14 Januari 2010

Polisi Tidur Canggih

Kini sudah ada polisi tidur tercanggih di dunia yang tidak akan membuat kita kesal ketika harus menurunkan kecepatan. Alat yang bernama Smart Speed Bumps ini adalah sebuah polisi tidur yang pintar dan cukup 'ramah'. Terbuat dari lembaran baja yang dilengkapi dengan sensor yang bisa mendeteksi besarnya tekanan dan sentuhan (impact) dari mobil yang lewat.

Kecanggihannya adalah pada saat mobil berjalan pelan diatas Smart Speed Bumps, maka polisi tidur ini akan menjadi rata dengan jalan sehingga si pengendara tidak akan merasa terganggu. Akan tetapi jika bila anda ngebut, otomatis polisi tidur ini akan tetap berada di posisi semula sehingga membuat pengendara akan sadar untuk memperlambat laju kendaraan.

Read More

13 Januari 2010

Analogi Jaka Tarub

Waktu kecil dulu aku pernah terobsesi oleh kisah Jaka Tarub dan 7 bidadari. Saat angon kambing di tepi hutan dan melihat pelangi, sering aku membayangkan di mana ujung pelangi itu untuk bisa melihat bidadari yang mandi. Pikiran itu terlintas begitu saja tanpa aku memikirkan mengintip orang mandi itu saru.

Cerita itu mungkin tidak muncul begitu saja tanpa makna. Bisa jadi itu sebuah nasehat tentang kebiasaan manusia yang suka merusak kemapanan secara curang, yang pada akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Sifat manusia yang silau dengan keindahan, membuat Jaka Tarub berbuat jahat mencuri selendang. Lalu pura-pura menolong hanya untuk kemudian menjadikannya istri. Sebenarnya itu merupakan karunia luar biasa yang dia terima dari perbuatan jahatnya. Tapi kenapa rasa penasaran untuk tidak melihat isi periuk saat masak tidak dapat dia tahan. Dan bila akhirnya lumbung padi tempat menyembunyikan selendang kosong, dia juga lah yang merasakan akibatnya.

Bila cerita ini merupakan sebuah nasehat, bagaimana kita menafsirkannya bila harus melihat secara utuh. Kita tak boleh merusak kemapanan yang sudah ada agar tidak berantakan, sementara di awal cerita disebutkan keindahan itu dilakukan dengan sebuah kecurangan. Bolehkah kita curang untuk meraih sesuatu, asalkan setelah itu duduk manis dan mensyukuri apa yang sudah diterima..?

Apakah pencurian itu dianalogikan sebagai pepatah, bahwa untuk mendapatkan sebuah kesuksesan kita harus pantang menyerah. Mengejar ujung pelangi tanpa henti agar dapat memperoleh bidadari. Sebagaimana kita tahu, asumsi umum tentang bidadari adalah perempuan yang teramat cantik dan tinggal di kahyangan yang tidak akan tertandingi oleh perempuan manapun di dunia. Identikkah ini dengan nasehat kejarlah ilmu sampai ke negeri China.

Tapi aku juga punya pemikiran lain. Bila kahyangan dikatakan sebagai tempat yang teramat indah dengan segala fasilitas kenikmatan yang ada, kenapa mau mandi saja harus turun ke bumi..? Kenapa harus meniti pelangi sehingga jejaknya bisa ketahuan manusia..? Kenapa pula harus meletakkan selendang sembarangan sehingga bisa dicuri..? Analogi tentang pejabat dan rakyat kita kah..?

Meraih jabatan dengan kecurangan dan setelah itu tidak bisa amanah sehingga harus masuk bui. Tapi cukupkah kita menyalahkan Jaka Tarub bila memang rakyat kita meletakkan selendangnya sembarangan..?

Pusing ah, mikirin analogi.
Mending melamun punya istri bidadari saja deh...
Read More

Workshop Makan & Cebok

Kemarin sore ada acara workshop bareng seniman dari Taiwan, China, Singapore dan Malaysia di galeri. Sedikit ribet karena acara memang mendadak. Oleh karena itu aku boyong istri dari rumah untuk membantu. Bagaimanapun juga beliau lebih tahu adat kebiasaan tamu-tamuku itu.

Seperti ketika acara dimulai. Awalnya memang pakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Tapi setelah berjalan agak lama, mungkin karena kebanyakan pesertanya orang Chinesse, berubahlah percakapannya menggunakan bahasa mandarin tanpa sadar. Atau karena bahasa Inggris mereka juga sama belepotannya dengan aku. Untung ada istriku yang segera beralih profesi dari seksi konsumsi menjadi penerjemah.

Read More

Selamat Ulang Tahun Jagoan


Hampir terlupakan bila sembilan tahun sudah kamu menghirup udara dunia yang semakin kacau, walau kamu tak mungkin bisa terlupakan dari ingatan ini. Kebersamaan yang hanya sepintas dan sekilas tak mampu untuk membuat beban ini menjadi ringan. Justru aku rasakan bahwa kian lama ingatan ini kian mengganggu.

Read More

12 Januari 2010

Selingkuh Kok Susah Yah..?

Sekian lama setia dengan Telkom Sapidi baik di rumah maupun di kantor, akhirnya aku selingkuh juga. Setelah beberapa hari lalu aku dapat bonus modem berikut kartu perdana smart telecom. Aku coba instal di komputer kantor untuk tes kualitas, ternyata oke juga. Lumayan ngebut untuk kelas wireles.

Read More

09 Januari 2010

Jogja, Dilema Sebuah Kota

Kita memang seringkali melihat segala sesuatu hanya dari satu sisi. Seperti pembantu di kantor yang setelah lebaran kemarin keluar. Ternyata hanya karena tergiur gaji yang lebih tinggi di Jakarta sebagai pelayan toko tanpa mau tahu berapa biaya hidup hariannya. Hanya sebulan di sana trus pulang kampung dan bilang pengen kerja di galeri lagi.

Kebalikannya kemarin sore aku dikomplen teman yang tahun lalu tergiur kerja di Jogja hanya karena aku bilang biaya hidup di Jogja relatif rendah tanpa memperhatikan kata-kataku tentang standar gaji yang juga rendah.

Read More

07 Januari 2010

Komplen Juragan Duren

Pagi-pagi pas lagi di mini market, ketemu dengan penjual buah yang di depan galeri. Beliau komplen begini, "pantesan tidak pernah beli buah di tempatku lagi, seleranya supermarket.."

Aku agak tersentuh juga sebenarnya dengan hal-hal semacam ini. Kenapa aku harus belanja di tokonya orang yang sudah pasti banyak duit, bukannya di kaki lima yang mungkin pendapatannya pas-pasan. Kapan rakyat kecil bisa diberdayakan bila aku selalu begitu..?

Read More

06 Januari 2010

Pilih Ikut atau Titip..?

Ada dua pilihan yang menurutku mungkin tidak enak tentang perempuan dan belanja. Yaitu, ikut dan titip.

Ketika aku pamit mau ke toko mencari sesuatu dan ada yang bilang ikut, minimal aku sudah harus siap-siap tenaga ekstra. Kalo cuma dorong troli atau bawa keranjang belanja sepertinya tidak terlalu bermasalah. Tapi kalo sudah mulai muter-muter ga karuan, naik turun lantai, semua barang dipegang tapi tidak dibeli, itu masalahku.

Read More

Proses Berkarya Seni Lukis

Mungkin masih banyak dari kita yang menganggap seni lukis sebagai budaya berproses jadul yang sulit untuk dimodernisasi. Karena lukisan bisa berharga ratusan juta, ya karena cap hand made itu. Padahal pelukis sekarang sudah jarang banget yang murni menggunakan imajinasinya. Ketika melukis model pun sudah tak perlu model itu berlama-lama diam mematung di depan pelukisnya.

Read More

05 Januari 2010

Direbut Tentara


Seorang teman yang pengagum berat Gus Dur segera meluncur ke Jombang untuk memberikan penghormatan terakhir. Ketika pulang aku sempat tanya tentang keadaan di acara pemakaman itu. Jawabannya teramat pendek, "Hasemmm, direbut tentara..."

Read More

04 Januari 2010

What Happen..?

Seorang kolektor dari Malaysia datang ke galeri dan tertarik pada karya Irawan Banuaji yang mengangkat legenda cicak vs buaya dengan kata Indonesian Corruption What..? Beliau juga cerita tentang kondisi di negaranya yang juga tak lepas dari masalah korupsi. Hanya saja belum ada yang seberani wakil ketua KPK di negaranya. Di sana yang rewel pada penguasa pasti cepat tenggelam. Beliau juga heran campur salut kepada opini publik masyarakat kita yang mampu meruntuhkan dominasi penguasa atas hukum.

Aku tak bisa berkata banyak, karena ini teramat rumit dan seringkali jauh diatas kemampuanku membaca situasi yang ada. Aku cuma berkata, Indonesia memang negara yang dibentuk oleh perjuangan rakyat. walau yang menikmati hasilnya adalah para pejabat yang mengatasnamakan rakyat.

Read More

Konspirasi Misuh

Awal tahun seharusnya diisi dengan rasa optimis. Tapi aku malah menemukan lebih banyak teman yang mengeluh. Dan paling banyak aku temukan adalah keluhan tentang ekonomi yang katanya makin berat. Ini jelas berlawanan banget dengan ketika menjelang pergantian tahun. Mereka begitu gegap gempita seolah telah menemukan harapan baru. Tapi begitu pagi menjelang, semuanya kembali ke masalah-masalah lama yang sama.

Walau sejujurnya akupun ingin berkata yang sama. Namun aku tak mau seperti seorang temanku yang menyalahkan dirinya. Bagaimanapun kehidupan itu saling kait mengkait bagai orang hidup di jalanan. Kita sudah berusaha sewaspada mungkin, tapi bila ada orang lain yang meleng, tetap saja kita bisa celaka.

Read More

03 Januari 2010

Stop Merokok..?

Beberapa teman mengeluh tentang sulitnya menghentikan kebiasaan merokok. Mereka juga bertanya, kenapa aku kadang bisa berhenti merokok sampai beberapa hari. Padahal aku perokok berat kelas kretek tanpa filter, sedangkan mereka cuma rokok mild atau putih yang ringan.

Buatku masalah rokok hanya soal kebiasaan dan bukan masalah ketergantungan secara biologis. Di rumah atau saat bersama keluarga aku boleh dikatakan tak pernah merokok. Termasuk ketika berada di kendaraan atau fasilitas umum. Bahkan bawa rokok pun aku jarang banget.

Read More

02 Januari 2010

Beban Seorang Perantau

Masih berkutat di acara pulang kampung...

Di kampungku sebagian besar warganya merantau ke Jakarta sejak lulus sekolah. Tak heran bila ada mobil asing yang berhenti di depan rumah, atau ada tumpukan kardus atau koper di pinggir jalan, komentar yang umum adalah menyebut "Sapa kiye, Jakartaan yah..?"

Pada akhirnya dalam benak masyarakat di kampungku, istilah Jakartaan diasumsikan sebagai perantau. Termasuk aku yang merantau ke Jokja pun tak lepas dari sebutan Jakartaan.

Read More

01 Januari 2010

Masih Seperti Kemarin

Awal tahun yang oleh sebagian orang dirayakan gegap gempita bak menyambut pahlawan menang perang, malah aku isi dengan acara tidur seharian. Paling bangun sebentar kalo terasa lapar, lalu tidur lagi.

Buatku hari ini tetap sama dengan hari kemarin, walau tahunnya sudah berganti. Masih teramat banyak hutang-hutang pekerjaan yang belum selesai. Sampai-sampai aku tak sempat memikirkan rencana baru di awal tahun ini.

Walau sudah setahun lebih, hantaman krisis Oktober 2008 buatku masih terasa sampai sekarang. Langkah masih tetap tersendat dan penuh perhitungan agar tak terperosok. Membuat target pun harus pakai acara tawar menawar agar tak terlalu berat untuk dicapai.

Pokoknya tahun ini masih sama dengan yang lalu. Tetap tidak berpikir muluk-muluk. Tak perlu iri dengan pejabat yang gajinya gede, dapat jatah mobil mewah, masih korupsi juga. Mendingan mencontoh penjual dedak di pasar. Laku 10 kilo, tepuk tangan. Laku sekilo juga tetap tepuk tangan. Atau mencontoh ketabahan petani pare. Mereka tetap tak mengeluh, walau hasil panennya sekebon pahit semua.

Cukupkan dulu kebutuhan hidup pada kata "mangan wareg, nyandhang rapet, turu anget..."
Selamat Tahun Baru 2010, buat yang merayakannya...
Read More

© 2011 Rawin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena