatikan kreatifitas seni yang tertuang di bak belakang truk atau mikrobus. Biasanya diisi gambar seronok atau tulisan yang mengandung harapan, seperti pemburu dolar, kutunggu jandamu atau utamakan sarapan. Ada juga yang berisi peringatan, jaga jarak atau bila anda bisa membaca tulisan ini berarti anda perlu menurunkan kecepatan.

Read More

28 Mei 2010

Dasar Mabok

Adalah Lulus Santoso, seorang pelukis yang telah menganggap mabuk adalah segalanya dalam kehidupannya. Tanpa mabuk, dia akan kehilangan segala ide dan inspirasi untuk berkarya. Tanpa minum hidupnya menjadi tiada berarti.

Aku sendiri sebenarnya tak mau tahu dengan kebiasaannya itu. Lagi pula orangnya tidak rese atau suka cari gara-gara. Hanya saja, setiap aku mengadakan event, dia pasti nungging. Jadinya mau tak mau aku harus menjadi sukarelawan medis di setiap penghujung acara. Walau badannya kecil dan aku sudah terbiasa angkat junjung karung di Pasar Beringharjo, tetap saja punya rasa sebel bila setiap acara harus selalu begitu.

Sampai akhirnya aku pernah ajak dia ngobrol tentang kebiasaan baiknya yang menurutku jelek itu. Dan katanya, itu merupakan penghayatan atas falsafah hidup yang religius. "Hidup itu katanya cuma mampir minum, bung. Jadi bila mau menghayati hidup, ya minumlah..."

"Bagaimana kamu bisa berkarya bila terus saja minum..?"
"Nyatanya kalo ga minum, aku susah mencari inspirasi, bung. Malah ga bisa berkarya tho..?"
"Tapi lihat dong kondisi ekonomimu yang tak bisa mengejar seniman lain..."
"Bukan salahku kok. Yang salah Gusti Alloh. Itu gara-gara aku pindah rumah."
"Kok bisa..?"
"Dulu aku banyak uang. Setelah pindah rumah, Aku sudah bilang. Gus, rumahku yang sekarang disini lho. Lha kok malaikat yang bagi bagi rejeki ga disuruh ke rumahku..."

Wah susah memang ngobrol dengan orang mabuk. Lebih parahnya lagi di akhir obrolan dia sempat berpesan kepadaku. "Mas, kalo kamu ketemu adiknya Gusti Alloh, tolong kasih tahu rumahku ya..."

Nah, minggu depannya aku tuh kedatangan tamu dari Singapore. Mr Tan datang bersama bosku dalam rangka mencari lukisan. Akhirnya aku ajak mereka ke tempatnya Lulus dan besoknya Lulus nongol di galeri ngasih amplop sambil bilang, "Matur nuwun, Ko. Mr Tan borong lukisanku 15 biji."

"Terima kasih ke bosku dong. Kan dia yang ajak Mr Tan ke rumahmu. Aku cuma kasih tau doang"

Jawabannya di luar dugaanku. "Wah kamu beneran deh. Aku kan suruh kamu bilang ke adiknya Gusti Alloh, biar ajak malaikat tukang bagi-bagi duit ke rumahku. Berarti bosmu adiknya Gusti Alloh yo..."

"Ooo dasar mabok.."
Read More

27 Mei 2010

Mules

Bangun tidur pagi tadi, badan terasa banyak keluhan. Sariawan, tenggorokan sakit dan perut mules-mules. Agak bingung mencari sebab sariawannya. Soalnya aku merasa selalu mengkonsumsi jus mangga atau alpukat setiap hari. Bisa jadi aku kekurangan vitamin C yang lain neh...

Trus, untuk mulesnya aku sempat heran juga. Perasaan malam sebelumnya aku tidak makan pedas. Menu makan malamku cuma gado-gado Jokja yang cenderung manis. Tapi ingat pengalaman beberapa bulan lalu, aku jadi sedikit berpikir lain. Soalnya setelah aku ingat-ingat, di seputaran stadion Mandala Krida ga ada yang jual gado-gado sore atau malam hari.

Read More

26 Mei 2010

Meluruskan Sejarah

Dari obrolan pendek dengan mbakyu Silvy disini, aku malah jadi kepikiran tentang kata sejarah. Googling sana sini akhirnya aku menemukan arti kata sejarah berdasarkan asal usul katanya berasal dari bahasa Arab, yaitu Syajaratun, yang berarti “Pohon”.

Makna kata pohon, pada masa lalu biasanya selalu dihubung-hubungkan dengan keturunan atau asal usul dinasti penguasa tertentu. Cerita tentang silsilah raja-raja dan dinasti ini merupakan elemen utama dalam kisah sejarah pada masa awal. Seiring dengan perkembangan jaman, cerita dari luar istana pun disajikan sebagai sejarah.


Dalam khasanah bahasa Indonesia, sejarah setidaknya mengandung tiga pengertian. Pertama, sejarah adalah silsilah atau asal usul. Kedua, sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Ketiga, sejarah adalah ilmu, pengetahuan dan cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Dalam Kamus Indonesia – Inggris, kata "sejarah" diterjemahkan sebagai history yang mengandung beberapa arti. Pertama, history merupakan kumpulan peristiwa masa lalu. Kedua, history, merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi berturut-turut dari masa lalu hingga masa sekarang, bahkan sampai masa depan. Ketiga, history merupakan suatu catatan atau deskripsi naratif dan peristiwa-peristiwa masa lalu. Keempat, history merupakan disiplin ilmu yang mencatat dan menginterprestasikan peristiwa-peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan manusia. Kelima, history merupakan semua yang diingat tentang masa lalu dalam bentuk tulisan.

History berasal dari kata Yunani historia, yang berarti “informasi atau pencarian”. Perkataan historia menunjukkan bahwa kajian sejarah bergantung sepenuhnya kepada penyelidikan terhadap perkara-perkara yang benar-benar pernah terjadi. Aristoteles menggunakan kata historia untuk menjelaskan suatu penelaahan sistematis mengenai seperangkat gejala alam secara kronologis.

Walau lingkupnya sudah meluber keluar istana, tetapi tetap saja kepentingan penguasa banyak bicara di ruangan itu. Sehingga seringkali terjadi pembelokan alur yang dilakukan dengan sengaja sesuai dengan kaidah teori konspirasi.

Kita tentu ingat ketika jaman orde baru lalu, dimana pengkultusan pada sosok penguasa rejim telah merasuk ke kurikulum di semua tingkatan lembaga pendidikan. Dan ketika rejim itu runtuh, kepentingan penguasa baru segera mengambil alih. Apa yang tercatat di buku sejarah sebelumnya, dengan mudah dihapus dan diganti. Sehingga apa yang diketahui tentang sejarah perjuangan bangsa akan berbeda di setiap generasi.

Setiap ganti dinasti, selalu saja ada revisi. Sejarah dengan mudah bisa ditambah ataupun dijarah. Catatan-catatan arkeologi semakin rumit ketika segalanya dipolitisir untuk kepentingan tertentu. Apalagi manusia punya budaya balas dendam. Dinasti yang runtuh akan mewariskan dendam kepada anak turunnya agar merebut kembali kekuasaan suatu saat nanti. Sehingga catatan yang saat ini dianggap baik, suatu saat bisa berubah kelam. Begitu juga sebaliknya. 

Apalagi bila kita buka tentang sejarah penjajahan sebagaimana aku bahas dengan mbakyu Silvy. Pembekalan informasi ke petugas-petugas penggali sejarah kadang juga diintervensi tanpa disadari. Sehingga selalu ada gesekan ketika dikonfrontasi dengan informasi dari pihak yang bersebrangan.

Mencoba meluruskan selurus-lurusnya juga kadang menjadi sulit. Karena penggalian sejarah biasanya dilakukan oleh badan non profit yang anggaran dananya sepenuhnya menjadi tanggungjawab negara. Sehingga mau tak mau kepentingan penguasa, walau sedikit tetap ikut terselip.

Masalah pembelokan sejarah tidak hanya terjadi di negeri kita saja. Negara semaju Amerika pun tetap saja suka mempermainkan sejarah. Hanya saja disana ada ketentuan yang memperbolehkan untuk membuka dokumen rahasia negera setelah berusia 30 tahun. Tapi siapa yang menjamin semua catatan top secret itu akan dibuka semua. Budaya tebang pilih aku yakin ikut menentukan mana yang dibuka mana yang tetap tersimpan.

Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pun masalah semacam ini kadang terjadi. Seperti ketika terjadi penjarahan atas perpustakaan Baghdad atau penghancuran pusat ilmu pengetahuan di Andalusia Spanyol dulu. Sejarah yang berkembang masih saja simpang siur sampai sekarang. Kaum muslim bersikukuh, pengetahuan merekalah yang dirampok orang barat yang saat itu berada dalam dekapan dark age. Sementara pihak barat selalu mengklaim semua itu hasil pemikiran mereka sendiri. Dengan alasan melihat fakta saat ini dimana teknologi mereka jauh melampaui kemampuan negara muslim.

Bahkan sampai ke masalah ketuhanan pun, kerancuan dan kesimpangsiuran sejarah tak pernah usai. Walau sama-sama agama samawi, tetap saja mereka bersikukuh dengan pendirian masing-masing. Yang merasa lebih tua menganggap ideologi yang lebih baru merupakan sempalan dan pengkhianatan dari keyakinan mereka. Sebaliknya yang muncul lebih akhir meyakini faham yang mereka bawa merupakan pelurusan dari penyelewengan yang dilakukan umat terdahulu.

Dalam lingkup yang lebih sempit, mungkin kita bisa melihat dari kebiasaan ngeblog. Tak jarang aku melihat teman yang menghapus postingan lama dari blognya, karena dianggap tidak mendukung program masa depannya. Walau lingkupnya sempit, tetap saja itu bisa dikatakan sebagai pembelokan sejarah untuk satu tujuan di masa kini atau masa depan.

Seseorang yang jatuh cinta biasanya akan membuat puisi-puisi indah untuk kekasihnya. Begitu berantem, apalagi sedang mencari gebetan baru, puisi-puisi itu segera dihapus. Ada juga teman yang awalnya begitu bangga memajang foto keluarga atau pacar di blog. Tapi ketika melihat ada teman ngeblog yang lebih menarik hati, foto-foto itu satu persatu lenyap karena takut pengejarannya gagal.

Aku sendiri menganggap blog tak hanya sekedar tempat berceloteh, tetapi juga catatan sejarah. Minimal di masa depan aku bisa tahu, tanggal sekian aku sedang memikirkan ini, hari apa aku memikirkan itu dan seterusnya. Makanya walau kadang aku sebel dengan postinganku di masa lalu, aku tak pernah mencoba untuk menghapusnya. Bahkan komentar yang paling tidak sedap sekalipun, aku tak mau mengusiknya.

Aku tak ingin terlalu muluk-muluk meluruskan sejarah bangsa. Aku hanya berusaha mempertahankan sejarahku dengan cara itu. Aku tak ingin membelokan sejarah pribadiku untuk suatu kepentingan. Toh walau catatan itu aku hapus, tetap saja alur cerita sebenarnya tak akan berubah. Aku hanya berharap keinginan kecilku ini bisa menulari orang lain tanpa harus aku berteriak-teriak.

Mari kita bicarakan sejarah dengan santai sambil ngopi tanpa harus berdebat. Apalagi menghujat. Bila seluruh komponen bangsa bisa berpikir seperti itu, aku yakin keraguan atas sebuah kisah lama tak akan terjadi lagi. Sehingga tidak ada lagi keterbalikan pemaknaan atas mitos dan fakta. Toh catatan lama itu takkan terulang kembali...

Semoga...

Ilustrasi Anjing Lupa Diri
Karya Lulus Santoso
Tujuh Bintang Art Space
Read More

Sandal Jepit

Begitu ngefans nya aku ke sandal jepit, sampai-sampai hampir sepanjang hidupku dipenuhi catatan sejarah yang tak terpisahkan dengan benda itu. Bahkan orang-orang terdekatpun sangat paham tentang hobiku itu. Makanya ketika di tipi di beritakan, pabrik sandal swallow terbakar, beberapa teman sms turut berbelasungkawa. Tapi aku santai saja membalas sms itu, "tenang, bro. aku ga suka agar-agar kok.."

Aku kenal sandal jepit ketika masih balita dulu. Tak terbayangkan kebahagiaanku ketika ibuku pulang dari pasar membawa sepasang sandal sebagai hadiah lebaran. Begitu berharganya buatku, sampai-sampai aku hanya pakai ketika ikut kondangan atau nonton layar tancap. Dalam keseharian aku lebih suka tanpa alas kaki. Bahkan ketika mulai masuk SD pun, kebiasaan nyeker kebawa ke sekolahan.
Read More

Tragedi Iphone

Ketika istriku bilang kepengen iphone karena touchscreen corbynya sudah kurang sensitif, tanpa sadar aku nyengir kuda. Sampai istriku mengira aku ngeledek. Padahal aslinya aku teringat kualitas hape jebolan apple yang menurutku jempolan itu. Selain fitur multimedia yang dahsyat, hape itu sangat cocok untuk orang yang suka berantem dalam rumah tangga atau yang takut pada anjing.

Ini bukan omong kosong. Temanku sendiri yang sudah membuktikan. Ketika iphone 3G baru aja nongol dibundel salah satu operator telekomunikasi dengan harga yang fantastis, 9,5 juta.

Read More

25 Mei 2010

Headset

Semenjak mulai suka lagi dengan angkutan umum kelas ekonomi, aku jadi suka membawa headset bawaan hape. Sebelumnya, aku bawa headset paling banter kalo pas nyupir sendiri. Itupun terbatas hanya untuk nelpon, tak lebih.

Semenjak mengalami masalah dengan polusi suara beberapa waktu lalu, headset menjadi sarana ampuh untuk menepis masalah tanpa masalah. Aku tak mau kejadian seperti di kereta itu terulang kembali. Ketika ada yang nyetel musik dengan full volume tanpa peduli speker hapenya yang cempreng. Lirikan sinis dan sindiran penumpang lain seolah tidak pernah mengena di ujung hati pelaku. Bila ada yang menegur, musiknya berubah pelan. Tapi lama kelamaan volumenya meningkat lagi.
Read More

Berbuat Baik Pun Dosa

Bang napi bilang, untuk melakukan kejahatan harus ada niat dan kesempatan. Pak kyai bilang, untuk melakukan kebaikan harus ada kemauan dan kemampuan. Tapi menurutku, niat dan kemauan itu tak akan cukup tanpa ada perjuangan.

Contohnya menjelang pulang kampung kemarin. Ada teman yang sms minta tolong pinjam uang karena kepepet. Demi teman aku siap bantu, yang berarti sudah memenuhi unsur mau. Karena jumlah yang diminta tidak terlalu banyak, klausul mampu juga bisa aku penuhi.

Namun ada masalah yang menghambat aku berbuat baik. Temanku hanya punya rekening BCA, sedangkan aku pegang ATM BRI dan Mandiri. Aku ke BCA untuk setor tunai tak mungkin karena waktunya malam. Transfer antar bank pun tak bisa, karena harus jam kerja. Aku minta tolong istriku yang kebetulan pegang ATM BCA pun tak mungkin.

Teman kantor yang punya ATM BCA hanya satu orang itupun saldonya tidak mencukupi. Ada pelukis yang punya dan saldonya cukup, posisi dia jauh di pinggir laut sedang mancing. Aku coba telepon teman-teman lain di luar kota. Mas Semar lagi di kereta menuju Jakarta. Kang Pacul ditanya malah cuma hahahehe ga jelas.

Sempat kelabakan juga mencari-cari, sementara sms temanku datang tiap menit menanyakan sudah transfer apa belum. Aku minta dia nunggu sampai senin tidak mau, katanya harus sekarang. Aku suruh dia cari temen yang punya ATM BRI atau Mandiri juga tidak mau. Padahal aku sudah harus jalan ke kampung.

Dalam bus, aku ingat Indomaret yang juga melayani Western Union. Aku tanya temanku dan katanya ada Indomaret ga jauh dari posisinya. Begitu turun dari bus, aku masuk ke mini market itu. Dasar belum jodoh, jawaban dari kasirnya, "maaf, pak. Sedang trouble jaringannya. Besok pagi saja ya..."

Langsung aku cari ojek dan pulang ke tempat istri. Badan cape pengennya istirahat dan kangen-kangenan, malah jadi ga nyaman karena sms yang terus menerus masuk. Aku bilang ke istri pinjem ATM. Eh, malah istri bilang pengen ikut, katanya suntuk berhari-hari ga pernah keluar rumah.

Walau sempat mikir naik sepeda motor 30 kilometer membawa ibu hamil melalui jalanan rusak, tapi akhirnya aku iyakan juga. Dalam dilema ingin ngebut agar smsnya segera bungkam dan jalan pelan-pelan agar istri tidak melahirkan di jalan, malah dikasih bonus gerimis. Ingin berteduh menunggu reda, malah sms berikutnya berbunyi begini, "maaf. aku minta tolong karena benar-benar kepepet. ga ada teman ga ada sodara disini, padahal aku harus pulang membawa susu untuk anakku... dst dst..."

Males nanggapin aku pun jalan lagi. Begitu sampai didepan ATM, sebuah sms masuk. "aku cuma minta tolong, sebenarnya mau ga sih..?"

Itulah kenapa aku bilang, untuk berbuat sesuatu, kemauan dan kemampuan saja ternyata tak cukup. Harus ada perjuangan keras. Itupun masih ditambah dengan tuduhan tak percaya bahwa kita sedang berusaha.

Untuk membuat satu kebaikan saja, terlalu banyak adonan yang harus kita siapkan. Dan itu pun tak menjamin jadi amal pahala yang bisa membuat kita masuk surga. Karena kebaikan yang dipamerkan seperti ditulis dalam blog, sama saja dengan riya. Buntutnya tetap jadi dosa...

Susah memang menjadi orang baik yang sebenarnya...
Read More

24 Mei 2010

Mitos Lagi...

Pulang kampung, apalagi berdekatan dengan ibu hamil, sama artinya dengan menceburkan diri ke alam mitos. Begitu banyak kata-kata tak jelas faktanya yang bertebaran dan ketika akan ditelusur semua cukup dengan satu jawaban, ora ilok atau pamali.

Seperti ketika membelah kelapa muda dan airnya muncrat, kata-kata reflek dari orang-orang disekitar adalah, anaknya cowok..! Tapi ketika melihat perut istriku yang bentuknya membulat, mereka akan bilang, anaknya cewek. Kalo cowok katanya memanjang.

Padahal aku sendiri tak pernah mempermasalahkan nanti lahirnya cowok atau cewek. Tidak pula berharap-harap akan jenis kelamin anakku nanti. Apapun yang keluar akan aku terima dengan senang hati sebagai suatu amanat yang harus aku bimbing seumur hidupku. Malah sejak kehamilan 8 bulan, istriku sudah tidak pernah USG lagi untuk sekedar melihat jenis kelaminnya. Biar surprise, katanya...

Ada lagi petunjuk tak jelas, yang mengatakan semakin tua kehamilan, suami harus lebih rajin nengokin untuk menuakan katanya. Ada lagi yang bilang agar nanti keluarnya mudah karena jalannya sering diambah. Aku sendiri cuma sebatas mengiyakan tanpa pernah memikirkan itu. Mau ngambah atau tidak bagiku tergantung aku dan istriku. Itupun bukan karena mitos itu, tapi karena memang kewajiban suami untuk menafkahi istri.

Kekurangpedulianku terhadap mitos, tidak hanya sebatas yang konon kabarnya saja atau warisan tak jelas dari nenek moyang. Tapi juga hal-hal yang katanya hasil penelitian modern. Kalo aku dan istri merasa tak nyaman, ya tak pernah mau peduli. Karena prinsipku, kegiatan apapun dalam rumah tangga bukan menurut kata orang, tapi berdasarkan kompromi antara suami dan istri.

Contohnya, di internet begitu banyak artikel yang mengatakan istri tidak akan suka bila suaminya tertidur lelap setelah aktifitas seksual. Namun karena istriku tak mempermasalahkan, aku damai-damai saja ke alam mimpi seusai bekerja keras.

Karena justru istriku yang mengatakan bahagia bila melihatku pulas tertidur. Dia malah akan bertanya-tanya bila aku masih saja terjaga, seolah ada kekawatiran aku tidak bahagia dengan aktifitas yang baru saja usai. Apalagi kalo setelah itu, aku malah main game di komputer atau ngeluyur ke cafe sampai pagi. Wah tidak suka banget dia...

Jadi, biarlah mitos bertebaran di sekelilingku. Yang penting apa yang menjadi kompromi, itu yang aku yakini merupakan kewajiban...
Read More

22 Mei 2010

Sugesti


Baru aja ngomel di blog tentang keinginan pulang, di pesbuk si bos tertulis, "urip pancen gampang, mulane ra usah ngomel.."  
Payahnya, setiap post ke multiply kan ngepost juga ke pesbuk. Nah posisi kata-kata si bos tepat diatas post ku. Makanya sempat kepikiran agak lama tuh, jangan-jangan tulisan itu merupakan rekasi cepat dari kutipan post aku.
Read More

21 Mei 2010

Cinta Putih

Aku kadang bingung kalo ada temen yang ngajak ngobrol tentang cinta. Walau cinta milik umat manusia selama hayat masih dikandung badan, tapi mengingat uban mulai tumbuh di kepala aku suka kagok juga. Mending kalo yang diobrolkan itu tentang cinta tanah air misalnya. Tapi tak mungkin temanya itu. Pasti tentang cinta antara dua , tiga atau empat anak manusia.

Aku sudah berterus terang mengatakan, definisi cinta saja aku tak tahu, untuk apa bertanya kepadaku..? Apalagi bila pertanyaan itu berusaha mengaitkan kata cinta dengan kata bahagia. Makin mumet kepalaku bak melihat perhitungan integral diferensial yang jaman sekolah dulu nilainya tak pernah lebih dari kursi terbalik.

Paling banter aku cuma mengutip kata-kata seseorang yang pernah aku favoritkan jaman masih muda dulu, Katon Bagaskara. Dalam lagunya dia pernah bertanya, "Jika kau bertanya sejauh mana cinta membuat bahagia..?"

Pertanyaan itu dijawab sendiri masih dalam lagu yang sama. "Sepenuhnya trimalah apa adanya dua beda menyatu. Saling mengisi tanpa pernah mengekang diri. Jadikan percaya yang utama..."

Mudah memang mengutip kata. Tapi ketika aku harus mewujudkan itu dalam kehidupan nyata, kadang terasa berat juga. Bagaimanapun juga manusia diciptakan berbeda-beda, walau secara puitis disebutkan perbedaan itu diciptakan untuk saling melengkapi. Namun tetap saja perbedaan itu akan menyulut gesekan. Seperti pergerakan elektron diseputaran proton yang bisa menaikan suhu molekul. Perlu adanya pengendalian diri yang kuat di masing-masing individu agar gesekan itu hanya berefek hangat agar cinta kasih tetap terasa indah.

Yang gawat adalah bila kemesraan antara proton dan elektron itu terganggu oleh tembakan neutron. Apalagi bila kebersamaan itu terjadi pada manusia yang berunsur radio aktif. Gangguan neutron bisa menyebabkan terjadinya reaksi berantai yang mampu meluluhlantakan Hiroshima dan Nagasaki. Padahal sudah merupakan kepastian bahwa hidup itu pasti ada proton, elektron dan neutron. Menyelaraskan ketiganya agar tidak menjadi bencana seringkali terasa berat. Seperti kaum religius bilang, bila kamu berdua dua, yang ketiga adalah setan. Tergantung kepada kita keputusannya. Apakah setan itu akan dicuekin atau malah diajak nimbrung sekalian agar tidak memenuhi kaidah berdua-dua. Karena dalam tuntunan agama tidak ada istilah dosa untuk bertiga-tiga. Karena berpoligami katanya halalan toyibah.

Jadi untuk menjaga cinta dan kebahagiaan, mungkin kita bisa kembali ke syairnya Katon tadi. Sepenuhnya terjalin pengertian antara engkau dan aku. Hanya soal pengertian saja kok, walau belajar mengerti itu teramat sulit. Tapi kan pada prinsipnya bisa. Tak ada salahnya kita bersusah payah demi mempertahankan cinta dan kebahagiaan yang semoga tak lekang oleh waktu. Walau menggunakan kata semoga, tapi anggaplah itu sebagai harapan dan doa, bukannya mencoba menarik unsur pesimistis kedalam hubungan dua insan.

Rumit memang. Terlalu banyak adonan yang harus kita aduk untuk mendapatkannya sampai membawa-bawa masalah ketuhanan segala. Lebih rumit lagi bila kita kembali ke sambungan lagu itu sebagai syarat agar bisa diterima cintanya.

Cukup bagiku, hadirmu...
Membawa kijang...

Minimal harus Innova lagi...
Wah...

Read More

Mau Pulang

Mau pulang kampung kok malah mumet. Kemaren niatnya mau naik kereta api, eh jadwalnya diganti ga bilang-bilang. Pake kereta yang malem, nyampe kampung udah lewat tengah malam. Jadinya waktu terlalu sempit buat kangen-kangenan, karena besok siangnya dah harus balik Jokja lagi.

Naik bus juga susah. Dari Jokja jam 1 berarti sampai Cilacap paling cepet jam 5. Bis sambungan ke arah Sidareja sudah ga ada. Berarti alternatif terakhir ya pake kendaraan sendiri. Soalnya pesawat dari Cilacap adanya cuma ke Jakarta. Masa Jokja cilacap harus ke Jakarta dulu. Berat di ongkos dong...

Read More

Trainer

Berada di posisi General Affairs kadang menyebalkan juga. Terutama kalo sudah mengurusi kerjaan HRD yang harus membimbing karyawan dalam pekerjaan. Daya tangkap orang yang berbeda-beda kadang menjadi satu masalah tersendiri. Apalagi bila penerimaan karyawannya hanya dengan melihat ijasah atau cari yang fresh graduate.

Ketika memotivasi karyawan, aku sering cerita tentang diri sendiri. Dimana aku cuma lulusan STM jurusan listrik yang sempat ga lulus ujian dan harus mengulang setahun. Tapi orang selalu bertanya aku kuliah dimana. Apalagi bila ditanya pengalaman kerja, begitu banyak bidang yang pernah aku tangani.

Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena